masuk surga sekeluarga

Syafiq Cell:

✨✨🍃🌺🍃✨✨

*CARA MASUK SURGA SEKELUARGA*

✨✨✨✨✨✨✨

*Oleh: Ustadz Bachtiar Nasir* 
 *1. Coba suatu hari ingatkan seluruh anggota keluarga begini;* 

*”AYO , KITA KERJASAMA AGAR MASUK SURGA “*
*2.* *BAGAIMANA CARANYA?*

*Lihat Qs.* *Ath-Thur 21-27.*

“Para penghuni surga membocorkan rahasianya bagaimana cara masuk surga sekeluarga. Mau tau?”
*3. Ceritanya penghuni surga saling bercengkerama berhadap-hadapan*, masing2 bertanya jawab bagaimana keluarga kalian dulu, *KOK BISA MASUK SURGA?*
*4. JAWABANNYA SERAGAM :*

“Kami bisa masuk surga karena dulu di dunia, di keluarga kami *SALING MENGINGATKAN* satu sama lain tentang siksa pedih neraka”.
*5. Karenanya VISI RUMAH TANGGA* orang beriman adalah:

“Peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa neraka”.

(Qs.At Tahrim; 6). 
*6. RUMAHKU SURGAKU*, 

akan terjadi jika masing2 anggota keluarga memelihara dirinya dan mengingatkan anggota keluarga lainnya dari siksa neraka.
*7. SIAPA YG TAK SEDIH*

jika ada salah seorang anggota keluarga ( Bapak , ibu, kakak atau adik) terjerumus ke lingkungan siksa neraka?
*8. Setiap anggota KELUARGA PASTI SANGAT SEDIH*  jika bahtera keluarga pecah dan karam akibat terpaan gelombang kehidupan dunia yang mematikan.
*9. Agar masuk surga sekeluarga*, ingatkan anggota keluarga kita yang sedang khilaf berbuat dosa atau lalaikan perintah Allah, *JANGAN DIBIARKAN.*
*10. JANGAN KECEWA* kalau peringatan kita diabaikan, atau malah dilecehkan, karena dakwah di tengah keluarga kadang lebih berat. 

*TERUSLAH MENGAJAK* keluarga berjalan sesuai Al-Quran dan hadist. 

*JANGAN LUPA*  doakan agar terbuka hati dan pikiran
*11. Nabi Nuh as* tak pernah bosan mengingatkan anaknya yg tersesat, Nuh as terus mendoakannya sampai akhirnya *ALLAH TENGGELAMKAN* Kan’an.
*12. Nabi Luth as* tak pernah berhenti memperingatkan istrinya yang membangkang, sampai akhirnya Allah *BINASAKAN ISTERINYA* bersama kaum sodom. (Qs.al- Hijr : 61-66)
*13. Asiah binti Muzahim*, tertatih-tatih peringatkan suaminya Fir’aun, konsisten mendidik Masyithah & Musa as, akhirnya *ASIAH YG DIBUNUH Fir’aun.*
*14. Habil tak pernah takut mengingatkan dan menasehati kakaknya Qabil*, *RASA IRI DENGKI*  berkecamuk sampai akhirnya Habil dibunuh Qabil.
*15. Agar bisa MASUK SURGA SEKELUARGA* perlu perjuangan dan pengorbanan yang besar, selain itu kesabaran dan konsistensi juga harus dilakukan.
*16. INGATKAN SUAMI* agar bekerja ditempat yang halal, jangan bawa pulang penghasilan yg haram, krn akan jadi bahan bakar neraka rumah tangga.
*17. INGATKAN ISTERI* agar memperhatikan pola konsumsi halal untuk keluarga, anak-anak akan susah diajak taat dan ibadah jika mengonsumsi yang haram.

(Qs.al- Maidah : 88, al- Baqarah : 168)
*18. INGATKAN ANAK2* bahwa bahan bakar neraka adalah batu dan manusia, jangan sampai salah seorang dari kita jadi bahan bakarnya neraka. (Qs.At- Tahrim : 6)
*19. INGATKAN TERUS* ttg syarat sah menjadi seorang muslim (rukun islam) : dua kalimat syahadat, sholat, zakat, puasa, pergi haji jika mampu. (Qs.al-Baqarah : 110, 177-178)
*20. CERITAKAN* bahwa penjaga neraka adalah para malaikat perkasa yang kuat dan kasar, mereka tak pernah khianati Allah & pasti laksanakan perintah-Nya. (Qs.At-Tahrim : 6)
Semoga bermanfaat buat kita dan keluarga kita masing-masing.
اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ
Semoga kita bersama keluarga kita sampai akhirat dg *Husnul Khotimah*
.آمــــــــــين يا ربّ العالمــــــــين.

Iklan
| Meninggalkan komentar

7 kunci kebahagiaan

TUJUH KUNCI 

KEBAHAGIAAN 🔑🔑🔑🔑🔑🔑🔑
1- Jangan membenci siapapun,

    sekalipun ada yg menyalahi hakmu
2- Jangan pernah bersedih

secara berlebihan

   sekalipun problem memuncak
3- Hiduplah dalam kesederhanaan

    sekalipun serba ada
4- Berbuatlah kebaikan

       sekalipun bnyk musibah
5- Perbanyaklah memberi

      walaupun anda sedang sudah
6- Tersenyumlah walaupun 

    hati anda sedang menangis
7- Jangan memutus doa untk saudara mukmin
( Ali bin Abi Thalib )🌸🍃

| Meninggalkan komentar

masih waraskah?

Sudah jangan GR….ini program sutradara GM Illuminati….
*Masih Waraskah Bangsa Kita?*
Oleh : Hersubeno Arief
Judul tulisan ini bukan sebuah pertanyaan retoris. Tapi pertanyaan serius secara harfiah, “Apakah bangsa kita memang benar masih waras?”
 Semua hal di negeri ini diperdebatkan, diplintir, digoreng, dipersekusi. Sekarang trendnya, alih-alih beradu argumentasi, berdebat dengan baik, mereka lebih memilih langsung laporkan ke polisi. 
Isu yang paling baru adalah dipilihnya –bukan terpilihnya—Halimah Yacob seorang wanita muslim Melayu, menjadi Presiden Singapura.
 Bagi kelompok yang selama ini selalu mengklaim mengusung ide-ide pluralisme, anti intoleransi, tampilnya Halimah Yacob sebagai bukti bahwa negara tetangga tersebut sangat menjunjung tinggi pluralisme, tidak ada diskriminasi. Berbeda jauh dengan Indonesia.
Bagaimana tidak hebat tetangga sebelah ini. Dengan mayoritas Cina non muslim (74%),  tapi minoritas Melayu (13%)  beragama Islam pula, kok bisa jadi presiden.
 Inilah bukti bahwa pluralisme dijaga, hak minoritas dihormati, tidak ada intoleransi.  Bukti bahwa tidak ada diskriminasi dalam berpolitik. Di atas itu semuanya, inilah bukti nyata bahwa demokrasi telah berjalan dengan sangat baik. 
Mereka abai atau sengaja menafikan fakta bahwa dibandingkan dengan Indonesia, demokrasi di Singapura tidak ada apa-apanya. Di  Indonesia banyak pemimpin non muslim yang terpilih dalam kontestasi pilkada  di daerah yang mayoritasnya Islam.  
*Gubernur  Kalbar Cornelis, mantan Gubernur Kalteng dua periode Teras Narang dan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo adalah beberapa contoh figur non muslim yang terpilih di provinsi dan kota berpenduduk mayoritas Islam. Kalau kalahnya Ahok di Pilkada DKI dianggap sebagai bukti demokrasi tidak berjalan di Indonesia, ya sulit kita untuk berdiskusi dengan akal sehat, secara nalar waras.* 
Apakah penggoreng isu ini, maaf,  bodoh? Tidak paham dengan konstitusi dan praktik politik di negara tempat para pengemplang dana BLBI ngendon dengan nyaman, atau pura-pura tidak paham dan mencoba mengaburkan fakta? 
Kalau melihat latar belakangnya dipastikan mereka tidak bodoh. Mereka adalah  cerdik cendikia. Ada yang dijuluki sebagai pengamat politik Timur Tengah, ada yang disebut sebagai intelektual muda, ada yang menjadi peneliti di lembaga _think tank_ prestisius, dan berbagai atribut lain yang membuat silau mata.
 Mereka adalah para anak muda terdidik, intelektual. Aset bangsa yang sangat berharga. Hanya sayangnya ketika terjebak dalam politik partisan –sebuah istilah yang sering mereka nisbahkan untuk menilai dan menghakimi kelompok lawan—akal sehat mereka tidak berjalan. Nalar warasnya mandeg.
*Hampir semua orang yang tidak malas membaca sangat tahu,  demokrasi di Singapura hanya bersifat artifisial. Jabatan presiden hanyalah jabatan seremonial, gincu adanya  persatuan dan persamaan hak. Memang presiden punya hak veto, tapi terbatas pada anggaran negara, jalannya pemerintahan, dan pengangkatan pejabat.*
Jabatan presiden dipergilirkan diantara etnis Cina, India dan Melayu. Sudah 47  tahun  etnis Melayu tidak jadi presiden. Karena itu pada pemilihan presiden kali ini yang boleh mengajukan diri hanya etnis Melayu. Ini memang giliran jatah Melayu.  Sebelumnya Presiden dijabat oleh Tony Tan Keng Yam dari etnis Cina. 
Jangan bayangkan Halimah dipilih dalam sebuah kontestasi ketat, seperti Pilkada DKI. Halimah melenggang ke kursi presiden, karena calon lain yang mengajukan diri sebagai presiden tidak memenuhi syarat. Maka otomatis Halimah menjadi presiden. Oleh kalangan penggiat medsos, Halimah ditolak dengan ramai-ramai membuat #Notmypresident,  meniru tagar yang banyak diserukan oleh warga AS yang menolak Donald Trump. 
*Negeri mini ini  bisa disebut sebagai negara milik etnis Cina dan secara spesifik milik keluarga, dinasti Lee Kuan Yew. Perdana Menteri sekarang  Lee Hsien Loong yang berkuasa sejak tahun 2004  adalah anak PM Pertama Lee Kuan Yew yang berkuasa selama 31 tahun (1959-1961).  Jabatan PM sempat diisi oleh Goh Chok Tong (1990-2004).  Pada saat itupun Lew Kuan Yew pun masih menjadi penguasa bayangan dengan menjadi menteri senior. Ketika Hsien Loong menjadi PM, Lee Kuan Yew menjadi Menteri Mentor.*
People Act Party (PAP) yang didirikan oleh Lee Kuan Yew juga menjadi partai yang berkuasa sejak Singapura merdeka, hingga sekarang. Halimah juga berasal dari PAP dan pernah menjadi ketua parlemen. 
Sikap berlebihan dan tidak proporsional juga ditunjukkan beberapa kalangan muslim di Indonesia. Banyak yang terjerumus dalam eforia.  Ada yang menyikapi terpilihnya Halimah sebagai era baru kebangkitan Islam dan Melayu di Singapura.

 Mereka berharap Halimah bisa menjadi PM berikutnya. Ini juga sikap naif dan menggelikan. 
Bagi yang punya atau sempat punya mimpi semacam itu, silakan lanjutkan mimpi indah Anda. 
*Kelompok yang tetap belum _move on_*
Sebelum Halimah, isu yang coba diplintir adalah pembantaian etnis muslim Rohingya. Kelompok yang sama juga mencoba memanfaatkan isu Rohingya sebagai bukti bahwa yang namanya minoritas dimanapun akan mengalami diskriminasi. 
*Tujuannya cukup jelas. Mereka coba menggunakan tragedi kemanusiaan di Myanmar untuk menembak kelompok-kelompok yang mereka sebut diskriminatif dan intoleran di Indonesia. Lebih jelasnya lagi targetnya adalah umat Islam. Hanya karena preferensi politik yang beda, mereka tega mengabaikan fakta bahwa apa yang terjadi di Myanmar adalah tragedi kemanusiaan yang dikecam di seluruh dunia.*
Rohingya bukan sekedar masalah agama, tapi masalah pembantaian etnis yang mengundang kemarahan  hampir seluruh pemimpin negara dan pemimpin agama dunia, termasuk Paus Fransiskus dan Dalai lama. Agak aneh kalau kemudian dihubung-hubungkan dengan isu minoritas di Indonesia.
Isu Rohingya juga dinilai telah digoreng untuk mendiskreditkan pemerintahan Jokowi. Tragedi kemanusiaan itu di Indonesia  diredusir hanya menjadi masalah sederhana, _power game_ antara pendukung dan penentang Jokowi. 
Benar ada yang mencoba memanfaatkan momen ini untuk mendiskreditkan Jokowi. Mereka langsung menghajar habis ketika Jokowi –yang entah mendapat data dari mana– mengklaim bantuan kemanusiaan warga, sebagai bantuan pemerintah. 
Tapi fakta  itu hendaknya tidak mengaburkan fakta lain, bahwa penderitaan Rohingya adalah isu dunia. Isu yang harus disikapi secara cepat dan tegas oleh Jokowi.  
Selain jokowi korban goreng menggoreng isu Rohingya adalah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Jumat (8/9)  Aher memimpin aksi solidaritas Rohingya di Bandung. Kebetulan poster-poster yang dibuat secara redaksi ada yang salah.
 Maksudnya membuat poster dalam bahasa Inggris supaya keren dan pesannya sampai ke dunia internasional. Mungkin karena keterbatasan luas poster, atau keterbatasan kemampuan bahasa Inggris,  yang tertulis adalah _“Stop Humanity.”_  Ha…ha…ha… apanya yang distop Kang?!  
Jadilah foto-foto  Aher dengan _back ground_  poster _“Stop Humanity,”_ viral, menyebar kemana-mana,  dijadikan meme dan dibully habis. Poster yang dipegang oleh  Aher _“Lets Help Rohingya,”_jadi tidak penting.
Perundungan terhadap  Aher tidak berhenti hanya sampai disitu. Di sebuah status facebook ada sebuah tulisan yang membandingkan Sungai Citarum dengan Rohingya. Tulisan ini kemudian menyebar dengan cepat, apalagi dibumbui dengan kalimat seolah ditulis oleh Sam Bimbo. Pesannya “ngapain ngurusin Rohingya, ngurus warga Jabar saja belum beres.”
Aher ditembak, pasti ada kaitannya dengan Pilkada Jabar 2018 dan Pilpres 2019.  Politisi PKS ini pada Pilpres 2014 menjadi ketua tim sukses pasangan Prabowo-Hatta di Jabar. Dia sukses membawa pasangan Prabowo-Hatta menang telak di Jabar. 
Sebagai gubernur selama dua periode  Aher sukses meraih ratusan penghargaan, salah satunya yang baru saja diterima dari Depdagri adalah Pemprov dengan kinerja terbaik  2017. Aher merupakan salah satu kandidat potensial. Jadi harus “dibunuh” lebih awal.
Tembak menembak, bunuh membunuh karakter, bully mem-bully dipastikan akan makin keras dengan kian mendekatnya Pilkada serentak 2018 dan Pilpres 2019.  Nalar dan akal sehat bakal tumpul, seiring pertentangan antar kandidat. 
Selain soal Jokowi, urusannya sebenarnya tidak jauh-jauh buntut dari kalahnya Ahok pada Pilkada DKI 2017. Ini  merupakan satu paket. Ahok adalah pemimpin masa depan yang mereka siapkan.
 Para cukong dan pendukung, ternyata memang belum bisa _move on_. Mereka siap-siap melancarkan serangan balasan. 
*Melihat berbagai percakapan di medsos dan sesekali muncul di media arus utama, upaya _branding,_ penokohan dan menjadikan Ahok sebagai pahlawan sudah mulai berjalan. Partai politik sebagai sekoci tampaknya juga sudah disiapkan.*
 Coba perhatikan partai apa yang paling banyak merekrut caleg publik figur yang dikenal sebagai Ahoker. Jadi tinggal menunggu waktu Ahok dibebaskan, semuanya sudah rapih dan siap _take off._
Ahok dijatuhi vonis dua tahun penjara dan langsung masuk tahanan pada 8 Mei 2017. Kalau hitungan normal dia baru akan keluar pada Mei 2019. Namun dengan remisi, potongan, bonus dan lain-lain, maka paling lambat pada pertengahan tahun, atau bahkan awal  2018, dia sudah bisa menghirup udara segar di luar penjara dan menjalani proses asimilasi. 
*Bila Ahok tergoda kembali untuk terjun ke politik, bersiap-siaplah menghadapi kegaduhan baru. Kelompok pendukung Ahok dipastikan membawa agenda dan jargon yang tidak jauh-jauh dari isu hak minoritas, intoleransi,  kebhinekaan dan senjata pamungkasnya “pilih pemimpin muslim korup, atau pilih pemimpin kafir tapi tidak korup.” Sementara kelompok Islam akan membalasnya jargon “pilih pemimpin muslim, tolak pemimpin kafir.”*
Media massa dan media sosial akan kembali dipenuhi dengan udara kebencian, caci maki, fitnah, kabar bohong dan kedengkian. Karena itu sejak sekarang  kita pantas bertanya “ masih waraskah bangsa kita?” end

14/9/17

| Meninggalkan komentar

dimana pancasila

| Meninggalkan komentar

ngibrol bareng eyang yesus

| Meninggalkan komentar

syaid adzan

| Meninggalkan komentar

didik anak

*Siswa SD Muslim Diajak ke Gereja Belajar Toleransi!*

Republik.in ~ Di sosial media beredar foto-foto dimana terlihat anak-anak muslim berjilbab siswi SD tengah duduk di dalam gereja.
Ada yang menyebut HOAX, foto editan.
Tapi ternyata bukan HOAX ataupun EDITAN, tapi kejadian nyata, bahkan diposting juga di laman fanpage Keuskupan Agung Jakarta.
“Senin, 28-8-2017

150 siswa/siswi & 10 guru SD Muhamadiyah kota Probolinggo datang berkunjung utk praktek toleransi sejak dini di gereja katolik Maria Bunda Karmel Probolinggo.

Diterima oleh pastor paroki, Rm. Hugo Susdianto O’Carm

Mereka melihat dan masuk dalam gedung gereja, melihat2 isinya, bertanya2 tentang keingintahuannya.

Dengan bahasa mereka, ada yg bertanya pada pastor

“Ustad disini tinggal sm siapa?”

semoga semakin memupuk rasa kebangsaan dlm NKRI ini,” seperti dikutip brilio.net dari status Keuskupan Agung Jakarta, Minggu (3/9).
Link: https://www.brilio.net/wow/begini-tingkah-lucu-siswa-siswa-sd-belajar-toleransi-agama-di-gereja-170903x.html#
SUDAH TEPATKAH MENGAJARKAN TOLERANSI DENGAN MENGAJAK ANAK-ANAK MUSLIM YANG MASIH KECIL KE GEREJA?
Dalam Fatwa Al Lajnah Ad Daimah (2: 115) disebutkan, “Jika pergi ke gereja untuk menunjukkan sikap toleransi, maka tidak boleh. Namun jika itu sebagai langkah awal untuk berdakwah, mengajak non muslim pada Islam, tetapi tanpa turut serta dalam ibadah mereka, juga tidak khawatir terpengaruh dengan ibadah, kebiasaan dan taklid pada mereka, itu boleh.”

(Sumber : https://rumaysho.com/9851-hukum-muslim-masuk-gereja.html)
SELAIN ITU… AJARAN RASULULLAH SAW juga ajaran LUKMANUL HAKIM kepada anaknya seperti disebutkan dalam Al Quran… justru anak-anak harus dikokohkan aqidahnya.
وَإِذۡ قَالَ لُقۡمَـٰنُ لِٱبۡنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُ ۥ يَـٰبُنَىَّ لَا تُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ‌ۖ إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٌ۬ 

Dan [ingatlah] ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan [Allah] sesungguhnya mempersekutukan [Allah] adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS Lukman: 13)

Saran saya buat para guru yang pinter-pinter yang suka ngajak anak didiknya ke gereja…
Sampean tau gak cara berfikir anak-anak..?
Sinih saya kasih tau sampean tentang cara berfikir anak-anak…
Anak-anak itu apa yang dia lihat, dan yang menurut dia keren dia akan aplikasikan dalam diri mereka..
Misalnya: anak-anak suka nonton film Superman Spiderman dll.. maka dalam pikiran anak tersebut ingin jadi Superhero.. kadang teriak-teriak terbaaang…. claaass mengeluarkan jaring… seakan sedang jadi Spiderman..
Kadang juga mereka membayangkan jadi Doraemon dengan kantong ajaibnya…
Intinya anak-anak ibarat kertas putih yang apa saja ditulis dengan tinta maka akan terlihat.. dan susah dihapuskan..
Naah.. yang ingin saya tanya gimana kalo sampean mati dalam keadaan mengajak anak-anak umat Islam ke gereja..
Terus anak-anak yang kalian ajak itu berfikir: “owhh ternyata ada Tuhan selain Alloh yaa..” “Waah ternyata Tuhan yang di Gereja itu baik banget ngasih hadiah..” DLL
Gimana kalo sampean Alloh matikan dalam keadaan anak-anak yang Alloh amanahkan untuk dididik kepada pak guru dan bu guru yang pinter-pinter sedang berfikir seperti itu.. ???
Berati sampean mati dalam keadaan membimbing anak yang masih polos itu berfikir ada Tuhan selain Alloh..
Bapak ibu buah hati Anda adalah aset berharga Anda.. halooo paa atau Bu guru..
(Mohamad Aji Wisurya)
ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH http://www.REPUBLIK.in
Sumber Berita : 

Terimakasih Anda telah membaca artikel berjudul Edan, Siswa SD Muslim Diajak ke Gereja Belajar Toleransi! Semoga Bermanfaat

| Meninggalkan komentar