Rotinkehidupan

🍽🍽🍽🍽🍽🍽🍽🍽🍽🍽🍽

Sarapan Yuks…..

1) Hidup itu seperti roti.
🍞🍞🍞🍞🍞
Berawal dari bagian-bagian kecil yang menyatu dengan baik. Tepung, gula, mentega, telur, ragi, dll.

2) Walaupun diaduk, diputar, diremas, dibanting… Semua itu tak merusaknya, bahkan membuatnya makin menyatu, lembut dan kalis.
⌛⌛⌛⌛⌛

3) Hanya setelah bersatu dgn baik, adonan tadi bisa berkembang. Andai tepung terlalu sombong tak mau bersama ragi, ia tentu tetap jadi tepung.
👊👊👊👊👊👊

4) Individu yg mau bersatu dlm sebuah tim akan berkembang bersama timnya. Yg individualiatis, akan tetap seperti ia bermula, bukan siapa-siapa.
👭👭👭👭👭👭

5) Stlh mengembang, adonan dipotong, dicabik, digiling. Tapi justru proses inilah yg mbentuk individu roti jadi long john, kadet ato lainnya.
🍪🍪🍪🍪🍪🍪

6) Ujian tak berhenti sampai di situ, roti pun selanjutnya digoreng atau dipanggang. Ditempa dengan panas malah membuatnya makin berkembang.
🍕🍕🍕🍕🍕🍕

7) Hanya mereka yg selamat dari ujian bantingan, pemotongan dan tempaan panas yg layak dihias dgn topping yg menawan. Yg lain, dibuang.
🍩🍩🍩🍩🍩🍩🍩🍩

8) Ada adonan yg tak menyatu dgn baik, gagal berkembang. Ada yg dipotong terlalu besar, tdk matang. Ada juga yg gosong dlm panggangan.
🍔🍔🍔🍔🍔🍔🍔🍔🍔

9) Seperti itulah hidup. Ada yg gagal di tahap awal, msh bisa mengulang prosesnya. Tapi yg gagal di ujian akhir, gosong di panggangan, dibuang.
❎❎❎❎❎❎❎❎

10) Hanya yg sdh lewati ujian akhir terberat dlm panggangan yg dihias dgn cantik & dihargai dgn nilai yg berkali-kali lipat dari nilai bahannya.
🍰🍰🍰🍰🍰🍰🍰🍰

11) Jadi kalau merasa sdg diputar2, dipukuli bertubi2, dibanting. Bersabarlah, itu tandanya sdg diproses menjadi lbh lembut sprti adonan roti
🍮🍮🍮🍮🍮🍮🍮🍮🍮

12) Kalau merasa didiamkan, dikucilkan, bahkan seperti ditutup dgn kain basah yg pengap. Itu tandanya sdg dlm proses berkembang, seperti roti.
🍘🍘🍘🍘🍘🍘🍘🍘🍘🍘

13) Kalau merasa dipotong, dicabik, digilas… Itu tandanya sedang dibentuk menjadi individu yg unik. Seperti roti yg beraneka macam bentuk.
🍕🌭🍩🍪🍞🍔🍰

14) Klo merasa “panas”… Bersabarlah, krn setelah itu akan lbh berkembang lagi & dihiasi dgn topping yg cantik.
Nilaimu akan lbh tinggi lagi.🎂🎂🎂

15) Oke, itulah tadi “sarapan roti” pagi ini. Selamatu menikmati….

🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁

Silakan dibagi kalau terasa enak 🤗🤗

| Meninggalkan komentar

Ajarkan anak anda bertahan

*Copas niih.. keren banget deh, mau disimpan di sini biar ga hilang..

💥 Kajian Parenting
by ibu Elly risman
(Senior Psikolog dan Konsultan, UI)💥

Pernah mencoba membetulkan keran sendiri? Pasang lampu bohlam sendiri?

Ganti ban motor atau mobil yang bocor di jalan? 

Me-lem sesuatu yang sdh terlanjur patah?

Membuka botol kaca yang Allahu akbar sangat susah di buka?

Memasak sambil menggendong anak bahkan di sambil lg dg menaruh pakaian kotor ke mesin cuci?

Menyetrika sambil bicara dg mertua di telfon dan kaki menggoyang2kan bouncer agar bayi tidak bangun dan menangis tanpa henti?

Hidup ini penuh masalah, cobaan, kesulitan, tantangan

dan pekerjaan susah yang kadang mau tidak mau hrs kita jalani.

Di Indonesia enak. Tkg ledeng terjangkau, pembantu ada, supir banyak yang punya.

Yang pernah (atau masih) tinggal di negara maju tahu betul bahwa pelayan dan pelayanan itu diluar jangkauan saku kita pada umumnya.

Laah yang bekerja saja belum tentu bisa membayar mereka, apalagi yang keluar negri nya untuk ngejar S3…

Kita tidak tahu anak kita terlempar di bagian bumi Allah sebelah mana nanti, izinkan dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri.

Jangan memainkan semua peran, ya jd ibu, ya jd koki, ya jd tkg cuci. Ya jd ayah, ya jadi tukang ledeng, ya jadi pengemudi.

Anda bukan anggota tim SAR, anak anda tidak dalam keadaan bahaya, berhentilah memberikan bantuan bahkan ketika sinyal S.O.S nya tdk ada. Jangan mencoba untuk membantu dan memperbaiki semuanya.

Anak mengeluh sedikit krn itu puzzle tidak bisa nyambung menjadi satu, ‘sini..ayah bantu’. Botol minum ditutup rapatnya sedikit susah, ‘sini.. mama saja’.

Sepatu bertali lama di ikat, sekolah sdh hampir telat ..‘biar ayah aja deh yang kerjain’, kecipratan minyak sedikit ‘sudah sini, kentangnya mama saja yang gorengin’.

Kapan anaknya bisa? Jgn kan di luar negri, di Indonesia saja pembantu sdh semakin langka.

Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana, apa yang terjadi ketika bencana benar2 tiba?

Berikan anak-anak kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri.

Kemampuan menangani stress, menyelesaikan masalah, dan mencari solusi itu keterampilan/skill  yang wajib di miliki.

Yang namanya keterampilan/skill, untuk bisa terampil, ya hrs di latih.

Kalau tanpa latihan, lalu di harapkan simsalabim mereka jadi bisa sendiri??

Kemampuan menyelesaikan masalah dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan.

Bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi, tapi juga lulus melewati ujian badai2 pernikahan dan kehidupannya kelak.

Tampaknya sepele sekarang..secara apalah  salahnya sih kita bantu anak?

Tapi jika anda segera bergegas menyelamatkannya dari segala kesulitannya, dia akan menjadi ringkih .. dan mudah layu.

Susah sedikit… bantuan diminta.
Berantem sedikit ya sdh lah, cerai saja.
Sakit sedikit ngeluhnya luar biasa,
Masalah sedikit… bisa jd gila.

Kalau anda menghabiskan banyak waktu, perhatian dan uang untuk IQnya, habiskan hal yang sama untuk AQ nya juga.

AQ ? Apa itu? Adversity Quotient.

Adversity quotient menurut Paul G. Stoltz dalam bukunya yg berjudul sama, adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami. 

Bukannya kecerdasan ini yg jd lebih penting daripada IQ, untuk menghadapi masalah sehari-hari?

Perasaan mampu melewati ujian juga luar biasa nikmatnya. Merasa bisa menyelesaikan masalah, mulai dari yang sederhana sampai yang sulit, membuat diri semakin percaya bahwa meminta tolong hanya dilakukan ketika kita benar2 tdk lagi bisa.

Setelah di coba berkali-kali, berulang-ulang, tdk menyerah dalam waktu yang lama.

So izinkan anak anda melewati kesusahan.

Tidak masalah anak mengalami sedikit luka, sedikit nangis, sedikit kecewa, sedikit telat dan sedikit kehujanan. Akui kesulitan yang sedang dia hadapi,

Tahan lidah, tangan dan hati dari memberikan bantuan, ajari menangani frustrasi.

Kalau anda selalu jadi ibu peri atau guardian angel, apa yang terjadi jika anda tdk bernafas lagi esok hari?

Bisa-bisa anak anda ikut mati.

Sulit memang untuk tidak mengintervensi, ketika melihat anak sendiri susah, sakit dan sedih

Apalagi dg menjadi orangtua, insting pertama adalah melindungi, jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sendiri juga sebagai orangtua

Tapi sadarilah hidup penuh dengan ketidakenakan dan masalah akan selalu ada.

Dan mereka harus bisa bertahan. Melewati hujan, badai, dan kesulitan, yang kadang tidak selalu bisa kita hindarkan.

“Permata hanyalah arang… yang bisa melewati tekanan dengan sangat baik..”

#parenting_shanti

| Meninggalkan komentar

Sekolah binatang

Syahdan, terbetiklah sebuah kabar yang menggegerkan dunia binatang. Konon, para binatang besar ingin membuat sekolah untuk para binatang kecil. Mereka, para binatang besar itu, berencana menciptakan sebuah sekolah yang memungkinkan semua binatang menjadi pintar dan sangat cerdas, serta serba bisa. Berbagai materi wajib yang harus dimiliki oleh setiap binatangpun dibuat kurikulumnya sebagai panduan. Di dalamnya termasuk semua bidang keahlian binatang, seperti: bidang kehalian memanjat, terbang, berlari, berenang, menggali, dan lain sebagainya. Binatang besarpun mengumpulkan binatang-binatang lain yang benar-benar ahli dalam bidang yang dibutuhkan oleh semua binatang. Pada awalnya, mereka semua dikumpulkan untuk merumuskan macam-macam bidang keahlian yang akan diajarkan kepada semua binatang. Karena banyaknya jenis keahlian, maka dibentuklah Team Perumus Khusus berdasarkan bidang keahliannya masing-masing. Setiap team perumus bermusyawarah, dan hasilnya dibukukan dalam bentuk buku panduan khusus, seperti kurikulum. Binatang Besar memiliki tujuan yang sangat mulia, yaitu mencerdaskan kehidupan semua binatang, tanpa kecuali. Oleh karena itu, merekapun (sesama binatang besar, seperti: gajah, kerbau, kuda nil, buaya, harimau, dan lain sebagainya) bermusyawarah untuk menentukan bidang keahlian utama yang harus dikuasai oleh setiap binatang. Akan tetapi usaha tersebut tidak membuahkan hasil mengingat kenyataan bahwa bidang keahlian yang ada, semuanya sangat penting Anehnya, mereka tidak dapat mengambil kata sepakat tentang subjek mana yang paling penting. Mereka akhirnya memutuskan agar: pada tingkat dasar, semua murid mengikuti seluruh mata pelajaran yang diajarkan. Pada tingkat ini, setiap murid harus mengikuti mata pelajaran memanjat, terbang, berlari, berenang, dan menggali. dilakukan penjurusan sesuai bakat dan minat masing-masing binatang. Pada tingkat ini, setiap binatang bebas menentukan sesuai dengan keahlian yang ingin dikuasainya. Tahun Ajaran barupun dimulai, dan sekolah dipenuhi para orang tua binatang, mulai dari semut, kecoa, lebah, tikus, burung pipit, elang, merpati, ular, kadal, buaya, kucing, musang, kancil, kambing, singa, macan, kerbau, sapi, gajah, kuda nil, dan lain sebagainya, yang ingin menyekolahkan anaknya agar pintar dan memiliki kemampuan yang lebih dibanding orang tuanya. Hari-hari belajar pun dimulai. Para anak binatang sungguh sangat senang karena dapat belajar dan bermain-main bersama. Bukan hanya saling mengenal diantara sesama binatang saja, akan tetapi merekapun mengetahui keanekaragaman dalam dunia binatang. Demikian pula para orang tua binatang, mereka sangat senang melihat anak-anak mereka yang ceria, apalagi mereka sudah diperkenalkan dengan latihan dasar kebinatangan. Orang tua binatang bertambah senang tatkala anak-anak mereka bercerita tentang berbagai macam karakter dan kebisaan teman-temannya. “Wah…, hebat anakku. Suatu saat anakku akan jauh lebih pandai dariku yang bisanya hanya mengorek-ngorek tanah saja.”, cetus induk ayam yang 100% sudah mempercayakan pendidikan anaknya pada Sekolah Para Binatang. “Iyaa…, anakku juga. Aku dan anakku memang jago lari, tapi suatu saat anakku juga akan jago berenang!”, kata induk kelinci. Dan begitu pulalah para orang tua binatang yang lain, mereka semua sangat puas dengan adanya Sekolah Para Binatang tersebut. Pendidikanpun berlanjut dan berjalan lancar. Hingga pada suatu tingkatan (kelas) tertentu, semua anak binatang diajarkan keahlian-keahlian binatang, seperti berlari, berenang, menggali, terbang, menerkam, memanjat, dan lain sebagainya. Semuanya diajarkan, tanpa kecuali. Dan tibalah saatnya pelajaran berenang. Setelah semua anak binatang diberi bekal teori yang cukup panjang lebar, merekapun dikumpulkan ditepian sungai untuk mempraktekannya. Dimulai dari anak katak, ia coba berenang dan hasilnya sangat memuaskan. Demikian pula dengan anak angsa, buaya, kura-kura dan itik, mereka berhasil dengan sangat memuaskan. Dan selanjutnya, tibalah saatnya anak kelinci. Ia berusaha sekuat tenaga, tapi hasilnya…, dia tenggelam. Ia pun tak putus asa, dicoba dan diulanginya lagi untuk berenang sebagaimana petunjuk gurunya, akan tetapi hasilnya tetap sama…, ia tenggelam. Demikian pula anak-anak domba, kucing, sapi, kerbau, dan lain-lain, mereka tetap tenggelam saat belajar berenang. Secara khusus, sang guru berenang, Pak Bebek, memberikan waktu dan pelajaran tambahan berenang bagi semua anak binatang yang belum lulus / belum bisa berenang. Setiap pagi hari, sebelum mereka mengikuti pelajaran-pelajaran berikutnya, seperti: berlari, menggali, terbang, menerkam, dll, mereka diwajibkan latihan berenang selama 30 menit. Saat Pelajaran Berlari, juga terjadi hal yang memusingkan Pak Harimau, Sang Guru Berlari. Pada pelajaran tersebut, hanya beberapa anak saja yang berhasil, seperti: kelinci, tikus, kijang, kucing, kuda liar, dan anak macan, sedangkan anak yang lain seperti: anak bebek, semut, domba, sapi, kerbau, burung, kuda nil, kura-kura, buaya, dll, mereka tidak lulus dan harus mengulang setiap pagi hari selama 30 menit sebelum mengikuti pelajaran berikutnya. Saat Pelajaran Terbang, lebih parah lagi karena semuanya hampir tidak lulus, kecuali anak dari keluarga burung. Mereka yang tidak lulus, seperti: anak-anak domba, kelinci, kancil, buaya, kuda, gajah, macan, jerapah, dll, tetap harus mengikuti Pelajaran Terbang Tambahan 30 menit setiap pagi hari sebelum mengikuti pelajaran yang lain. Demikian pula dengan pelajaran yang lain seperti: memanjat, menerkam, dan menggali, mereka semua (para anak binatang) wajib mengikuti jam pelajaran tambahan yang diberikan secara khusus. Dari hari ke hari dan dari minggu ke minggu, para orang tua binatang menjadi heran melihat perubahan sikap dan tingkat laku anak-anaknya. Sebagai contoh pada: Keluarga Bebek, ia sangat heran ketika melihat anaknya setiap hari belajar dan berlatih menerkam, menggali dan memanjat pohon. Pak Bebek tak pernah sekalipun melihat anaknya berlatih berenang. Keluarga Kelinci, ia sangat heran ketika melihat anaknya setiap hari terus belajar dan berlatih menerkam, menggali, berenang, memanjat pohon dan lain sebagainya. Pak Kelinci tidak pernah sekalipun melihat anaknya berlatih berlari. Demikian pula dengan keluarga binatang lainnya, mereka binggung ketika melihat anak-anaknya yang setiap hari di rumahnya berlatih keahlian binatang lain selain keahlian seperti yang mereka (para orang tua binatang) miliki. Wal hasil …, pada akhir Tahun Ajaran Sekolah Para Binatang ….., terjadi keanehan yang sangat memusingkan pihak sekolah dan membuat bingung semua orang tua para binatang, melihat kenyataan bahwa: “Semua anak binatang sudah lagi menguasai keahlian mereka masing-masing yang diwariskan secara turun-temurun oleh orang tua masing-masing binatang”. Dapatlah dibayangkan jika setiap hari dan setiap saatnya, mereka (anak para binatang) dipaksa untuk melakukan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan keahlian bawaan mereka dari orang tuanya, hingga akhirnya: anak burung sudah tidak mahir terbang, apalagi berenang dan memanjat pohon anak kucing sudah tidak lagi pandai menerkam dan berlari, apalagi berenang dan terbang anak kelinci sudah tidak mahir lagi berlari, apalagi berenang, terbang, menerkam, dan memanjat anak harimau sudah tidak lagi pandai berlari dan menerkam, apalagi berenang dan terbang Dan seterusnya dan seterusnya, mereka semua (para anak binatang) telah berubah dan lupa dengan bakat dan sifat alamiah mereka. Mereka semua telah berubah menjadi makhluk asing di lingkungannya sendiri. Dengan dan tanpa disadari oleh semua orang tua para binatang, mereka menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak-anaknya pada sekolah negara yang dipimpin oleh sang raja hutan, yang berkuasa melalui suatu pertarungan dan pengorbanan harta dan nyawa, yang menghalalkan segala cara. Sudah dapat dipastikan bahwa dalam kurikulum mereka, pastilah menyembunyikan semua hal yang dapat menjatuhkan martabat dan kedudukan mereka, para penguasa dan kroninya. Dan satu-satunya hal yang dimungkinkan dapat menjatuhkan mereka (para penguasa) adalah dalam bidang rohani (agama), demi menjaga kewibawaan dan citra baik tentang dirinya, maka materi pendidikan agama tetap diadakan dengan catatan: diberikannya tambahan materi pendidikan sebagai tandingan pendidikan agama, seperti: Pendidikan Moral Kebinatangan materi pendidikan agama dipaksa dan dibuat agar tidak bertentangan dengan Pendidikan Moral Kebinatangan jumlah jam pelajaran pendidikan agama dibuat sedikit mungkin, dengan alasan berbagi dengan jam pelajaran yang lain guru pendidikan agama juga harus lulusan sekolah yang juga diselenggarakan oleh pihak Dinas Pendidikan Para Binatang itu sendiri dan sejuta alasan lain yang semuanya dikondisikan sesuai dengan keperluan untuk melanggengkan kekuasaan mereka, untuk memutar-balikkan fakta bahwa yang mereka lakukan itu benar, dan juga sekaligus untuk menghilangkan citra dan ketergantungan masyarakat dari para ulama. Tahun berganti tahun, kerajaanpun telah berganti raja, para anak binatang telah tumbuh dewasa dalam kebutaan dan ketidak-tahuan mereka akan jati diri dan tujuan untuk apa mereka diciptakan. Sebagian besar dari mereka benar-benar telah lupa dan ikut menghalalkan segala cara sebagaimana yang dicontohkan oleh para pejabat dan penguasanya. Sekolah Para Binatang benar-benar telah berhasil menciptakan satu generasi baru, dimana hampir semua binatang telah kehilangan sifat murninya sebagai binatang, dan sebagai gantinya adalah generasi baru para binatang yang memiliki sifat unggul dari semua binatang buas, seperti: menghalalkan segala cari untuk memenuhi kebutuhannya menghalalkan segala cara untuk melampiaskan nafsunya hatinya sudah tidak bergetar lagi tatkala mendengar nama Tuhan, dan lain-lain. 

| Meninggalkan komentar

Soluis pendidikan ala steve job

teve Jobs 19 Februari 2012 13:30:27 Diperbarui: 25 Juni 2015 19:27:56 Dibaca : 1,223 Komentar : 0 Nilai : 0 Debat dan diskusi tentang pendidikan Indonesia tak pernah berhenti. Dari mulai falsafah, konsep dasar, tujuan, kurikulum, tata laksana, sarana, hingga pembiayaan, kajian pendidikan negeri ini selalu menghadirkan isu-isu hangat, permasalahan baru, yang terus bertumpuk dan tak pernah selesai. Di atas tataran meja debat dan diskusi, isu pendidikan terus dibahas, formula-formula baru yang menurut sebagian ahli akan mengurai benang kusut pendidikan terus “diujicobakan”. Sementara dunia pendidikan terbaring di meja operasi, anak-anak kita tak pernah behenti bertumbuh dengan sistem pendidikan yang telah lama berurat akar terbukti tidak membangun karakter anak negeri, tetapi menenggelamkan sebagian besar generasi penerus dalam kerusakan karakter. Sebagian kecil golongan elit pintar dan dipintarkan oleh sistem, kesempatan dan kekerabatan yang kepintarannya semakin membumbung di awan, menghasilkan ilmu yang tidak membumi; cemerlang secara teori tetapi nihil penerapan di dunia nyata. Sebagian besar lain terus dibodohkan oleh sistem dan malah menjadi beban di usia produktifnya. Pendidikan gratis menjadi semacam puisi indah pelipur lara karena kenyataan yang sebenarnya justru pendidikan terbaik hadir sebanding dengan besarnya biaya yang dialokasikan untuk program pendidikan. Disadari atau tidak, petinggi negara kita telah membodohi rakyatnya sendiri dengan mempromosikan “pendidikan bersubsidi” sebagai “pendidikan gratis”. Ironisnya petinggi negara kita kemudian dibodohi oleh pelaksana pendidikan karena pendidikan berlabel gratis itu dikonversi oleh banyak petugas pelaksananya untuk mengeksploitasi hak setiap warga negara mendapat pendidikan yang layak menjadi keuntungan-keuntungan materi pribadi. Subsidi pendidikan untuk memberikan pendidikan gratis untuk setiap anak negeri hingga level menengah tidak pernah terwujud, sekolah terus menjadi kilang uang mereka yang menjadi buruh di dunia pendidikan. SPP telah ditiadakan tapi pungutan uang sekolah dengan berbagai label terus berpacu dengan inflasi. Buku gratis yang diterbitkan negara sampai ke tangan siswa di pertengahan semester, ketika siswa telah terpaksa membeli buku tertentu yang diwajibkan gurunya. Proyek-proyek pengadaan sarana dan prasarana sekolah dilakukan perusahaan rekanan atau orang dalam sekolah. Bahkan sudah menjadi rahasia umum di sekolah-sekolah favorit ada kelas yang dikhususkan untuk orang berada dengan membayar tarif tertentu. Ironisnya, gaji pengajar melonjak tinggi sementara di saat yang sama pengajar berstatus honorer yang telah mengabdi berthun-tahun harus hidup dengan gaji jauh di bawah UMR. Sudah sedemikian rumitnya permasalahan dunia pendidikan Indonesia saat ini, hingga tidak jelas ujung pangkal penyelesaiannya. Pendidikan telah sedemikian terseret arus kapitalisme, kehilangan arah dan menjadi alat ekonomi. Solusi pendidikan alternatif Ada sebuah analogi menarik dari seorang jenius amerika, Steve Jobs, yang membandingkan pendidikan dengan pabrik mobil. Dalam sebuah wawancara Steve Jobs mengatakan; pada dasarnya biaya pendidikan lebih mahal daripada harga sebuah mobil. Tetapi dengan nilai uang tertentu kita bisa memilih mobil dari berbagai tipe, berbagai merek, berbagai fungsi, berbagai fitur serta aksesoris, dan semakin hari kendaraan yang dijual produsen mobil tidak hanya semakin baik dari segi fungsi dan kualitas tapi juga semakin indah. Yang menjadi pertanyaan buat Steve Jobs adalah: Kenapa hal yang sama tidak terjadi di dunia pendidikan? Dengan nilai uang yang sama, kita tidak bisa memilih lembaga pendidikan yang paling kita butuhkan. Sekolah cenderung stagnan dari segala sisi, membosankan. Antara sekolah yang satu dengan yang lain tidak bisa dibandingkan secara obyektif, dan tidak ada jaminan seseorang yang melewati proses pendidikan di suatu lembaga mengalami peningkatan kualitas individu, sebagaimana adanya jaminan kualitas dari pabrik mobil. Kita tentu mengatakan: penanganan antara benda mati dengan manusia jelas berbeda. Steve Jobs memandangnya dari sudut lain. Menurut Steve Jobs titik permasalahannya adalah “ketiadaan inovasi dalam dunia pendidikan”. Perbedaan penanganan antara benda mati dan manusia pun tidak bisa jadi alasan karena sesungguhnya industri mobil pernah mengalami stagnansi yang sama, sebagaimana juga stagnasi serupa pernah dialami industri komputer. Sebelum mobil-mobil buatan Ford memasuki pasar, jenis mobil yang diproduksi monoton dan membosankan. Hal yang sama terjadi ketika Ford model T menguasai pasar sebelum inovasi baru hadir di pasar dalam DNA mobil-mobil produksi baru, mobil volkswagen dan mobil-mobil eropa, disusul kemudian oleh inovasi mobil jepang. Seiring bertambahnya pelaku industri, inovasi industri mobil melaju cepat, kualitasnya terus meningkat, sementara harganya relatif turun. Sebagaimana industri mobil, begitu pula yang terjadi di industri komputer, saat Apple memulai bisnisnya pasar sedang didikte oleh IBM.  Ketika pemain-pemain baru kemudian bermunculan menghadirkan inovasi-inovasi baru, industri komputer tercatat sebagai industri paling dinamis dan penuh inovasi. Steve Jobs berpendapat bahwa jika setiap orang diizinkan untuk memilih sekolah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya sebagaimana setiap orang bebas memilih mobil, atau komputer, maka dunia pendidikan akan berkembang sangat pesat karena inovasi. Sebagaimana produsen mobil yang berinovasi menghasilkan produk terbaik untuk sebuah segmen pasar tertentu kemudian berpromosi habis-habisan guna menarik minat pembeli, setiap sekolah di berbagai tingkat akan dipaksa untuk berinovasi menghasilkan program pendidikan terbaik dan mempromosikan program tersebut kepada para (orang tua) calon siswanya. Tugas negara pun menjadi lebih ringan. Tinggal menyusun kurikulum, standar umum kelulusan dan kebijakan pendidikan yang bersifat strategis. Segala macam pengembangan metode pengajaran, praktik hingga penanganan anak berkebutuhan khusus dan hal-hal teknis diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Tidakkah dengan perlombaan inovasi semacam itu justru menjadikan sekolah semakin kapitalis dan negara akan kehilangan otoritasnya? Apakah negara tidak bisa lagi memberikan subsidi biaya pendidikan kepada warganya? Menurut sistem Steve Jobs; sama sekali tidak! Hadirnya inovasi di bidang pendidikan sisi baiknya tidak hanya peningkatan kualitas manusia, tetapi juga subsidi yang tepat sasaran. Bagaimana membuat subsidi pendidikan tepat sasaran ala Steve Jobs? Steve Jobs mengusulkan untuk memberikan “Kupon Pendidikan” kepada setiap anak usia sekolah. Kupon ini memiliki suatu nilai tertentu senilai dengan perhitungan biaya pendidikan seorang anak selama 1 tahun untuk suatu tingkat pendidikan. Kupon ini bisa “dibelanjakan” di sekolah manapun, entah negeri atau pun swasta, yang dia pilih sebagai tempatnya belajar. Negara akan membayar kepada sekolah yang dipilihnya sesuai dengan biaya yang dibutuhkan anak itu untuk menempuh pendidikannya hanya sejumlah biaya riil dikeluarkannya dan maksimal sejumlah nilai kupon yang bersangkutan. Jika perhitungan biaya operasional dan program pendidikan sekolah melebihi budget biaya sekolah seorang anak selama satu tahun, sekolah akan memungut kelebihan biaya kepada siswa. Setiap sekolah bebas menentukan berapa pun biaya pendidikannya setelah secermat mungkin menghitungnya dengan pengawasan negara dan badan independen. Dari anggaran itu bisa ditentukan apakah sekolah akan sepenuhnya tergantung subsidi atau menarik biaya tambahan dari siswa. Berapa pun biaya yang harus dibebankan kepada siswanya, selama sebuah sekolah bisa menarik minat siswa dan memberikan harga yang pantas sesuai kualitas pendidikan yang ditawarkannya, sekolah maupun siswa akan saling mengisi kebutuhan masing-masing. Undang-undang dasar negara kita mengamanatkan jaminan bahwa setiap warga negaranya mendapat pendidikan yang layak, tidak pandang orang tersebut kaya atau pun miskin di manapun ia bersekolah. Yang terjadi saat ini adalah: negara hanya mensubsidi siswa yang bersekolah di sekolah negeri, mereka yang bersekolah di sekolah swasta hanya sedikit menikmati subsidi, padahal hak mereka sebagai warga negara adalah sama dengan mereka yang di sekolah negeri. Dengan memberikan modal dan kebebasan kepada setiap warganya untuk memilih sekolah sesuai kemampuan dan kebutuhannya, akan tercapai ekuilibrum antara sekolah yang memberikan fasilitas dan program unggulan namun memungut bayaran lebih dengan sekolah yang sepenuhnya membiayai diri dari subsidi. Sekolah negeri atau pun swasta akan memperoleh kedudukan yang sama. Tidak ada status sekolah favorit turun temurun, sekolah yang memungut biaya tinggi dan hanya bisa menyajikan program pendidikan ala kadarnya sudah pasti akan sepi peminat, kalah oleh sekolah yang memberikan program pendidikan yang sama namun bebas biaya. Demikian pula sebaliknya sekolah yang hanya menjual pendidikan gratis tanpa inovasi bisa saja kalah oleh sekolah yang lebih mahal namun diisi oleh tenaga pengajar dinamis yang menawarkan pendidikan berkualitas tinggi. Pendek kata hanya sekolah yang bisa memberikan yang terbaik sesuai kebutuhan siswanya yang akan bertahan dan mendapat status favorit. Yang kemudian menjadi pertanyaan, jika metode Steve Jobs ini dilaksanakan akankah dapat memberikan solusi bagi dunia pendidikan Indonesia? Well, susah menjawabnya, meskipun Steve Jobs bukan ahli pendidikan dan hanya orang drop out kuliah, setidaknya Steve Jobs telah berhasil membangun dan memimpin sebuah perusahaan yang asset dan kekayaannya bisa melunasi hutang Indonesia. Menariknya, Steve Jobs menyebut kantor pusat Apple sebagai “Apple Campus” atau secara konotatif: Lembaga Pendidikan Apple, jadi selain CEO Steve Jobs juga seorang Rektor. Jadi ? 

| Meninggalkan komentar

Android

” Android NU yang Sensitif ”

PCNU di sebuah Kota menetapkan bahwa seluruh pengurus diwajibkan memiliki HP Andorid. Hal ini dimaksudkan agar komunikasi antar-pengurus lebih efektif dan efisien. Karena dengan HP Android, pengurus tidak hanya bisa telepon atau SMS saja, tetapi juga bisa posting gambar, mengirim file hingga broadcast hal-hal penting yang harus segera diketahui bersama.

Karena sudah menjadi suatu keharusan dan demi kelancaran tugas tugas organisasi  Pak Samad  akhirnya meminta anaknya untuk membelikannya HP Android.

Suatu hari menjelang tidur siang, Pak Samad terganggu oleh bunyi pesan HP barunya. Berkali-kali bunyi itu terdengar, maklum saja Pak Samad sudah masuk dalam grup Telegram PCNU yang beranggotakan puluhan orang. 

Aplikasi telegram pun dibukanya dan tampillah beberapa pesan dari rekan-rekan pengurus. Dari sekedar menulis “ wkwkwkwkwk”, “He he he he”, “Astaghfirullah.., Pak Samad…”,  hingga pertanyaan menggoda lainnya. Pertanyaan serius datang dari Rais Syuriyahnya

“Foto apa itu Pak Samad..?”.

Dalam keadaan malu campur bingung pak Samad menjawab sekenanya dengan menulis pesan;

“Itu Android NU…”

Pak Samad teringat ketika melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah di Masjid tadi. Selesai shalat, ia mengambil HP-nya dan alangkah kagetnya saat melihat sebuah foto muncul di layar HP Androidnya. Pak Samad pun bermaksud menghapus foto itu dengan mengklik dialog-dialog yang tampil. Padahal ia sendiri belum menguasai seluk beluk HP Android.

Apa yang dilakukan Pak Samad tersebut bukannya menghapus foto itu tetapi justru membuat sang fototer kirim ke grup Telegram PCNU-nya dan dilihat oleh seluruh anggota.

Rupanya karena terburu-buru mengejar raka’at pertama waktu shalat berjamaah tadi, Pak Samad secara tidak sengaja meletakkan HP Androidnya di antara dua kakinya yang kebetulan hanya menggunakan kain sarung dengan posisi kamera menghadap ke atas.

Karena saking sensitifnya HP sehingga tanpa disadari oleh si empunya, kamera HP Android itu bekerja dengan sendirinya, kamera super canggih itu mengabadikan obyek dalam sarung. (Salam satu jiwa)

| Meninggalkan komentar

Markrt in venus

Marketing In Venus

Rating : 

Anda tahu John Gray? Dia seorang mahaguru human relationship yang lagi ngetop dengan bestselling-nya, Men are from Mars, Women are from Venus. Di situ dia bicara banyak soal bagaimana membina relationship antara pria dan wanita. Di antaranya dia menyebut bahwa pria yang berasal dari planet Mars memiliki rasionalitas lebih tinggi daripada wanita yang berasal dari Venus. Mereka kemudian menetap di bumi di mana kerap terjadi perselisihan di antara keduanya. Dan sekarang yang terjadi, sang pria mengajak si wanita untuk kembali ke Venus ke tempat di mana emosi lebih dikedepankan daripada berpikir logis.

Bumi yang sekarang bukanlah bumi yang dulu. Venus identik dengan wanita. Bumi telah menjadi Venus. Intinya untuk memahami karakter konsumen di Venus setidaknya Anda harus tahu betul bagaimana memahami wanita. Begitulah yang ingin disampaikan buku ini dengan 18 Guiding Principles Marketing in Venus-nya.

Ini adalah sebuah riset yang cukup panjang dengan objek penelitian perusahaan besar dan ternama seperti Microsoft, McDonald, The Body Shop, General Electric dan sederet nama beken lainnya. Riset saya yakini keabsahannya karena didukung oleh para researcher handal di MarkPlus seperti Yuswohady, Dewi Madyani, dan Bembi Dwi Indrio. Team Markplus dipimpin Pak Hermawan kertajaya tampil mengesankan dengan buku yang sangat nikmat ini.

Teknologi informasi menuai keberhasilan bukan karena teknologi nya tetapi karena pesan emosional yang dibawa oleh produk bersangkutan. Lihat saja bagaimana Connecting People-nya Nokia mampu secara signifikan menggeser kedudukan Erricson yang lebih mengunggulkan sisi kemajuan teknologi canggih pada ponsel-nya. Kemudian Yahoo!Messenger yang kalau Anda lihat banyak menampilkan fitur emoticons yang didesain sedemikian rupa untuk mewakili perasaan hati si user. Produk-produk seperti inilah yang banyak membawa sukses karena si produsen tahu betul bagaimana memberikan treatment secara emosional pada pelanggan.

Perlu Anda tahu bahwa market share penduduk Venus telah terbagi menjadi 2, yaitu Women dan Wo-Men (Women Oriented Men). Ini berarti bahwa di Venus pun, para PRIA harus diperlakukan secara halus sebagaimana Anda memperlakukan wanita. Coba Anda lihat bagaimana saat ini pria pergi ke salon untuk manicure, pedicure, atau bahkan mandi uap. Produk ponsel pun dilengkapi dengan fitur MMS dimana pria dapat mengirimkan pesan bergambar daripada mengungkapkan perasaan hati dengan untaian kata panjang dan puitis. Produsen memahami betul bahwa pria tidak mampu memikirkan banyak hal secara simultan. Ini berbeda sekali dengan wanita.

Berikutnya Anda perlu perhatikan bahwa Mind tidak lagi mendominasi proses jualan produk. Lebih baik lagi kalau eMotion juga dipertimbangkan sebagai unsur yang diharapkan mampu mendongkrak angka penjualan. Keberhasilan iMac dalam mentarget pemasarannya pun tidak terlepas dari kepiawaiannya meneropong masa depan. iMac tahu betul bahwa functional side tidak melulu harus dinomorsatukan. Bentuk dan desain produk iMac yang ergonomis dan unik menjadikan para desainer grafis, mayoritas pengguna iMac begitu mengidolakan produk ini.

Untuk lebih sukses menjual, cari tahu hidden expectation dari si pelanggan dan gunakan intuisi dan bukan interpretasi dalam strategi Anda. Ini yang terjadi pada FedEx yang pada awal pendiriannya menuai banyak hinaan dan cibiran. Mengikuti intuisi seringkali membawa keberuntungan bagi Anda.

Di Venus, Anda juga harus lebih proaktif melihat peluang. Sampoerna A Mild dengan How Low Can You Go atau Bukan Basa Basi-nya membawa style yang kalau saya bilang sangat distinctive bila dibanding dengan yang lain. Fakta ironis-nya, produsen rokok lain juga ikut-ikutan bikin strategi pemasaran yang serupa untuk mengkomunikasikan produk mereka ke khalayak. Penting juga kalau produk Anda memiliki karisma. Kalau sudah punya karisma, pelanggan akan mati-matian membela produk Anda jika produk tersebut dihina orang lain. Anda pasti sering mengamati kasus seperti ini.

Bisnis bukanlah aktifitas yang kaku layaknya kertas semen yang susah untuk dilipat. Bukan pula hanya hitungan untung rugi yang jadi bagian penting dalam kegiatan ini. Bagaimana memberikan service yang baik bagi pelanggan saya pikir adalah yang terbaik yang untuk menjalin sebuah relationship bisnis yang lebih humanis. Tentu dengan tidak mengurangi spirit berbisnis Anda bahwa Bisnis adalah Bisnis.

Positioning berkaitan erat dengan janji. Reliabilitas berhubungan dengan keakuratan. Semuanya sama sama penting. Hasil kerja yang akurat dan terselesaikan sesuai dengan deadline akan sangat menggembirakan pelanggan. The Body Shop telah membuktikan hal ini. Dengan slogan Against Animal Testing, perusahaan yang dipimpin Anita Roddick ini mengusung misi penting soal lingkungan hidup di samping juga memberikan argument yang memang valid bahwa mereka tidak pernah menguji coba hasil produk terhadap binatang.

Marlboro juga bukanlah rokok yang enak betul dipandang dari segi citarasa. Biasa-biasa saja. Nggak banyak beda dengan yang lain. Saya memang bukan perokok, tapi saya pernah menanyakan hal itu ke beberapa penggemar rokok ini. Apa sih yang menarik dari Marlboro? ?Ada semacam petualangan khusus ketika kita mengisapnya,? begitu kata teman saya. Saya jadi bingung, merokok dalam kepetualangan? Sejurus kemudian saya berpikir dan memang ada benarnya. Strategi komunikasi pemasaran mereka dengan slogan Come to Where the Flavor Is dengan ikon tokoh Cowboy sangat mengilhami para pecinta rokok putih untuk turut berpetualang. Inilah yang disebut bahwa Context di Venus lebih penting dari Content. Imaginasi lebih penting dari kenyataan.

Anda penikmat kopi sejati, mungkin pernah mendapatkan pengalaman khusus di Starbucks Coffee. Rasa dan aroma kopi sama saja. Tidah lebih nikmat dari kopi tubruk bikinan warung di pinggir jalan mungkin. Namun hasil survey menunjukkan bahwa jutaan pelanggan Starbucks di seluruh dunia justru kerasan dengan suasana yang diciptakan restoran. Experiential Marketing Strategy inilah yang diakui sangat jitu membidik konsumen di Venus.

Louis Vitton dalam perjalanan bisnis barang mewahnya diprediksi bakal mengalami kejatuhan karena penentuan harga jual yang dianggap kaku. Ternyata ramalan ini salah besar karena justru dengan pricing yang konsisten inilah, pelanggan Venus tidak akan kebingungan. Harga barang di outlet manapun di seluruh dunia tetap sama.

Membangun komunitas di antara pelanggan adalah jurus pemasaran paling strategis di Venus. Lihat saja bagaimana komunitas Harley Davidson Owners Club (HDOC) yang memiliki sense of belonging sangat kuat terhadap produk motor besar ini. Vroom vroom suara motor dengan nilai jual luar biasa. Tongkrongan lebih penting dari kwalitas, kesan lebih penting dari produk.

Amazon.com berhasil menangguk sukses besar dari jualan bukunya. Bukan karena koleksinya yang lengkap. Juga bukan karena buku-buku tersebut berkelas. Amazon.com bisa berhasil karena para pecinta buku pengunjung situs bisa memberikan ulasan atau resensi buku-buku terbitan Amazon.com. Inilah kekuatan word of mouse.

Membina relationship dengan pelanggan tidak cukup hanya dengan treatment secara general. Di Venus, Anda harus membina relationship dengan konsep one to one. Da Vinci, produsen furniture kelas dunia tidak hanya jualan barangnya, tapi dia juga memberikan advice, mendesain produk bersama pelanggan, dan bahkan merancang interior rumah Anda.

Marketing in Venus juga sangat menarik karena pada bagian akhir disajikan Appendix yang mengulas khusus jualan di Venus ala Martha Tilaar, perusahaan kosmetik ternama di Indonesia. Anda mungkin pernah menonton Martha Tilaar Marketing in Venus di Metro TV? Program TV Magazine ini memang ditujukan untuk role model Marketing in Venus.

Nah, untuk para marketer, salesperson, dan para businessman, Marketing in Venus adalah bacaan wajib Anda saat ini. Team Markplus telah bekerja cemerlang. Saat sisi humanis pelanggan sangat mempengaruhi akseptabilitas sebuah produk, maka kinilah saatnya Anda bisa meraih keuntungan dengan mengaplikasikan 18 Prinsip Marketing in Venus. Selamat membaca.

| Meninggalkan komentar

Marketing in venus

Sebuah buku cukup fenomenal dibidang marketing yang mengulas trend pemasaran masa depan dengan adanya perubahan pola prilaku konsumen dari hasil pemikiran seorang expert marketing. Herman kartajaya berhasil membalikan anggapan tradisional marketing dengan adanya trend baru dengan mengambil contoh kasus nyata beberapa perusahaan yang terbentuk mengikuti prinsip venus. Tidak salah lagi kalau pakar marketing AS, Dr.Philip Kotlermemberikan komentar terhadap pemikiran Founder MarkPlus & Co dan presiden World Marketing Association (WMA) dalam kulit muka buku ini sebagai berikut :

Hermawan Kartajaya, a world class marketing modeler, has blended the latest marketing rend with a conceptual foundation. He show the other side of marketing in this interactive world. The reading is easy, fun anda provocative”

Butir pemikiran Hermawan Kartajaya sebagai kumpulan materi seminar yang terangkum dalam judul The Guiding Principles of Marketing in Venus bersama rekan-rekannya di MarkPlus & Co yang dipublikasikan dalam acara TV Magazine Metro TV bersama Martha Tilaar Group.

Dalam pengantarnya mengulas keberhasilan teknologi ponsel Nokia untuk meraih pangsa pasar Ericksson yang menyebabkan ambruknya perusahaan ponsel sehingga diakuisisi oleh Sonny. Ternyata slaah satu keberhasilan Nokia terletak dalam mengolah dan mengendalikan pola prilaku konsumen yang lebih manusiawi yang menempatkan teknologi yang mampu melayani dan mengakomodasi manusia seutuhnya, bukan teknologi canggih yang diciptakan untuk kecanggihan itu sendiri. Dimana teknologi secara alamiah bias menyentuh sisi kemanusiaannya yang membawa pesan emosional bukan lagi tanggapan rasional lagi. Dapat kita lihat slogan Nokia “Connecting people”-nya jauh lebih emosional daripada “Make your heard”-nya Ericksson.

Apabila dilihat dari karakter konsumen yang emosional jelas diduduki posisinya oleh wanita, tetapi menurut Hermawan dunia sudah terbalik kaum pria ternyata sekarang jauh lebih emosional disbanding wanita. Digambarkan dunia mars yang dihuni lelaki sekarang berubah menjadi Venus yang banyak dihuini kaum wanita. Dari perubahan trend pola prilaku inilah lahirlah fenomena “Metroseksual” dalam trend pemasaran, istilah ini diambil dari penulis Inggeris Mark Simpson yang mengartikan konsumen metroseksual ini sebagai “sosok pria dandy yang mencintai dirinya sendiri (narcisis) dan juga gaya hidup urbannya” Menurut Hermawan fenomena ini lahir akibat banyaknya wanita bekerja disektor yang dahulu didominasi kaum pria sehingga proporsi kerja kerah putih ini semakin bertambah yang menyebabkan pria dituntut tampil menarik dan promosi trend majalah pria yang merubah image pria dandy dan fashionable.

Untuk lebih jelasnya konsepsi Marketing in the Venus ini terangkum dalam The 18Guiding Principles of Marketing in Venus, antara lain sebagai berikut :

Prinsip # 1 Information technology carries more emotional messages.

Teknologi informasi yang berhasil adalah teknologi yang membawa pesan emosional. Sebagaimana kasus persaingan Nokia-Ericksson, dimana konsumen lebih tertarik dengan perlengkapan teknologi yang dalam pendekatan pemasarannya lebih menekankan sisi emosional ketimbang menawarkan kecanggihan teknologi. Human strategy Nokia ini akhirnya diikuti oleh raksasa ponsel Asia Samsung dengan tagline “DigitAll passion”-nya yang menempatkannya pada posisi ketiga dengan tingkat pertumbuhan 49 % dari pesaingnya.

Prinsip # 2 Most customers in this interactive world are WO-MEN.

Lahirnya orientasi WO-MEN dimana kaum pria berprilaku seperti wanita dan jauh loebih emosional mengikuti hukum wanita-woman always pay attention to detail. Dalam pemasaran modern trend sensitifitas konsumen inilah yang harus diolah secara terperinci dengan memanfaatkan segi emosional konsumen.

Prinsip # 3 Most competitive advantages are from feel benefits.

Konsepsi WO-MEN menyebabkan terjadinya pergeseran dimana keunggulan bukan lagi hanya ditentukan oleh mind, tetapi emotion yang salah satunya orientasi feel benefit.

Prinsip # 4 Customer insight is the best tool to find out customer’s hiddens needs.

Prinsip ini konsumen diusahakan dalam kondisi “feel good” terhadap produk yang kita tawarkan. Kemudian berupaya menggali apa sebenarnya kebutuhan konsumen? Untuk menjawabnya, salah satunya adalah meneliti Customer insight sedemikian rupa dengan menyembunyikan maksud tujuan pada responden.

Prinsip # 5 Be intuitive, not interpretative.

Untuk memahami feel good konsumen seorang pemasar harus menggunakan intuisidalam membaca perubahan dan dinamika pasar, tak hanya interpretasi semata-mata. Melalui riset ke market place dengan menjaring informasi sehingga menambah reservoir of wisdomdalam mengambil keputusan sehubungan dengan konsumen.

Prinsip # 6 Be proactive not reactive.

Kajian lain dari prinsip venus adalah selalu memperhatikan hal-hal kecil secara proaktif tidak sekedar reaksi. Hermawan menyarankan jangan takut untuk mendobrak aturan yang telah ada, justru buatlah new rules of the games dengan mempelajari hal lain, sehingga tercipta pola baru.

Prinsip # 7 Your brand must have charisma.

Sorotan terhadap brand sebagai bentuk differensiasi dalam perusahaan, maka menurut prinsip venus, brand harus membentuk karisma merek. Tanpa inspirasi, fanatisme dan aura yang melingkupi sebuah merek, para pelanggan di venus tak akan mampu melihat adanya karisma didalam merek dan tanpa karisma anda tak akan mendaptkan loyalitas pelanggan.

Prinsip # 8 Empathy has a significant contribution in service.

Diplanet bumi dimana pria dominan, keandalan produk dan layanan selalu menjadi yang terpenting dalam kualitas layanan alias servqual. Di planet yang emosional ini empati merupakan hal yang terpenting dalam layanan.

Prinsip # 9 Involve your customers in the business process.

Pergeseran era product-centric marketing ke customer-centric marketing menuntut pemasar untuk mau tak mau melibatkan pelanggan dalam proses bisnis, bias melibatkan dalam proses product development, routine order delivery atau customer handling. Pelibatan pelanggan ini akan meningkatkan ownership mereka terhadap produk kita sehingga libatkanlah secara sungguh-sungguh sehingga merek apunya andil dan kontribusi terhadap perusahaan.

Prinsip # 10 View your market dynamically, use invinite segmentation.

Sisi lain dalam prinsip venus ini akan fatal kalau kita mengsegmentasi pasar berdasarkan kondisi geografis. Gunakanlah segmentasi berdasarkan variable psikografis dan prilaku yang jauh lebih baik dan presisi.

Prinsip # 11 Don’t forget t target the heart.

Lepas secara fisik mereka adalah lelaki dan wanita, mereka perlu untuk disentuh hatinya. Kepala mereka telah dipenuhi dengan limpahan informasi yang membingungkan tentang brand yang beragam, sehingga di venus, “encouraging the heart” tak hanya valid untuk pelanggan internal, tapi juga eksternal.

Prinsip # 12 Be credible on your promise.

Kredibilitas dalam memenuhi janji kita kepada pelanggan sangatlah penting di venus. Wanita akan membenci produk anda selamanya, jika anda membohongi mereka, walaupun itu anda lakukan satu kali.

Prinsip # 13 Content is only basic, context is the winning formula.

Untuk memenangkan persaingan di venus, anda harus bermain di konteks- how to offer. Sementara konten what to offer – yang bagus adalah keharusan. Tapi itu saja tidak cukup, karena konten adalah persayaratan dasar. Konten hanyalah tiket untuk masuk dalam arena persaingan, bukan untuk ,memenangkan persaingan. Konteks adalah tiket anda untuk memenangkan persaingan di venus.

Prinsip # 14 Product anda service should be an experience.

Di venus semua produk dan layanan yang anda berikan haruslah mempu memberikanmemorable experience kepada pelanggan. Tanpa itu, produk anda akan dianggap sekedar sebagai kmoditi, bahkan jika mempunyai ekuitas merek yang hebat sekalipun.

Prinsip # 15 Pricing must be easy to understand.

Pricing harus gampang dipahami pelanggan venus. Memang harga produk anda tidak boleh murah, namun lebih dari itu kebijakan harga anda tak boleh rumit sehingga sulit dimengerti pelanggan. Harga anda tidak boleh berubah-rubah setiap saat, karena penduduk venus akan bingung, berapa harga sebenarnya. Jika sudah terjadi hal seperti ini, penduduk venus akan berfikir bahwa si produsen sebenarnya menipu dia dengan menerapkan kebijakan harga yang tidak konsisten. Apalagi jika harga yang diberikan tidak sesuai dengan perceived value-nya.

Prinsip # 16 Community is the best channel.

Saluran distribusi yang baik di venus adalah komunitas. Wanita paling suka diasosiasikan dengan sebuah komiunitas. Dan teknologi informasi telah menghasilkan sebuah komunitas dunia yang begitu besar, deimana para anggota komunitas biasa saling ngobrol, bercengkrama, mengagumi, mengkritisi dan berbagirasa selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari setahun.

Prinsip # 17 Personal conversation is the most effective communication.

Karena itu, komunikasi personal, bukannya pengiklanan massal, merupakan media komunikasi yang paling efektif di venus. Di venus pendekatan komunikasi broadcasting menjadi tidak relevan lagi dan karenanya harus diganti dengan pendekaran pointcasting, sehingga interaksi people to people atau peer to peer kemudian menemukan critical mass-nya di venus. Yang terpenting dalam interaksi people to people adalah interaktivitas pada level sejajar dan egaliter.

Prinsip # 18 Relationship is the key of successful selling.

Prinsip terakhir dari the guiding principles of marketing in venus adalah mengenai penjualan atau selling. Dapat dikatakan bahwa pelanggan di venus paling tidak suka digurui dalam penjualan. Mereka lebih menyukai relationship. Ciptakan dan peliharalah relationship jangka panjang, kami yakin anda akan dapat meningkatkan share of wallet dari pelanggan anda.

Pada akhir prinsip ini, biasa dikatakan bumi telah menjadi venus. Dan karena bumi telah menjadi venus, semua pendekatan, model bisnis, strategi dan taktik yang dulunya begitu ampuh di bumi, kini menjadi obsolete, kuno tak memadai lagi, bahkan tak relevan lagi. Dibutuhkan seperangkat pendekatan dan strategi baru yang lebih sesuai dengan kondisi di planet baru ini.

Demikianlah sekilas uraian dari buku “Marketing in Venus” ini yang menguraikan perubahan dan trend baru dalam pemasaran dan diharapakan perubahan ini bisa dijadikan sebagai bahan referensi yang baik dalam merubah kinerja perusahaan dalam meningkatkan kredibilitas perusahaaan dimata pelanggan.

Selamat datang

| Meninggalkan komentar