jawaban uji kompetensi keahlian tkj 2011 soal no. 1 dan 2

Bismillahirohmanirrohin..
berikut jawaban, mohon dikoreksi bila salah untuk ukk tkj 2011 soal 1 dan 2.
1. soal silahkan di download di http://www.dipsmk.net
2. merakit pc dan instalasi win – xp, silahkan di search di Internet. banyak sekali tutorial tentang itu.
Dalam tutorial ini menggunakan centos 5.5 server silahkan download dvd di http://isoredirect.centos.org/centos/5/isos/x86_64/
3. setup bios agar dapat load dari dvd dan sebelumnya dipastikan bahwa komputer server terdapat 2 kartu jaringan. seperti permintaan soal eth0 dan eth1. ah, mohon maaf sambil nginstal centos, sambil nulis tutorial ini. jd gambar penunjang blm bisa ditampilkan.
4. tekan enter bila tampilan pembuka centos muncul.
5. pilih mode bahasa yang digunakan kemudian next
6. pilih keyboard yg digunakan kemudian next
7. kemudian muncul warning partisi data dengan pesan “the question Would you like to initialize this drive, erasing ALL DATA?”
pilih yes saja kemudian next.
8. kemudian pilih select Remove linux partitions on selected drives and create default layout. dan lanjutkan dengan yes dan next saja.
9. disini kita akan masuk pada bagian yang penting, yakni setting jaringan. pilih edit, menu ada disebelah kanan.
10. pada hostname dibawah pilih manual.
masukan server nama,
gateway
primary dns
secondary dns
untuk pengisian perhatikan soal no. 1.
11. selanjutnya masuk ke mode region, klick daerah anda yang ada di map.
12. masukan root pasword dan masukan sekali lagi/confirm, pilih next
13. tentukan paket aplikasi yang akan di install. karena soal hanya meminta paket server.. maka pada tutrial ini hanya memilih paket server. maka beri tanda cek pada server.
14. selanjutnya akan muncul windows kecil, kemudian tentukan paket server yang akan diinstall. centang saja (karena langsung menjawab soal paket 2, sekalian saja aplikasi untuk paket 2 di centang) paket server yang dibutuhkan, penulis memilih Editors, Text-based Internet, Development Libraries, Development Tools, DNS Name Server, FTP Server, Mail Server, MySQL Database, Server Configuration Tools, Web Server, Administration Tools, Base, and System Tools ……….. selanjutnya nextlah..
15. next lagi kemudian centos akan melakukan formatting pada hard disk…

insya allah akan dilanjutkan…

Dipublikasi di jaringan, TIK, tip triks, tkj | 4 Komentar

TRO : Break Event Point

Break Even Point adalah suatu keadaan dimana perusahaan dalam operasinya tidak memperoleh laba dan juga tidak menderita kerugian atau dengan kata lain total biaya sama dengan total penjualan sehingga tidak ada laba dan tidak ada rugi. Hal ini bisa terjadi apabila perusahaan di dalam operasinya menggunakan biaya tetap dan biaya variabel, dan volume penjualannya hanya cukup menutupi biaya tetap dan biaya variabel. Apabila penjualan hanya cukup menutupi biaya variabel dan sebagian biaya tetap, maka perusahaan menderita kerugian. Sebaliknya, perusahaan akan memperoleh keuntungan, apabila penjualan melebihi biaya variabel dan biaya tetap yang harus dikeluarkan.

Salah satu tujuan perusahaan adalah mencapai laba atau keuntungan sesuai dengan pertumbuhan perusahaan. Untuk mencapai laba yang semaksimal mungkin dapat dilakukan dengan tiga langkah sebagai berikut, yaitu :

1. Menekan biaya produksi maupun biaya operasional serendah-rendahnya dengan mempertahankan tingkat harga, kualitas dan kunatitas.
2. Menentukan harga dengan sedemikian rupa sesuai dengan laba yang dikehendaki.
3. Meningkatkan volume kegitan semaksimal mungkin.

Dari ketiga langkah-langkah tersebut diatas tidak dapat dilakukan secara terpisah-pisah karena tiga faktor tersebut mempunyai hubungan yang erat dan saling berkaitan. Pengaruh salah satu faktor akan membawa akibat terhadap seluruh kegiatan operasi. Oleh karena itu struktur laba dari sebuah perusahaan sering dilukiskan dalam break even point, sehingga mudah untuk memahami hubungan antara biaya, volume kegiatan dan laba.

Namun ada juga yang membuat pengertian break even point sebagai berikut :

1. Menurut S. Munawir (2002) Titik break even point atau titik pulang pokok dapat diartikan sebagai suatu keadaan dimana dalam operasinya perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi (total penghasilan = Total biaya).
2. Menurut Abdullah (2004) Analisis Break even point disebut juga Cost Volume Profit Analysis. Arti penting analisis break even point bagi menejer perusahaan dalam pengambilan keputusan keuangan adalah sebagai berikut, yaitu :

1. Guna menetapkan jumlah minimal yang harus diproduksi agar perusahaan tidak mengalami kerugian.

2. Penetapan jumlah penjualan yang harus dicapai untuk mendapatkan laba tertentu.

3. Penetapan seberapa jauhkan menurunnya penjualan bisa ditolerir agar perusahaan tidak menderita rugi.

1. Menurut Purba (2002) Titik impas (break even) berlandaskan pada pernyataan sedarhana, berapa besarnya unit produksi yang harus dijual untuk menutupi seluruh biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk tersebut.
2. Menurut PS. Djarwanto (2002) Break even point adalah suatu keadaan impas yaitu apabila telah disusun perhitungan laba dan rugi suatu periode tertentu, perusahaan tersebut tidak mendapat keuntungan dan sebaliknya tidak menderita kerugian.
3. Menurut Harahap (2004) Break even point berarti suatu keadaan dimana perusahaan tidak mengalami laba dan juga tidak mengalami rugi artinya seluruh biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan produksi ini dapat ditutupi oleh penghasilan penjualan. Total biaya (biaya tetap dan biaya variabel) sama dengan total penjualan sehingga tidak ada laba tidak ada rugi.
4. Menurut Garrison dan Noreen (2004) Break even point adalah tingkat penjualan yang diperlukan untuk menutupi semua biaya operasional, dimana break even tersebut laba sebelum bunga dan pajak sama dengan nol (0). Langkah pertama untuk menentukan break even adalah membagi harga pokok penjualan (HPP) dan biaya operasi menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Biaya Tetap merupakan fungsi dari waktu, bukan fungsi dari jumlah penjualan dan biasanya ditetapkan berdasarkan kontrak, misalnya sewa gudang. Sedangkan biaya variabel tergantung langsung dengan penjualan, bukan fungsi dari waktu, misalnya biaya angkut barang.

Apabila perusahaan mempunyai biaya variabel saja, maka tidak akan muncul masalah break even point dalam perusahaan tersebut. Masalah break even point baru akan muncul apabila suatu perusahaan disamping mempunyai biaya variabel juga mempunyai biaya tetap. Besarnya biaya variabel secara totalitas akan berubah-ubah sesuai dengan volume produksi perusahaan, sedangkan besarnya biaya tetap sacara totalitas tidak mengalami perubahan meskipun ada perubahan volume produksi.

Karena adanya unsur biaya variabel disuatu sisi dan unsur biaya tetap disisi lain maka suatu perusahaan dengan volume produksi tertentu menderita kerugian karena penjualan hanya menutupi biaya tetap. Ini berarti bahwa bagian dari hasil penghasilan penjualan yang tersedia hanya cukup untuk menutupi biaya tetap tetapi tidak cukup menutupi biaya variabelnya.

Volume penjualan dimana penghasilan total sama besarnya dengan biaya totalnya, sehingga perusahaan tidak mencapai laba atau keuntungan dan tidak menderita kerugian disebut Break Even Point.

2. Kegunaan Break Even Point

Diatas telah dikemukakan bahwa analisa break even point sangat penting bagi pimpinan perusahaan untuk mengetahui pada tingkat produksi berapa jumlah biaya akan sama dengan jumlah penjualan atau dengan kata lain dengan mengetahui break even point kita akan mengetahui hubungan antara penjualan, produksi, harga jual, biaya, rugi atau laba, sehingga memudahkan bagi pimpinan untuk mengambil kebijaksanaan.

Analisis Break Even Point berguna apabila beberapa asumsi dasar dipenuhui. Asumsi-asumsi tersebut adalah :

1. Biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan dapat dikelompokan dalam biaya variabel dan biaya tetap.
2. Besarnya biaya variabel secara total berubah-ubah secara proporsional dengan volume produksi atau penjualan. Ini berarti bahwa biaya variabel per unitnya adalah tetap.
3. Besarnya biaya tetap secara total tidak berubah meskipun ada perubahan volume produksi atau penjualan. Ini berarti bahwa biaya tetap per unitnya berubah-ubah karena adanya perubahan volume kegiatan.
4. Jumlah unit produk yang terjual sama dengan jumlah per unit produk yang diproduksi.
5. Harga jual produk per unit tidak berubah dalam periode tertentu.
6. Perusahaan hanya memproduksi satu jenis produk, apabila lebih dari satu jenis komposisi masing-masing jenis produk dianggap konstan (tetap).

Analisa break even point juga dapat digunakan oleh pihak menejemen perusahaan dalam berbagai pengambilan keputusan, antara lain mengenai :

1. Jumlah minimal produk yang harus terjual agar perusahaan tidak mengalami kerugian.
2. Jumlah penjualan yang harus dipertahankan agar perusahaan tidak mengalami kerugian.
3. Besarnya penyimpanan penjualan berupa penurunan volume yang terjual agar perusahaan tidak menderita kerugian.
4. Untuk mengetahui efek perubahan harga jual, biaya maupun volume penjualan terhadap laba yang diperoleh.

Break even point juga dapat digunakan dengan dalam tiga cara terpisah, namun ketiganya saling berhubungan, yaitu untuk :

1. Menganalisa program otomatisasi dimana suatu perusahaan akan beroperasi secara lebih mekanis dan otomatis dan mengganti biaya variabel dengan biaya tetap.

2. Menelaah impak dari perluasan tingkat operasi secara umum.

3. Untuk membuat keputusan tentang produk baru yang harus dicapai jika perusahaan menginginkan break even point dalam suatu proyek yang diusulkan.

Menurut Harahap (2004) Dalam analisa laporan keuangan kita dapat menggunakan rumus break even point untuk mengetahui :

1. Hubungan antara penjualan biaya dan laba.

2. Untuk mengetahui struktur biaya tetap dan biaya variabel.

3. Untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menekan biaya dan batas dimana perusahaan tidak mengalami laba dan rugi.

4. Untuk mengetahui hubungan antara cost, volume, harga dan laba.

Analisa break even point memberikan penerapan yang luas untuk menguji tindakan-tindakan yang diusulkan dalam mempertimbangkan alternatif-alternatif atau tujuan pengambilan keputusan yang lain. Analisa break even point tidak hanya semata-mata untuk mengetahui keadaan perusahaan yang break even saja, akan tetapi analisa break even point mampu memeberikan informasi kepada pimpinan perusahaan mengenai berbagai tingkat volume penjualan, serta hubungan dengan kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat penjualan yang bersangkutan.

3. Kelemahan Analisa Break Even Point.

Sekalipun Analisa break even ini banyak digunakan oleh perusahaan, tetapi tidak dapat dilupakan bahwa analisa ini mempunyai beberapa kelemahan. Kelemahan utama dari analisa break even point ini antara lain : asumsi tentang linearity, kliasifikasi cost dan penggunaannya terbatas untuk jangka waktu yang pendek. (Soehardi,2004).

3.1 Asumsi tentang linearity

Pada umumnya baik harga jual per unit maupun variabel cost per unit, tidaklah berdiri sendiri terlepas dari volume penjualan. Dengan perkataan lain, tingkat penjualan yang melewati suatu titik tertentu hanya akan dicapai dengan jalan menurunkan harga jual per unit. Hal ini tentu saja akan menyebabkan garis renevue tidak akan lurus, melainkan melengkung. Disamping itu variabel operating cost per unit juga akan bertambah besar dengan meningkatkan volume penjualan mendekati kapasitas penuh. Hal ini bisa saja disebabkan karena menurunnya efesiensi tenaga kerja atau bertambah besarnya upah lembur.

3.2 Klasifikasi biaya

Kelemahan kedua dari analisa break even point adalah kesulitan di dalam mengklasifikasikan biaya karena adanya semi variabel cost dimana biaya ini tetap sampai dengan tingkat tertentu dan kemudian berubah-ubah setelah melewati titik tersebut.

3.3 Jangka waktu penggunaan

Kelemahan lain dari analisa break even point adalah jangka waktu penerapanya yang terbatas, biasanya hanya digunakan di dalam pembuatan proyeksi operasi selama setahun. Apabila perusahaan mengeluarkan biaya-biaya untuk advertensi ataupun biaya lainnya yang cukup besar dimana hasil dari pengeluaran tersebut (tambahan investasi) tidak akan terlihat dalam waktu yang dekat sedangkan operating cost sudah meningkat, maka sebagai akibatnya jumlah pendapatan yang harus dicapai menurut analisa break even point agar dapat menutup semua biaya-biaya operasi yang bertambah besar juga.

Contoh soal BEP

Dipublikasi di perangkat belajar | Tinggalkan komentar

soal ulangan susulan vb 6.0

jawab dg ringkas :
1. apa yang anda ketahui tentang array, procedure, ?
2. Jelaskan struktur2 kontrol yg ada di vb?
3. Jelaskan IDE pada vb 6?
4. Buat sebuah program dg database yg memiliki fasilitas input, edit dan lihat data secara sederhana?
nice
ridwan

Dipublikasi di perangkat belajar, tkj | Tinggalkan komentar

soal uas logika alprog

1. Apa yg dimaksud dg flowchart dan sebutkan symbol2nya?
2. Sebutkan pengertian logika dan algoritma?
3. Buatkan sebuah algoritma dan program pascal menentukan apakah sebuah bilangan adalah bilangan genap atau ganjil?
4. Buatlah sebuah flowchart dan program pascal untuk menentukan bilangan terbesar dari 3 buah bilangan yang diinputkan?
5. Buatlah algoritma dan flowhchart dari rumus dibawah ini

6. Tuliskan algoritma untuk menyelesaikan masalah logika berikut ini :
“Tiga orang normal dengan tiga orang kanibal ingin menyebarangi sebuah sungai, jika jumlah kanibal lebih banyak dari orang normal maka orang normal akan dimangsa oleh kanibal itu dan apabila orang normal lebih banyak dari orang kanibal maka orang kanibal akan dibunuh oleh orang normal, Jika sampan yang digunakan untuk menyeberangi sungai itu hanya muat untuk dua orang bagaimanakah mereka akan menyeberangi sungai itu?”
7. Tuliskan algoritma untuk menyelesaikan masalah berikut :
Seorang penjual minyak membawa 2 drum masing-masing volumenya 30 liter dan keduanya berisi penuh dengan minyak. Ada 2 orang pembeli, yang masing masing membawa jerigen minyak volume 5 liter. Keduanya ingin membeli masing-masing 2 liter dan 3 liter minyak. Penjualnya bingung karena ternyata dia lupa membawa takaran yang dia miliki, sementara digerobaknya hanya ada jerigen 4 lier. Dapatkah kamu membantu penjual ini melayani 2
pembeli itu tanpa takaran?

== Selamat mengerjakan ==

Dipublikasi di perangkat belajar, tkj | Tinggalkan komentar

Soal Ujian Riset Operasi

Berikut adalah Soal Ujian, jawaban dicapture dan dikirimkan via email. Waktu mengerjakan 7 hari terhitung tgl 10 desember 2010.

SOAL 1 (MAKSIMASI)
BAYU FURNITURE memproduksi 2 jenis produk yaitu meja dan kursi yang harus diproses melalui perakitan dan finishing. Proses perakitan memiliki 60 jam kerja sedang proses finishing memiliki 48 jam kerja. Untuk menghasilkan satu meja dibutuhkan 4 jam perakitan dan 2 jam finishing, sedangkan satu kursi membutuhkan 2 jam perakitan dan 4 jam finishing.

Laba untuk tiap meja $8 dan tiap kursi $6. Sekarang kita harus menentukan kombinasi terbaik dari jumlah meja dan kursi yang harus diproduksi, agar menghasilkan laba maksimal.

 

SOAL 2 (MAKSIMASI)

Perusahaan tas “HANIF” membuat 2 macam tas yaitu tas merk DORA dan merk SPONGEBOB. Untuk membuat tas tersebut perusahaan memiliki 3 mesin. Mesin 1 khusus untuk memberi logo DORA, mesin 2 khusus untuk memberi logo SPONGEBOB dan mesin 3 untuk menjahit tas dan membuat ritsleting. Setiap lusin tas merk DORA mula-mula dikerjakan di mesin 1 selama 2 jam, kemudian tanpa melalui mesin 2 terus dikerjakan di mesin 3 selama 6 jam. Sedang untuk tas merk SPONGEBOB tidak diproses di mesin 1, tetapi pertama kali dikerjakan di mesin 2 selama 3 jam kemudian di mesin 3 selama 5 jam. Jam kerja maksimum setiap hari
untuk mesin 1=8 jam, mesin 2=15 jam, dan mesin 3=30 jam. Sumbangan terhadap laba untuk setiap lusin tas merk DORA $3, sedang merk SPONGEBOB $5. Masalahnya adalah menentukan berapa lusin sebaiknya tas merk DORA dan merk SPONGEBOB yang dibuat agar bisa memaksimumkan laba.

 
Soal 3.
PT BAKERY memproduksi tiga jenis roti kering, yaitu pia, bolukismis dan coklatkeju dengan keuntungan tiap jenis produk masing-masing Rp 150, Rp 400 dan Rp 600. Setiap minggu ditetapkan minimum produksi roti pia 25 unit, bolukismis 130 unit dan coklatkeju 55 unit. Ketiga jenis roti memerlukan pemrosesan tiga kali yaitu penyiapan bahan, peracikan dan pengovenan seperti terlihat pada tabel berikut:

Bagaimana formulasi program linear masalah PT Bakery tersebut dan hitung solusi optimalnya!

| 3 Komentar

membagi file menjadi kecil di winrar

Berikut tips untuk membagi file yang berukuran besar itu menjadi file – file yang kecil sehingga kita dapat mentransfernya walaupun dengan flashdisk 1GB. terlebih dahulu instal winrar . karena WinRar  memliki kemampuan “Split to Volumes”…Split to volume adalah kemampuan Winrar untuk membagi file berukuran besar menjadi file berukuran kecil…

Caranya adalah sebagai berikut:

1.Pilih File yang akan di bagi
2.Klik kanan mouse pilih “add to archive”
3.akan tampilan “archive and parameter”
4.Pada bagian bawah ada kolom split to volume
5.Masukan berapa ukuran file yang akan diperkecil.
6.klik ok
Selamat file anda yang berukuran besar sekarang telah menjadi file – file yang berukuran kecil…Untuk mengekstrak tinggal klik aj file tersebut..tapi ingat jangan sampai satupun file tertinggal..karena proses ekstraksi tidak akan berjalan bila salah satu file hilang..

Untuk mengembalikan, cukup ekstrak file winrar yang pertama, karena yang lainnya akan menyatu secara otomatis. ingat file erseut tidak boleh hilang, karena bila ada satu saja file yang hilang, maka akan terjadi kegaga;lan waktu mengekstrak kembali data te

Dipublikasi di TIK, tip triks | Tinggalkan komentar

Nilai UTS Pemrograman Web

Berikut nilai UTS pemrograman Web :

No Nama Mahasiswa MaKul Kelas Nilai
1 arif ramadhani Pemrog Web
MI-2a 0,0
2 RAHMI IRIYANTI
web
MI-2a 60,0
3 ANNISA RACHMADINI web
MI-2a 70,0
4 NOVIA RUSMAWARDANI
web MI-2a 60,0
5 RIZWAN Y WEB MI-2A 100
6 RONI WIJAYA WEB MI-2A 60
7 SABARUDDIN ZAINAL WEB MI-2A 100
8 DESSY NATALIA WEB MI-2A 60
9 CAESAR M.H WEB MI-2A 0
10 SHEILA ROSE WEB MI-2A 60
11 FIBRIA HFR WEB MI-2A 100
12 NATASHA P WEB MI-2A 75
13 NOVITA SARI WEB MI-2A 100
14 IRFAN FERDINAN WEB MI-2A 75
15 JULIAN HARLAN ARDIANTO WEB MI-2A 70
16 ALI MUSTOFA WEB MI-2A 100
17 SUMANTRI WEB MI-2A 80
18 DARA FITRI FRECILLIA DEVI WEB MI-2A 95
19 RUL FANLY RUITANG WEB MI-2A 60
20 DONNY MUCHTAR WIJAYANTO WEB MI-2A 100
21 SIWI PARAMA DJ WEB MI-2A 60
22 LERY PONGBULAAN WEB MI-2A 60
23 NICO ESHA PRAYOGA WEB MI-2A 60
24 ISHARTIWI WEB MI-2A 95
25 MALIK TRI HANDOKO WEB MI-2A 60
26 YUHENDRI FITRI ADITYA WEB MI-2A 0
27 ARDIYANUS ANDREAS WEB MI-2A 75
28 MOKHAMMAD MIFTAKHUL HUDAH WEB MI-2A 75
29 KARLINA ANGGRAENI WEB MI-2A 90
30 OKTARINA WEB MI-2A 60
31 MUHAMMAD AINAL YAQIN WEB MI-2A 60
32 RAHMAWATI DUTIYANUR WEB MI-2A 80
33 PRISKILLA MALINA GANDRUNG WEB MI-2A 60

NIM

NAMA MAHASISWA

NILAI UTS

07.03.046

ARIF RAMADHANI

-

09.03.012

RAHMI IRIYANTI

60

09.03.017

ANNISA RACHMADINI

65

09.03.27

NOVIA RUSMAWARDANI

60

09.03.30

RIZWAN YUSTIANDDA

100

| Tinggalkan komentar