Prrusahaan china

MENYAKSIKAN DETIK-DETIK BERAKHIRNYA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA 😩😩

#miris
By. Bambang Tri Muljanto, Mantan Dir. KITSDA Direktorat Jenderal Pajak.
“Saya mengamati dengan kagum sebuah perusahaan PMA dari RRC yang menginvestasikan puluhan triliun rupiah uangnya di suatu wilayah masih perawan (baca: tanpa infrastruktur) di “pinggang” pulau Sulawesi. Perusahaan ini membangun infrastruktur sendiri mulai dari dermaga, jalan, tanur-tanur peleburan, power plants, area penimbunan bahan baku dan barang hasil produksi, instalasi pengolahan air bersih dan ekstraksi oksigen dari air laut, asrama pegawai, rumah sakit dan infrastruktur lainnya, yang diperlukan untuk melakukan kegiatan usaha peleburan bijih nikel yang ditambang dari ratusan ribu hektar areal penambangan yang mereka kuasai.
I also admire more than 5000 employees, both blue and white collars, who diligently and productively (just not to say militantly) work for the company in the middle of nowhere. Most of them, more than 95 percent, are Republic of China Nationals. Only a small number of employees are Indonesians.
Setelah mengagumi kehebatan semangat para pencari uang itu, saya lalu bertanya pada diri sendiri: “Apa ya kira kira yang didapat oleh rakyat Indonesia, pemilik asli dari sumberdaya alam Indonesia, dari kegiatan PMA itu?”
– Apakah lapangan pekerjaan (biasanya perusahaan PMA dari Jepang, Eropah dan Amerika menawarkan banyak lapangan kerja kepada buruh Indonesia yang relatif murah)? Jawabnya: Jelas Tidak, karena 95 persen lebih pegawai perusahaan itu DIDATANGKAN dari China.
Pajak, kah yang diperoleh? Yuk kita lihat sama sama:
1. Corporate Income Tax?… kayaknya sangat kecil atau nihil, atau malahan lebih bayar; kenapa? karena perusahaan mendapat berbagai fasilitas kemudahan penanaman modal termasuk investment allowance dan pembebasan pajak-pajak atas impor, sementara itu Credit Withholding taxes justru refundable.
2. Payroll Taxes?… enggak juga, karena warga RRC yang bekerja di perusahaan itu digaji sebesar PTKP Indonesia dalam bentuk biaya hidup dan akomodasi yang disediakan oleh perusahaan plus sedikit uang saku, sedangkan hak gaji yang lebih besar dibayarkan kepada keluarganya di RRC (DJP tidak bisa mengakses data ini).
3. VAT?… enggak lah ya, perusahaan ini justru kerjaannya minta restitusi PPN karena semua produksinya diekspor ke RRC. 
4. PBB?… mungkin ini satu satunya pajak yang mereka bayar, lalu berapa besarnya?
– Royalty yang dibayarkan kepada pemerintah atas hak penambangan?… saya rasa ini juga dibayar oleh PMA ini; tapi berapa besarnya?… Nobody knows, karena semua informasi tentang volume kegiatan penambangan, smelting dan ekspor nikel yang tahu hanya perusahaan PMA itu sendiri. Pihak pemerintah Indonesia sepenglihatan saya, tidak “hadir” di lokasi untuk mengawasi semua kegiatan pada setiap saat, sehingga tidak bakal tahu berapa sesungguhnya kekayaan Indonesia yang telah dikeruk.

Ibaratnya, kalau perusahaan PMA itu membeli nikel dari pemerintah Indonesia, perusahaan itu dipersilakan mengambil sendiri dan membayar sesuai yang dia mau; enak betul, ya…
– Payment in any other forms?… could be, but only God knows…
– Multiplier Effect?… mungkin ada tapi pasti tidak besar; semua bahan untuk membangun infrastruktur dan operasional perusahaan, sejauh dimungkinkan, menggunakan produk dan teknologi China dan jasa subkontraktor juga didatangkan dari negeri yang sama. Jadi kalaupun ada multiplier effect, akan lebih banyak terjadi di China, bukan di Indonesia.
Walhasil kekaguman saya disaat mengamati kehebatan warga RRC dalam kasus di atas, tiba tiba berubah menjadi kedongkolan luarbiasa, yaitu ketika saya melihat dari sisi Indonesia sebagai pemilik sumberdaya alam. “Kebaikan hati” pemerintah yang menyambut investor dengan karpet merah, untuk mengeruk SDA milik kita Bangsa Indonesia for only little compensation itu telah membuat saya marah.
SADARKAH KITA?

1. Awalnya Kerjasama usaha…(done).

2. Masuk tenaga kerja china sebanyak banyaknya di PT PMA…(done).

3. Lalu bikin “Keamanan” sendiri..pribumi sulit masuk.(done).

4. Bikin Daerah/ kavlingTerbatas sendiri…pribumi sulit kontrol (done).

5. Lalu boleh mendirikan Ormas asing ,bikin pasukkan/ Satgas sendiri…(on progress).

6. Lalu Asing boleh beli Property n Tanah sendiri… lalu dpt ktp dan hak ikut pemilu (done).

7. Selanjutnya lagi digodok boleh Dwi kewarganegaraan negaraan…(on progress).

8. Acuan mata Uang di alihkan ke mata uang china.(on progress).

9. Dan terus bikin Partai sendiri…(on progress).

10. Next ikut Pemilu, dibanjiri uang. Menang!…(on progress).

11. Presiden Asing…(on progress)

12. Awal “Penjajahan” dimulai. UUD banyak dirubah. Karena kekuasaan mutlak ada di Presiden…(on progress).

13. Peperangan dan perpecahan akhirnya menjadi reality…(target).

14. End of Republic…(End).

15. AKHIRZAMAN (mutlak)

#miris

| Meninggalkan komentar

hos cokroaminoto

​https://nusantara.news/hos-tjokroaminoto-sang-guru-bangsa/

Nusantara.news, Jakarta – Apa jadinya Republik Indonesia tanpa Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto? Mungkin sejarah akan ditulis lain. Soekarno, Musso, Semaoen, Dharsono dan SM Kartosoewirjo tidak akan pernah ditulis di sana.

Sebagaimana ditulis sebelumnya (Lihat : Tjokroaminoto Sang Raja Jawa Tanpa Mahkota), setelah pindah ke Surabaya pada 1907, Tjokro menyewakan sepuluh bilik di rumahnya untuk kos-kosan. Diantara penghuni kos tercatat nama-nama yang kelak mewarnai sejarah Republik Indonesia.

Karena memang, di rumahnya yang sederhana itu, selain menerima tokoh-tokoh pergerakan, Tjokro juga menggembleng wawasan berpikir penghuni kos yang berumur belasan tahun itu agar lebih peduli terhadap nasib bangsanya. Marxisme hanya digunakan sebagai pisau analisis dalam menyikapi penghisapan kapitalisme, namun Islam tetap dijadikan dasar dari perjuangan politiknya.

Semangat zaman yang mewarnai gejolak perubahan dunia ketika itu, selain perjuangan melawan kapitalisme yang dilakukan oleh kaum Sosialis/Komunis di Eropa dan berbagai belahan dunia, juga diwarnai bangkitnya gerakan Pan Islamisme yang digelorakan oleh Muhammad Abdul dan Djalaludin Al-Afghani. Selain itu muncul ide civic nationalism dr. Sun Yan Sen di Cina.

Semangat zaman itu terserap dalam diri Tjokroaminoto yang tercermin dalam tulisannya berjudul “Islam dan Sosialisme”. Maka tidak aneh bila beberapa murid Tjokro selain bergabung ke SI juga sekaligus menjadi anggota Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) yang digagas oleh Henk Sneevliet pada 1914.

Persoalan bertambah pelik saat Komunis Internasional (Komintern) tidak menerima Gerakan Pan Islamisme. SI pun terbelah. SI merah yang berkiblat ke komintern dan SI putih yang berkiblat ke Pan Islamisme. Terjadi pula polemik antara Semaoen dari SI merah dan KH Agus Salim dari SI putih. Musso yang berlatar-belakang pesantren meskipun condong ke SI merah namun tetap menghormati Tjokroaminoto, gurunya.

Tjokro memang pantas disegani. Di tangannya, SI yang semula mewarisi 85 ribu anggota SDI berkembang menjadi 2,5 juta pada 1919. Maka Tjokro pun sangat dihormati, bukan saja oleh murid-muridnya, melainkan juga tokoh-tokoh pergerakan lainnya. Termasuk dari kalangan Boedi Oetomo dan Indische Partij yang sama-sama berjuang mengangkat harkat-martabat kaum bumi putera.

Tak pelak lagi, Raden Soekemi, seorang guru Eerste Inlandse School, Mojokerto, Jawa Timur, menitipkan anaknya, Soekarno yang berusia 15 tahun mondok di kos-kosannya. Kala itu Soekarno yang baru lulus sekolah Europe Lagere School (ELS) diterima sekolah di Hogere Burger School (HBS) Surabaya.

Keputusan Soekemi ternyata tepat, karena dari rumah kos-kosan di Gang Paneleh VII itu kelak anaknya –bersama Muhammad Hatta tentunya, tercatat sebagai Proklamator Kemerdekaan dan sekaligus Presiden pertama RI. Kemampuan berpidatonya banyak diasah di Gang Paneleh. Kelak Soekarno dikenal sebagai orator ulung yang mampu menggetarkan Sidang Umum PBB.

Soekarno ingat betul kata-kata Tjokroaminoto, untuk menjadi orang hebat kuncinya adalah pandai menulis dan cakap berpidato. Sejak itu Soekarno yang masih pelajar setingkat SMA belajar pidato di muka cermin. Kelakuan Soekarno sering kali dianggap mengganggu penghuni kos yang lain, seperti Musso, Semaoen, Dharsono dan SM Kartosoewirjo.

Tapi Soekarno bersikap acuh. Di kamarnya yang gelap dan hanya diterangi lampu minyak, Soekarno tetap belajar pidato. Seorang sahabatnya yang tak pernah lelah mengkritiknya adalah SM Kartosoewirjo. “Kenapa pidato di depan cermin? Seperti orang gila saja,”kecam Kartosoewirjo.

Biasanya setelah usai berlatih pidato barulah dia menanggapi dengan menirukan ucapan gurunya, “kalau mau jadi orang besar harus pandai pidato, dan saya ingin menjadi orang besar. Tidak seperti kamu, jelek, hitam, mana mungkin jadi orang besar?” ejek Soekarno yang justru semakin mempererat persahabatan keduanya.

Kartosoewirjo sendiri yang usianya relative sepantar dengan Soekarno adalah masih keponakan Mas Marco Kartodikromo, tokoh jurnalis kiri yang bersama Tirto Adisoerjo kerap disebut-sebut sebagai perintis pers Indonesia. Kartosoewirjo pun rajin membaca tulisan-tulisan pamannya yang beraliran sosialis. Namun, seperti halnya Soekarno, Kartosoewirjo menganggap Tjokro sebagai panutan.

Dalam biografinya yang ditulis Cindy Adams, Soekarno mengakui Tjokroaminoto sebagai tokoh panutan. “Dia yang mengajarkan politik sebagai alat mencapai kesejahteraan rakyat,”beber Soekarno. Tjokro, aku Soekarno, juga mengajarkan bentuk-bentuk modern pergerakan seperti pengorganisasian massa dan perlunya menulis. Acap kali pula Soekarno menggantikan Tjokro menulis di Oetoesan Hindia dengan nama samaran Bima.

Sayang, begitu menyelesaikan HBS pada bulan Juli 1921 Soekarno langsung ke Bandung. Dia dan teman sekolahnya di HBS Surabaya, Djoko Asmo, diterima di Technische Hoogeschool te Bandung (sekarang ITB). Soekarno meraih gelar Insinyur pada 25 Mei 1926. Kala itu hanya ada 4 orang pribumi yang diwisuda bersama Soekarno, yaitu Soekarno sendiri, Anwari, Soetedjo dan Johannes Alexander Henricus Odang.

Sejak di Surabaya, selain bergaul dengan orang-orang SI, Soekarno justru ikut organisasi  Tri Koro Dharmo yang dibentuk oleh Boedi Oetomo. Maka tidak mengherankan bila ide-ide Nasionalisme lebih mengemuka dalam diri Soekarno. Terlebih setelah dia membaca San Minh Chu I karya Dr. Sun Yat Sen tentang Civic Nationalism, Democracy dan Kesejahteraan Rakyat.

Inilah persimpangan jalan antara Soekarno dan Kartosoewirjo. Meskipun keduanya sama-sama mengakui murid politik Tjokro, namun Soekarno yang juga bergaul dengan Douwes Dekker dan Soewardi Soerjaningrat yang keduanya adalah tokoh Indische Partij tidak mengikuti jejak politik gurunya. Bahkan pada 4 Juli 1927 Soekarno mendirikan Partai Nasionalis Indonesia (PNI).

Padahal Tjokro sangat menyayangi Soekarno. Pernikahan Soekarno dan Oetari, putri kesayangannya, sebenarnya terbersit harapan kelak Soekarno bisa meneruskan kepemimpinannya di SI. Sayang, selain pernikahan itu berujung perceraian, Soekarno lebih memilih nasionalisme. Toh begitu, tulisan Soekarno tentang Nasionalisme, Islam dan Marxisme banyak dipengaruhi oleh pemikiran Tjokro disamping juga pandangan “civic-nationalism” Sun Yat Sen yang berbeda dengan konsep “etnic-nationalism”ala Eropa Barat.

Sebaliknya Kartosoewirjo tetap setia mendampingi gurunya, Tjokroaminoto, hingga 1929. Kelak paska kemerdekaan, Kartosoewirjo yang juga turut berjuang dalam revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan kecewa atas hasil perundingan Roem-Royen. Sejak itu Kartosoewirjo mengobarkan pemberontakan melalui Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) yang berhasil ditumpas Soekarno pada 1962.

SM Kartosoewirjo dihukum mati. Kabarnya, Soekarno  sempat lebih dari 3 bulan tidak mau menanda-tangani eksekusi kematiannya. Persahabatannya dengan Kartosoewirjo di usia belasan tahun membuatnya berat hati. Namun desakan penegakan hukum membuat Soekarno sambal menangis terpaksa menanda-tangani eksekusi kematian sahabatnya. Itulah satu-satunya eksekusi mati yang pernah ditanda-tanganinya.

Itulah sekelumit tentang murid-murid Tjokro yang pada akhirnya berseberangan. Terlepas dari itu semua, Tjokro telah berhasil mendidik murid-muridnya menjadi pejuang yang sedikit banyak memiliki peran dalam kemerdekaan RI. Jadi tidak terlalu berlebihan bila Tjokro dijuluki sebagai “Sang Guru Bangsa”. [

| Meninggalkan komentar

Gas air mata

​*GAS AIR MATA*

*INFO KESEHATAN RINGAN UNTUK PARA CALON PESERTA AKSI 11-2-2017 MENDATANG..*

_*Yang Patut Kita Ketahui Tentang GAS AIR MATA*_

*“Gas air mata”* sebenarnya bukan gas, melainkan SERBUK HALUS bertekanan tinggi yang di kemas dalam kaleng. Ketika di tembakkan, atau di aktifkan, serbuk ini akan menyebar dan menggantung di udara dengan kepadatan yang tinggi. Farmasi mengenal teknologi ini dalam obat asma inhalasi, namun dosisnya sangat kecil. Serbuk ini akan berikatan dengan KANDUNGAN AIR yang terdapat di mata, kulit dan tenggorokan kita.

Serbuk halus yang mengambang di udara tersebut akan menempel di kulit, terhirup atau mengenai mata, karena berikatan dengan KANDUNGAN AIR yang terdapat di kulit, tenggorokan saluran pernafasan atau mata kita.

👉 *Efek yang dirasakan kiss emotikon:*

– Di kulit : rasa terbakar.

– Di mata : rasa perih, keluar air mata.

– Di saluran pernafasan: hidung berair, batuk, rasa tercekik.

– Di saluran pencernaan : rasa terbakar yang parah di tenggorokan, keluar lendir dari tenggorokan, muntah.

– Jika serbuk tersebut masuk hingga ke paru-paru : menyebabkan nafas pendek-pendek, sesak nafas, rasa seperti terbakar di paru-paru.

Respon tersebut merupakan cara sistem pertahanan tubuh kita untuk mengeluarkan serbuk yang berbahaya tersebut dari tubuh kita.

👉 *Dua zat yang biasa digunakan sebagai “gas air mata” kiss emotikon:*

– Minyak capsicum (minyak cabai)

– Zat kimia 2-chloro-benzal-malono-nitrile atau C10H5CIN2.

👉 *Cara Aman Pencegahan…*

– Menggunakan kaca mata jauh lebih baik untuk melindungi mata dari bahaya “gas air mata” ini, di bandingkan dengan mengoleskan odol di bawah kantong mata. Karena serbuk akan TERHALANG oleh lensa kaca mata untuk bisa menyentuh bola mata.

– Mengoleskan hand & body lotion di tangan juga membantu mencegah efek mengiritasi kulit (jika tidak mengenakan lengan panjang), dan mengurangi konsentrasi serbuk di udara

– Para emak : sebenarnya mengoleskan SUNBLOCK (bukan sunscreen) di seluruh wajah dan tangan lebih baik untuk melindungi kulit dan mata. Kandungan titanium di oksidanya akan mencegah “gas air mata” menembus pori-pori kulit. 

•Tentu masalah harga dan ketersediaan produk ini bisa membuat demonstran lebih memilih odol. Tapi bisa dijadikan alternatif untuk pengolesannya di titik-titik kumpul, bukan masing-masing demonstran membawa sendiri.

– Gel gigi (misal : Close Up) dengan KANDUNGAN AIR lebih banyak sebenarnya *LEBIH BAIK* di bandingkan pasta gigi (misal : Pepsodent). Ingat serbuk ini akan “mencari” air untuk berikatan.

– Untuk mencegah serbuk masuk ke dalam paru-paru, sebaiknya sunblock di oleskan di seluruh wajah, sehingga lebih banyak serbuk yang terikat. Untuk gel gigi atau pasta gigi *PERLU JUGA* di oleskan di atas bibir, untuk mencegah serbuk masuk ke hidung. Jadi bukan hanya di oleskan di bawah kelopak mata.

👉 *Penanganan korban gas air mata kiss emotikon:*

– Di mata : bilas dengan air. Guyurkan air dari botol minum langsung ke mata INGAT Jangan di kucek” matanya, sampai rasa perih hilang. Jadi posko kesehatan perlu menyediakan banyak air minum dalam kemasan.

– Di tenggorokan : Berkumur dengan air beberapa kali hingga rasa serbuk hilang.

– Mual/muntah : Minum obat diare dari jenis adsorben, untuk menyerap racun tersebut. Misal : Entrostop, New Diatabs

– Di saluran pernafasan : Pemberian oksigen dengan oksigen kaleng (Oxycan) akan sangat membantu “membilas” dan “mengencerkan” kadar serbuk di dalam paru-paru.

*MOHON DISEBARKAN PENGETAHUAN INI UNTUK KESELAMATAN KITA SEMUA*

Dra. Karimah Muhammad, Apt.

CPE Alumni ITB.

Semoga bermanfaat.

*PELINDUNG GAS AIR MATA*

Bawalah kantong plastik transparan uk 40 x 50 cm atau 30 x 40 utk anak2, buat lubang dibawah hidung, lubang tsb ditutup sponse tipis tebal 1-1.5 cm. Pelindung ini efektip utk melindungi mata dan kulit muka.

| Meninggalkan komentar

senjata kita adalah android

​Assalamualaikum…..:

Masih ingat dengan Tausyiah Ustadz Bachtiar Nasir..?
Sekarang senjata AK47 adalah “Android yang kita pegang”
Itu artinya perjuangan kita hari ini disini adalah di media..
Jadikan Quotamu dan fasilitas Androidmu menjadi ladang amal untukmu..
Karena hari ini..

Kita mesti melawan dengan jari..
Masih ingat dengan tulisan Syaikh Sayyid Qutb. rhm..
“Satu PELURU hanya bisa menembus 1 kepala, namun satu TELUNJUK akan mampu menembus ribuan bahkan jutaan kepala manusia.”
Inilah dahsyatnya efek dari perang media atau Ghazwul Fikr perang pemikiran..
Hari ini adalah masanya dimana para pemimpin dzalim berkuasa..
Hari ini adalah rentetan skenario “Akhir Zaman” yang telah lama rasulullah terangkan dalam hadistnya..
Mau kemanakah kalian hari ini ?

Dimana posisimu hari ini ?

Dimana kau habiskan waktumu dan tenagamu saat muda hari ini ?
Ayo..

Ikhwani fillah..

Bangkitlah..

Bergegaslah..

Berangkatlah..

Walau dalam keadaan rasa berat maupun ringan..
Jangan sampai kata penyesalan itu terucap saat detik detik terakhir hayat. Kita..
Mulai dari sekarang..

Lihat dengan mata yang jernih..
Begitu banyak para musuh Allah menghantam Ummat Islam..
Di Amerika saudara kita diburu dan dilarang keberadaannya.. bahkan masjid pun di bakar serta dilarangnya para imigran muslim..
Di Rohingnya..

Seluruh ummat islam dibakar hidup hidup.. dikejar sampai mati, perempuan diperkosa dihadapan suami dan anak anaknya.. bahkan satu kampung muslim di bakar hingga hangus luluh lantah..
Belum lagi di Negeri Palestina, Iraq, Afghanistan, Suriah, Yaman, Afrika dan banyak lagi dibelah bumi sana..
Masihkan kita menutup mata ?

Masihkah hati kita tak tergerak dengan kondisi saudara kita disana?
Ayo bergeraklah..

Tak jauh dari Negeri Sebrang.. Negeri kita pun sudah memulai dan menabuhkan perang..
Agama kita dinista, al Qur’an dihina, ulama dihina, secara terang terangan oleh musuh kita..
Mau sampai kapankah kita harus menyaksikan dan berpangku tangan menyaksikan kondisi ini..
Ikhwani fillah..

Begeraklah..

Bertahanlah dan bersiap-siagalah..
Ayo lawan..

” MUSUHMU DENGAN JARIMU”
Share berita terkini tentang keummatan..
Saudara kita di negeri shaam..

Kondisi kekerasan atau kedzaliman kaum kuffar kepada ummat islam..

Serta berikan kabar baik kepada seluruh yang ada dilingkunganmu, semua grup dan seluruh kontakmu..

Bahkan sampaikan kepada guru dan dosenmu…
Selamat berjuang..
Semoga Allah tetap menguatkan hati kita dalam perjuangan hari ini.. Semoga Allah istiqomahkah wahai engkau Para Pemuda Pewaris Kejayaan Islam …
Bangunlah..

Bergegaslah..

Bergeraklah..

Berangkatlah..

Walau dalam keadaan rasa berat maupun ringan..
#JihadulKALIMAH
jangan hanya sebagai active readers saja
اللهُ أَكْبَرُ.  
___

| Meninggalkan komentar

timses ahok

​Sharing keprihatinan dr wag tetangga:
Copas dari WA Bpk Abdullah Hehamahua:
Sejak tahun lalu saya sudah katakan, ahok bisa menang, kalau Umat Islam cuma sibuk unjuk rasa, sibuk dgn WA dan ceramah. Sementara yg ber WA adalah golongan menengah ke atas dan yg mengikuti pengajian tidak sampai seperempat dari pemilih Jakarta.
Sementara timses ahok melakukan persiapan dari segala aspek:

1. uang untuk membeli suara pemilih,

2. uang untuk mengganti kotak suara ketika dalam perjalanan dari TPS ke Kelurahan, ke Kecamatan, ke kotamadya sampai ke KPUD DKI.

3. Mereka juga menyediakan dana tidak terbatas untuk menaklukan anggota KPUD dan petugas KPUD sejak TPS sampai pleno KPUD.

4. Mereka juga menyediakan dana tidak terbatas dan semua skenario untuk memenangkan putusan MK. Ingat, putusan MK menolak gugatan prabowo hatta rajasa dalam pilpres 2014 karena bukti2 yg diajukan dianggap tidak cukup kuat.
Kalau Umat Islam protes atas kecurangan yg terjadi, mulai dari TPS sampai MK, puluhan ribu polisi dan brimob dari seluruh Indonesia yg berkumpul di Jakarta untuk siap menembak dan menangkap.
Jadi, apakah timses anies dan Agus sudah siap dgn strategy di lapangan menghadapi strategy timses ahok tsb???
Apakah sudah ada pula yg melobi militer, khususnya AD untuk menghadapi kemungkinan chaos.?

Apakah jenderal-jenderal Muslim yg beraqidah sudah dilobi untuk melindungi Umat Islam dari serangan aparat keamanan yg mendukung Ahok? Lalu apakah umat Islam sudah siap menghadapi aparat keamanan di lapangan sebagaimana Umat Islam di turki menghadapi militer yg mau mengkudeta presiden mereka.
Masih ada waktu sepekan untuk mengkonsolidasi diri sekalipun agak terlambat. Oleh karena itu, sekali lagi, bersihkan niat, luruskan niat, jangan lupa shalat lima waktu di Masjid dan mushalla lalu kemudian serahkan seluruhnya ke Allah swt karena hanya Dia yang berkuasa memputih-hitamkan seluruh alam dengan isinya.

| Meninggalkan komentar

indonesia dalam ahaya besar

​(astagfirullah ternyata ini maksud Dr pencetakan uang baru)!!!

KOPI PASTE dari Mbak Amara Aurora

BACA BAIK2. “INDONESIA DALAM BAHAYA BESAR” (Melalui peredaran uang cetakan baru yg dipaksakan)
Ini ada kiriman dari temen yg kerja di BI. 

SUDAH TIDAK ADA LAGIKAH ORANG YG PEDULI KONDISI EKONOMI NEGERI INI ? 
Perekonomian NKRI nyaris kolaps, kedaulatan terancam, persatuan bangsa diporakporanda.
Ke mana suara DPR, MPR dan DPD yg digaji oleh rakyat dgn angka fantastis itu ?
Agenda terselubung Uang NKRI.
Joko Oei dan Zhong akan punya modal suksesi dibalik rencana memaksakan peredaran uang cetak baru, 2017 dan 2019

Tanpa kalian sadari, uang baru edisi NKRI akan dicetak dengan skema +1, Satu cetakan yang dilebihkan tidak akan masuk laporan resmi, dan ini yang akan digunakan untuk agenda busuk suksesi, Jumlah uang yang dicetak akan di buat +1 (plus satu) artinya +1 alias setiap satu cetakan yg dilaporkan akan dilebihkan satu cetakan. Kawan kami di dalam BI memberitahukan jumlah cetak uang baru edisi NKRI hanya mencari legalitas persetujuan untuk diedarkan demi agenda busuk

Pertama, uang cetak baru edisi NKRI adalah murni untuk kepentingan politik, demi pembiayaan suksesi salah satunya Ahok.
Kami beritahukan agenda busuk tersebut dibuat dengan dasar permintaan partai komunis China (PKC) kepada rezim paling bodoh saat ini. Uang cetak baru edisi NKRI, kami bersumpah itu demi agenda busuk suksesi, menyediakan logistik buat kecurangan dan money politics.

Joko Oei sedang mempersiapkan logistik suksesi atas permintaan PKC nya China. 

Bodoh mau saja dijebak. 

BACALAH NASIB ZIMBABWE tuips, mata uangnya hancur, ekonomi kini dikuasai China, akibat UTANG.
Mengapa pemerintah Joko Oei memaksakan sebelum habis tahun 2016, uang cetak baru edisi NKRI harus terbit?

Adakah kondisi dan situasi negara yang mendesak pemerintah untuk menerbitkan dan mengedarkan uang cetak baru?

Pemerintah Joko Oei pada 19 Desember 2016 sdh mengedarkan uang cetak baru edisi NKRI untuk semua nilai dari 100 ribu sd 2000, #bahaya

Hal ini akan berefek secara langsung, yang akan berujung pada MATINYA NILAI MATA UANG. Uang yang beredar akan sangat banyak jumlah dan jenisnya, dengan berbagai edisi cetak.

Adakah pengumuman dari pemerintah Joko Oei utk bersiap menukarkan uang cetak lama untuk digantikan uang cetak baru? TIDAK ADA

Mencetak uang baru tanpa adanya penarikan uang cetak lama, akhirnya yg akan terjadi apa tuips?

Sementara pemerintah Joko Oei berencana menambah jumlah uang yang beredar tanpa ada kebijakan menarik uang yg ada dirakyat.

Kebijakan cetak uang baru harusnya diberlakukan dg perhitungan kebutuhan atas kekurangan jumlah uang edar di rakyat.

Logika sederhana, uang yang beredar sudah cukup jumlahnya, tiba tiba jumlah uang yg beredar akan ditambah dgn hadirnya uang cetak baru.

BAHAYA, NKRI SIAGA SATU, BAHAYA AKAN CENGKRAMAN ASENG DAN ASING AKIBAT MATINYA NILAI MATA UANG.

Hingga akhirnya mata yang Zimbabwe mati dan tak berharga DAN UJUNGNYA MATA UANG YUAN yang dipakai, HANCUR NKRI OLEH KEGOBLOKAN MEREKA!!, 

Mata uang Rupiah jadi taruhannya, dan akankah diganti dengan YUAN, apakah kalian sadar?
Bersiaplah! sknerio logistik 15 Februari Pilkada DKI dan skenario Zimbabwe sdh launching!. Di saat rakyat diberikan hiburan kegaduhan Ahok dan terorisme, pemerintah telah menyiapkan uang cetak baru edisi NKRI.

Agenda busuk yang akan secara langsung memberi efek kiamat pada ekonomi Indonesia, Agenda busuk demi logistik memenangkan suksesi yang difasilitasi oleh PKC china.
pemerintah Joko Oei menutupi mengenai uang cetak baru edisi NKRI, ternyata sistem pengamannya dibuat di CHINA. Semua sangat terstruktur dan sistematis, China sedang ikat leher negeri ini untuk digantung!

Pemerintah Joko Oei sengaja merahasiakan sistem pengaman pada uang cetak baru edisi NKRI yang ternya dibuat oleh CHINA.

Mereka tutupi dg alasan merahasiakan agar tidak dapat dipalsukan.

Sekarang pertanyaannya siapa CHINA itu.

China justru dikenal negeri pemalsu (plagiat) dan suka berkhianat untuk memperbanyak. Contoh E-KTP yg aspal buatan China.
Pemerintah Joko Oei justru memberikan leher negeri ini kepada China dgn menyerahkan sistem pengaman uang cetak baru edisi NKRI.

Ibu Pertiwi menangis melihat semua ini, NKRI hampir hilang dalam pandangan para pejuang RI. Mengapa semua berdiam diri.
Revolusi jawaban dari semua ini.
Ingatan siang ini, teringat ketika semua bank-bank swasta mencairkan banyak uang dua hari sebelum pencoblosan pilpres 2014 demi Joko Oei. Di seluruh daerah, bahkan melalui jalur KUD (koperasi unit desa), rakyat di daerah diberi uang antara 100 sd 200 ribu dgn foto Joko Oei.

Itu ingatan pilpres 2014, Akankah terulang pada 15 Februari. 

Ingatlah tuips, beringin mampu beri 7,5 milyar pada acara parade kebhinekaan.

Dana 1,5 T dg uang rupiah cetakan baru edisi NKRI, siapa yg berani HENTIKAN?

Karena uang, manusia bisa hilang keyakinan, karena uang, manusia bisa hilang kesadaran.

Itu akibat uang dicetak demi suksesi.

Mirisnya, para taipan terkait proyek reklamasi juga adalah pemilik saham dari bank-bank yang ada, memudahkan arus uang buat suksesi.

Jangan hanya fokus kepada tuntutan Zhong alias Ahok ditangkap, ketika Hukum di negeri ini sudah terbeli, bersiap dan antisipasilah.

Pada gerakan diam-diam yg dilakukan Joko Oei untuk mensukseskan Zhong lewat kecurangan.

Dan salah satunya melalui uang cetak baru edisi NKRI, money politics dan logistik untuk mainkan IT KPUD DKI.
Akhirnya ibu Pertiwi menangis, melihat para pengkhianat dan pembusuk negeri bekerja hancurkan negeri. Uang cetak baru NKRI resmi diedarkan.
Pertahanan umat Islam sekarang tinggal TNI dan ulama yg dikoordinir oleh MUI.
Kekuatan zohir boleh dikata tidak ada, mau lawan pake senjata umat ga punya. Bahkan TNI mau perang lawan China, Rusia, Amerika juga bakal kalah kalau dilihat dari persenjataan.
Hanya dg kekuatan iman dan amal saleh saja kita bisa mengalahkan semua musuh Allah.

Pertolongan Allah SWT hanya akan turun bila semua taat pada Allah ikut cara Rasulullah saw 

Cara nabi dakwah korban harta dan diri jiwa raga siap susah dan mati di jalan Allah.
Indikatornya sholat subuh berjamaah di Masjid. 

Mari semua bahu-membahu dan saling mengajak.
SHARE SEBANYAK2NYA AGAR SELURUH RAKYAT INDONESIA FAHAM , BAHWA INDO[disingkat oleh WhatsApp]

| Meninggalkan komentar

politik china raya

​INI EDISI EDITNYA. KALAU TDK LENGKAP DITERIMA TOLONG *KIRIM EMAIL*
*WASPADA POLITIK CINA RAYA.*

Oleh : M.HATTA TALIWANG

Dir. Institut Soekarno Hatta
PENGANTAR.

Sebagai pengantar tulisan ini saya kutip tulisan saya yang lalu lalu.
MENGAPA SEBAGIAN  ORANG CINA HOBBY “BETERNAK PENGUASA” ? 
Ini kisah singkatnya :                              

Lu Bu Wei,  Perdana Menteri Dinasty Qin yg menjadi peletak dasar menyatukan China, bertanya pd papanya:

 ” Berapa untungnya bertani?” Jawab papanya :  “10 kali lipat”.        

“Kalau berdagang emas?” 

Jawab papanya lagi :  “100 kali lipat.”.  
“Oohh kalau membantu seseorang menjadi Penguasa/Pejabat?” 

Jawab papanya lagi : ”  “Wah wah tak terhitung untungnya.”  
Itu dialog Lu Bu Wei dg papanya pd abad ke 3 SM. Makanya ada Cu Kong ( asal kata Zhu artinya pemilik dan  Gong artinya semacam Datuk/Gelar Kehormatan. Panggilan kehormatan zaman dulu yg membiayai orang2 tertentu menjadi  Penguasa (anggota Parlemen, Presiden, Gubernur, Bupati, Walikota, Kepala Polisi,Panglima Tentara dll). 

Jd soal Cu Kong bukan hal baru. 
Jadi sekarang kita faham mengapa ada Datok Liem Siu Liong di Era Pak Harto, Datok Murdaya Pho di Era SBY atau Datuk Tahir di era Panglima TNI Muldoko.
2. PERANAN TAOKEH MENDANAI “PILKADA” DI ZAMAN KOLONIAL BELANDA.
Demi menciptakan sistem ketergantungan kalangan Pangreh Praja(Birokrasi/Pemerintah) terhadap pemilik dana, maka diciptakan sistem uang semir dlm pengangkatan  Lurah hingga Bupati. 
Dalam buku ‘Sejarah Ekonomis Sosiologis Indonesia’ jilid kedua, terbitan P.N Pradnja Paramita: 1970, Prof Dr. D.H. Burge dan Prof. Dr. Mr. Prajudi (buku yg terdiri dari 2 jilid ini tersedia di Perpustakaan UI Depok, dan bisa diakses oleh siapa saja) menuturkan bahwa seorang calon Lurah  harus memiliki uang 700-1000 gulden . Uang tersebut sejumlah 200 gulden ‘dipersembahkan’ kepada Bupati, untuk Wedana 100 gulden, dan untuk Jurutulis Controleur 25 gulden. Sisanya untuk ‘mensejahterakan’ eselon lainnya yang terkait dalam struktur kepangrehpradjaan. Hanya untuk menjadi  Lurah, dana ilegalnya bisa sebanyak itu.Berapa besar utk menjadi Wedana atau Bupati? 
Muncul pertanyaan darimana dana tersebut diperoleh? 

Jawabannya diperoleh dari pinjaman kepada Cina yang kala itu disebut Taokeh(Tauke). Bisa dibayangkan berapa jumlah uang yang diperlukan oleh seseorang utk menjadi Camat, Asisten Wedana, Wedana, Patih smpai Bupati. 
Seorang Taokeh pada masa itu  dapat mendanai tiga atau empat Lurah. Demikian pula seorang Taokeh dapat mensponsori dana ilegal untuk Bupati.  Setelah ‘Pilkada’ di masa kolonial,  ‘Taokeh’ selalu menuntut balas jasa ke penguasa.Tentu dlm bentuk “proyek” dll. Jadi hubungan “simbiosis mutualistik” antara pemilik modal dg penguasa, antara ASENG dg ASONG sdh berakar ratusan tahun di Tanahair. Dipercanggih dg KKN dimasa ORLA, ORBA, ORDEREF.
*1.Kawatir dominasi Cina dengan  konsep CINA RAYA*
John Memphi merumuskan ada 5 problem Cina atau 

*5 CHINESE PROBLEM IN THE WORLD* .
1. First Emporium, *RRC* – Mainland China  (Mother Land – Tanah Leluhur).
2. Second Emporium, *TAIWANESE* (Capital – Modal).
3. Third Emporium, *SINGAPOREAN* (Trade – Dagang).
4. Fourth Emporium, *OVERSEAS CHINA* (Brotherhood – Persaudaraan).
5. Fifth Emporium, *DOMESTIC CHINA* (China Town – Pecinan).
Stressing tulisan ini berkaitan dg peranan RRC dan Cina Rantau di Indonesia.
Republik Rakyat Cina (RRC) merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak di Dunia.Dari 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),  pada tahun 2015 RRC berpenduduk 1.367.485.388 jiwa.  Artinya ada 1,37 miliar yang harus dikasi makan tiga kali dalam seharai. 

Sekarang RRC memang sudah menjadi negara kekuatan baru di Dunia. Predikat itu diperlihatkan oleh indikator pembangunan RRC pada aspek ekonomi, politik, militer, dan  budaya yang makin kuat. Sedangkan di lain pihak, sejarah bangsa ini  menunjukkan bahwa selama sejak 5 ribu tahun lamanya hingga saat ini dilaluinya dengan pertarungan demi pertarungan dengan sesamanya serta dengan bangsa-bangsa lainnya di Dunia.  
Jumlah penduduk RRC 1,37 miliar itu belum termasuk warga Cina perantauan (Overseas Chineese) pada tahun 2008 diperkirakan berjumlah 300 juta jiwa  yang memencar di seluruh penjuru dunia. Di berbagai negara mereka sudah sangat exist terutama pada aspek ekonomi. Bila dulu Kaum Yahudi terpencar ke banyak wilayah di Dunia meskipun  mereka sendiri tidak menginginkan, maka Pemerintah Cina dengan sengaja mendiasporakan rakyatnya ke seluruh penjuru dunia. Faktor kesengajaan politis itu,menyebabkan banyak pihak di dunia menyebut sebagai skenario RRC di luar negeri. Atau dengan perkataan lain disebut juga kebijakan politik luar negeri RRC. Berhubung kesengajaan itu membawa misi politik luar negeri RRC, atau oleh karena faktor skenario, maka jelas faktor kesengajaan RRC memotivasi bangsanya untuk melakukan Overseas memiliki tujuan politik luar negeri RRC yang lebih besar. 
Warga  Overseas Chineese  itu di banyak negara menguasai sumber daya negara lain dengan nafas post neo-colonialism. Contohnya antara lain di Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand. 
Skenario besar itu  (Overseas Chineese yang disengaja) tentu melibatkan negara RRC dan dapat diperjelas dengan istilah bahwa Overseas Chineese adalah juga  planted agent RRC di luar negeri. Maka tak keliru bila banyak negara menolak secara halus atau kasar kedatangan orang  orang Cina  ke negaranya.
Expansi Inggris sebagai penguasa abad XIX bisa dikatakan sudah selesai ketika mereka menemukan tanah baru di Amerika dan Australia. Tapi Cina baru memulai untuk tujuan imperium itu. Sifat ekspansionisme dan semangat negara Cina dalam geopolitik adalah bagian dari konsep Cina Raya. Mereka butuh tanah baru. Tak cukup sampai di situ, mereka juga menyiapkan Cina Rantau untuk jadi penguasa di tanah baru itu.  
Indonesia  telah lama menjadi target untuk dijadikan tanah baru mereka.  Karenanya Cina di Indonesia dan  para Cina perantauannya sudah mulai masuk dalam pertarungan politik praktis dengan mendirikan  partai politik dan bahkan  menguasai partai politik lainnya dengan tujuan politik untuk Presiden Indonesia. Mereka itu anatara lain adalah Ahok, Harry Tanoesoedibiyo, dan Setya Novanto. Kekawatiran terhadap Cina perantauan ini terutama karena RRC menganut paham dwikewarganegaraan (ius sanguinis). Sekalipun Ahok misalnya Warga Negara Indonesia, namun bagi RRC dia juga warga negaranya. Sehingga loyalitas ganda ini lebih banyak merugikan Indonesia yang menganut azas kewarganegaraan ius solli ( loyalitas pada satu negara dimana dia dilahirkan). Sehingga bagi Indonesia keturunan Arab, India, Pakistan, dan Persia tidak ada masalah karena negaranya menerima azas ius solli apalagi mereka umumnya sudah berbaur dalam budaya dan agama dengan pribumi Indonesia.
Di samping itu sekitar 5 tahun yang lalu ada catatan bahwa 70 juta kader muda PARTAI KOMUNIS CINA mendapat tugas untuk membahas strategi dan taktik Cina utk menjadi negara superpower. Kader kader tersebut kerjanya memasukkan usul usul kongkrit untuk diputuskan dan dilaksanakan oleh Parta Komunis Cina (PKC). Hal ini saja sudah membuat kawatir negara negara diseputar Cina.
Di Filipina sebagian besar penguasanya berdarah Cina, mulai dari bapak pendiri bangsa Jose Rizal, sampai Marcos hingga trah Aquino. Konglomerat Cina menguasai semua bidang usaha, sementara puak Melayu Filipina sudah lama terpinggirkan dan banyak yang jatuh miskin mengenaskan. Di Singapura kaum Melayu sdh digusur dan Cina sangat berkuasa. Di Malaysia kalau dulu Mahathir dkk tdk waspada mungkin sdh jadi negara yg didominasi Cina perantauan.

Di Thailand PM Thaksin Shinawatra yang berdarah Cina melakukan program-program populis untuk merebut kekuasaan tetapi akhirnya dijungkalkan oleh kerajaan yang bersekutu dengan milter untuk menyelamatkan negara. Birma banyak membatalkan proyek dg Cina konon karena kawatir dominasi Cina dan mungkin belajar dari kasus Tibet. 
Vietnam mungkin salah satu negara yg paling waspada terhadap Cina. Karena konon doktrin RRC memandang  VIETNAM ITU LENGANNYA DAN INDONESIA ITU JARI JARINYA.
Namun di Timor Leste yg baru belasan tahun bebas dari Indonesia imigran Cina sdh luar biasa. Perekonomiannya didominasi Cina bahkan menurut Lingkar.Com Cina sdh membangun pangkalan AL di Timor Leste dan ada perkiraan mata uang Timor Leste akan menggunakan mata uang Cina, Yuan,  mengikuti Zimbabwe.Australia sendiri cemas melihat perkembangan Timor Leste.

Mantan Dubes RI di Peking Mayjen Purn. SUDRADJAT juga cemas melihat perkembangan tenaga kerja dari Cina dan meragukan kemampuan aparat kita utk memantau dan mengeksekusi atas berbagai pelanggaran yg dilakukan imigran Cina.
Singkat kata, negara negara Asia Tenggara kalau tdk waspada pelan-pelan akan jatuh ke tangan Cina karena kebijakan geopolitik Cina yang  menggunakan Cina perantauan sebagai kaki-tangan program ofensifnya.
Elit Etnis Cina di Indonesia, berperan dari bermain di belakang layar hingga tampil langsung untuk mendominasi politik kekuasaan Indonesia. Dengan perkataan lain Etnis Cina di Indonesia sedang berusaha keras untuk menggeser posisi politik Pribumi Nusantara sebagai penguasa nasional. Indonesia diperkirakan menjadi negara yang paling banyak perantau Cina-nya.Menurut Kompas lk 8.000.000 orang sementara Prof DR. Sri Bintang Pamungkas menduga lk 25 juta tapi menurut mantan Dubes kita di RRC Mayjen Purn Sudradjat berkisar 5% atau lk 12 juta. Di Indonesia secara kasar dikategorikan ada Cina Totok atau Cina Singke, Cina kelahiran Indonesia, dan Cina keturunan, serta Cina yang telah berasimilasi dengan Pribumi Nusantara. Cina yang mau berasimilasi secara pisik ( kawin mawin dengan Pribumi) dan menyesuaikan diri dengan adat istiadat dan budaya setempat, tidak hidup secara ekslusif. Mereka ini sudah masuk dalam kategori bumiputera atau pribumi. Demikian temuan penelitian Dr. M.Dahrin La Ode, M.Si seorang ahli politik etnisitas, juga Dosen Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan). Di satu sisi masih banyak pula Cina yang menolak untuk berasimilasi secara pisik dan budaya, tetap mempertahankan cara hidup eksklusif, merasa dirinya lebih terhormat dari pada Pribumi dengan perkataan lain orang Cina menganggap dirinya superior sedangkan Pribumi adalah inferior. Sikap psikologis sosial orang Cina seperti itu merupakan bagian dari stratifikasi kolonial Belanda dahulu, yakni stratifikasi pertama Kolonial Belanda, stratifikasi kedua orang Cina, dan stratifikasi ketiga adalah Pribumi yang dijajah oleh Belanda. Di samping itu, juga karena kebijakan ekonomi Orba membuat orang Cina tumbuh pesat pada aspek ekonomi sehingga banyak orang Cina yang jadi kaya raya. Dari hasil itu, membuat sikap psikologis sosial semakin ekslusif.  Dengan kekuatan ekonominya yang dominan itu, maka ada kekhawatiran Cina akan mengakuisi atau menguasai Indonesia secara mutlak. Apalagi sekarang Cina singke atau Cina Totok yang tidak mau berasimilasi umumnya yang tergolong dalam 9 NAGA itu sudah mempunyai ambisi untuk menguasai politik Indonesia. Secara informal mereka sudah mengatur kekuasaan dari belakang layar terutama sejak Orba dan makin menjadi lebih kuat sejak era Reformasi. Di era Orba mereka hanya mempengaruhi Soeharto dalam bidang ekonomi. Namun di era Reformasi mereka telah mengatur dari belakang layar. Sekarang mereka ingin tampil langsung mengatur kekuasaan. Dibeberapa daerah mereka sudah berkuasa. Baik yg Cina totok maupun yang Cina campuran.Dengan kekuatan ekonomi ditangan mereka secara telak dan ambisi politik RRC serta ambisi politik Cina rantau siapa yg jamin dlm beberapa tahun ke depan terjadi politik apartheid atau penjahahan oleh Cina terhadap Indonesia?
*Pribumi Nusantara Kurang Waspada*.
Kebanyakan masyarakat Indonesia kurang awas atas perkembangan dan perubahan prilaku Cina Perantauan ini. Mereka memandang sebagai hal hal yang wajar saja dan tidak melihat sikap politik dan ekonomi orang Cina ini sebagai ancaman dan bahaya bagi nasib Pribumi atau bumiputera dan masa depan anak cucunya yang akan dijajah oleh orang Cina.Dengan dalih hak azasi manusia, persamaan hak dan pluralisme maka kaum bumiputera dapat ternina bobokkan. Sikap Pribumi Nusantara seperti ini sangat berbahaya bagi kelanjutan NKRI dalam kekuasaan Pribumi Nusantara.Orang Cina mencontohkan negara Amerika Serikat (AS) dimana siapa saja bisa jadi Presiden tanpa diskriminasi. Mereka lupa bahwa di AS penduduk Pribuminya (Indian) sudah dimusnahkan oleh bangsa Eropa (Inggeris, Spanyol,  Perancis, Belanda, Dan Portugis) sehingga yang ada adalah semua bangsa pendatang dari Eropa, Asia dan Afrika. Maka wajar mereka punya hak dan kesempatan yg sama  dalam sosial, ekonomi dan politik termasuk untuk menjadi Presiden. Meskipun demikian, AS kampiun dalam kampanye demokrasi , pluralisme dan HAM namun nyatanya ada syarat yang tidak tertulis bahwa Presiden AS adalah  yang White, Anglosaxon, dan Protestant (WASP). Jd secara tersirat di AS pun terjadi ” diskriminasi”. Di Cina sendiri umpamanya ada orang keturunan India kaya raya mau jadi Gubernur di Beijing apa mungkin? Jangankan yg India, yg Cina campuran bule di Hongkong belum tentu di terima jadi gubernur di Cina. Jadi Cina cuma mau menang sendiri saja didunia ini ?
Kelompok kelompok tertentu di Indonesia mencoba melakukan kampanye yang mencoba mengaburkan penduduk asli pribumi dan Cina pendatang dengan menggugat sejarah ribuan tahun seolah olah tidak ada pribumi dan semua sama sama pendatang. Ini upaya orang Cina yang harus diwaspadai dengan cara yang saksama. Tidak boleh lengah.Kita tak boleh terpengaruh oleh upaya upaya demikian karena akan mengaburkan hal hal mendasar bagi tegaknya NKRI. Sebuah sumber di medsos menulis

dulu Tibet negara merdeka, *lalu ada bantuan dari Cina untuk membangun Tibet, maka dikirimlah para pekerja dari Cina membangun jalan, jembatan dan sarana2 infrastuktur lainnya*.
Tiba2 di suatu hari, ternyata pekerja2 itu memegang senjata dan mengusai ibukota dan pemerintahan. Dalai Lama ditangkap dan diasingkan keluar negeri.
Ternyata mereka adalah para *tentara yang menyamar jadi pekerja.*
Menurut sumber itu

kisah ini  didengar langsung dari orang Tibet di kota Lasa (ibu kota Tibet).

Pemerintah Indonesia harusnya waspada dengan pengiriman besar2an tenaga kerja Cina ke Indonesia. Apalagi  pembelian/pemasukan senjata secara ilegal ke Indonesia telah terjadi dan bisa mendaratnya pesawat secara sembarangan di Jakarta yg pemiliknya Cina. Belum lagi penguasaan pantai utara Jakarta secara sistematis dg proyek reklamasi dll.
Japto Surjosoemarno tokoh Pemuda Pancasila telah menyampaikan kekawatirannya dengan prilaku Cina Rantau dengan mempertanyakan KTP Cina yang telah di kremasi, jangan-jangan di daur ulang. Begitu juga dengan pembangunan Ruko, apartmen, rusun serta penguasaan lahan yang berlebihan dari Sumatra, Jawa, Kalimantan dan lain seterusnya. Itu semua dicurigai bagian dari Agenda Cina Raya.
*2. Proklamasi Kemerdekaan Tanggal 17 Agustus 1945 untuk pribumi!*
Bagi kita tonggak terpenting lahirnya Republik Indonesia adalah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Kemerdekaan Indonesia pada dasarnya adalah kemerdekaan kaum Pribumi Nusantara yang 3,5 abad di jajah Belanda dan menempatkan pribumi sebagai Kelas 3 di tanah airnya sendiri.Memang tidak dipungkiri bahwa di antara pejuang kemerdekaan itu ada warga keturunan yang ikut andil dalam sumbangan moril, materil maupun secara pisik ikut berkorban meskipun tidak juga dipungkiri banyak yang jadi agen atau mata mata dari sang penjajah. Namun secara mendasar bila kita membaca pikiran pikiran misalnya Bung Hatta secara ekonomi ingin membebaskan kaum Bumiputera dari belitan kemiskinan, exploitasi, kebodohan dan penindasan. Sehingga dengan jelas kita menangkap pesan tersirat dan tersurat bahwa kemerdekaan Indonesia itu adalah utuk umumnya bagi kaum bumiputra, bukan untuk orang Cina.
*3.Kemiskinan Akibat Konspirasi Orang Cina dengan Pengambil Kebijakan*
Namun dalam kenyataannya setelah puluhan tahun kemerdekaan Indonesia itu, kaum bumiputera mayoritas tetap miskin, kumuh dan terexploitasi. Karenanya sangat banyak warga Pribumi Nusantara menjadi sangat terbelakang.Sementara segelintir kalangan minoritas Cina perantauan menjadi sangat supermakmur. Statistik ekonomi tak perlu lagi dikemukakan mengingat dalam realitas sehari hari kesenjangan itu sangat mencolok dan nyata.Sementara kalangan mencoba menyudutkan seolah situasi itu terjadi karena kaum bumiputranya bodoh, malas, tukang kawin, banyak omong, tidak punya kreatifitas dan lain lain sebagainya. Kemudian diperhadapkan dengan  kelompok Cina yang katanya memang ulet, rajin, disiplin, hemat, cerdas dll. Tuduhan kepada Pribumi itu sangat tidak benar! Bahkan tuduhan itu sesungguhnya diciptakan bersama antara orang Cina dengan pihak pengambil kebijakan tadi agar Pribumi Nusantara tidak mencemburui kekayaan yang telah dicapai oleh orang Cina dan kekayaan para pengambil kebijakan yang diperoleh dari pengusaha Cina yang didasari oleh konspirasi tadi.Tanpa mengabaikan hal hal yang berkaitan dengan budaya tersebut sebenarnya yang paling mendasar yg membuat terjadinya kesenjangan tersebut adalah karena ada faktor kebijakan yang tidak berpihak kepada kaum bumiputra dan menguntungkan segelintir kaum minoritas. Apa yang oleh Henry Veltemeyer disebut sebagai kebijakan kapitalisme/ neoliberalisme yang menguntungkan para pemodal yang kebetulan keturunan Cina yang sejak Orde Baru dipraktekkan dan merajalela hingga era Orde Reformasi ini. Akumulasi kekayaan para konglomerat hitam juga terjadi karena jelang akhir kekuasaan Soeharto terjadi skandal perampokan Bank oleh sekelompok orang Cina yang dikenal sebagai skandal BLBI.Bahkan Robison (1995) menyebut telah terjadi konspirasi antara penguasa Orde Baru dengan Sekelompok Cina dan Kapitalis dari Barat/Jepang yang sangat merugikan kelompok pengusaha pribumi. Lagi pula dalam sektor ekonomi atau mengumpulkan kapital, Cina perantauan umumnya tidak mengenal halal/haram, salah/benar. Ini watak yg sudah mengakar dalam diri Cina khususnya di Indonesia sehingga mereka dengan cepat mengumpulkan kapital mengangkangi pribumi. Budaya hitam orang Cina itu dalam masyarakat Melayu di Kalimantan dikenal dengan istilah atau julukan (3H) “halal, haram, hantam saja”. Julukan itu mengena kepada semua pengusaha orang Cina di Kalimantan.Konspirasi dan prilaku itu diduga makin merajalela hingga kini dan membuat Pribumi Nusantara makin melarat dan bahkan ada yang menduga sedang terjadi proses penyingkiran intensif kaum Pribumi Nusantara dari aspek ekonomi dan politik yang menjadi dasar kekuatan pada tiap-tiap negara modern seperti Indonesia. Lebih tajam lagi dicurigai menuju aboriginisasi.
*4.Membangun Kembali Politik Pribumisme*
Melihat kondisi rawan dan berbahaya itu maka sebagian kaum Pribumi Nusantara terpelajar mulai terusik. Mereka bukan bicara rasialis tapi bicara tentang ancaman dominasi Cina atas aspek ekonomi dan politik  yang sesungguhnya menjadi dasar kekuasaan Pribumi Nusantara, namun dewasa ini sedang dikuasai oleh orang Cina yang merupakan keturunan imigran Cina. 

Untuk itulah maka kalangan Pribumi Nusantara mulai mensosialisasikan Politik PRIBUMISME  yang menurut DR. M.Dahrin La Ode,MSi disebutnya   Trilogi Pribumisme

Trilogi Pribumisme itu menurut Ilmu Negara bahwa asal mula terjadinya negara adalah kesepakatan sekelompok orang Pribumi untuk mencapai Bonum Publicumm (kemakmuran publik), berisikan tiga substansi dasar kekuatan politik Pribumi yakni:

1. PRIBUMI PENDIRI NEGARA 

2. PRIBUMI PEMILIK NEGARA

3. PRIBUMI PENGUASA NEGARA

Teori dalam Ilmu Negara itu jika diaplikasikan ke dalam NKRI maka berbunyi sebagai berikut ini:

Pribumi Pendiri NKRI

Pribumi Pemilik NKRI

Pribumi Penguasa NKRIDengan ideologi itu diharapkan gerakan kebangkitan Pribumi Nusantara bisa  dikumandangkan dengan lantang sehingga Indonesia terhindar dari pencaplokan/penjajahan orang  Cina atau kaum Pribumi Nusantara jangan sampai terjajah atau dimusnahkan dengan berbagai cara dan strategi orang Cina bersama para pengambil kebijakan di Pemerintahan di Indonesia.Politik Pribumisme intinya Pemerintah melakukan pemihakan kepada Pribumi Nusantara sesuai dengan paradigma politik yakni selalu bersifat struktural : penguasa dan yang dikuasai. Itu  berarti bahwa ada Pribumi Nusantara dan ada Non Pribumi.  Pribumi Nusantara sebagai penguasa atas orang Non Pribumi yang di antaranya adalah orang Cina. Sedangkan bila sebaliknya adalah penjajahan. Dengan demikian maka Pribumi Nusantara  akan kembali berada di khitahnya yakni penguasa di NKRI yang kelak tercermin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia. Salah satu cara strategis untuk mengangkat harkat dan martabat Pribumi Nusantara  adalah dengan kembali ke UUD45 / Pancasila yang menjadi dasar idealisme the founding fathers NKRI.
Jakarta 20 Juli 2016

| Meninggalkan komentar