anakisa kang emil gabung ke naddem

Ust Sirod Gnpf Jkt:

Analisa sedikit soal deklarasi Kang Emil oleh Nasdem… 
Pak M Ridwan Kamil adalah salah satu contoh baik bahwa demokrasi one man one vote Bisa menghasilkan tokoh dengan segudang prestasi. Persoalan RK mengambil dukungan Nasdem mari kita lihat hitung-hitungan politik berikut ini: 
1. Parpol hanya bisa mengeluarkan pasangan calon dengan minimal perolehan 20% kursi di DPRD. Artinya PDIP(20) sebagai pemenang pemilukada di Jabar sangat punya kekuatan dan daya tawar paling tinggi terhadap paslon.
https://m.detik.com/news/berita/d-3449636/hanya-pdip-yang-bisa-usung-calon-sendiri-di-pilgub-jabar-2018
2. Golkar sebagai runner up, 17 kursi jelas akan memprioritaskan Kang Dedi Mulyadi di mana beliau telah menunjukkan kekuatannya dengan menjadi ketua DPD Golkar Jabar secara aklamasi. 
http://regional.kompas.com/read/2016/04/23/18230711/Dedi.Mulyadi.Terpilih.Jadi.Ketua.DPD.Golkar.Jabar.secara.Aklamasi
Kang Dedi bupati Purwakarta ini juga memiliki kemampuan personal branding yg tak kalah dengan Kang RK, artinya jika keduanya maju sebagai cagub, rakyat jabar punya pilihan yang semakin variatif dan sama-sama bagus ditilik dari popularitas dan gebrakan kepemimpinan mereka berdua. 
3. Gerindra(11) – PKS(12), adalah parpol pengusung RK dahulu, tapi ingat politik adalah saat ini, kita tidak akan bicarakan masa lalu, kalkulasi politik saat ini yang akan dipertimbangkan. Dengan total kursi keduanya yang dijumlahkan 23 kursi, maka keduanya dapat mengulang aliansi strategis dengan mengusung paslon baru atau mendukung salah satu kalau gak RK ya DM. 
4. Demokrat (12), kepindahan Kang Saan Mustopa  (karawang) dari partai ini ke Nasdem jelas kini telah memunculkan akibatnya. Kekuatan lobby Kang Saan mengajak Nasdem mendukung RK ke Jabar 1 jelas menunjukkan kerugian bagi Demokrat. Mungkin Demokrat dapat sekali lagi reunian dengan partai-partai pendukungnya PPP(9) dan PAN(4) untuk membuat “partai tambahan” seperti munculnya Agus-Silvy di DKI kemarin,  sehingga tetap dapat eksis dan memunculkan pesan-pesan politik baik pada rakyat pemilih atau “para sponsor”. 
5. Nah Nasdem yang cuma dapat 5 kursi ini sebenarnya gak terlalu ngaruh dalam konstalasi politik di Jabar. Tetapi Nasdem buat saya adalah PKS-nya kelompok sekuler liberal. Militansi, kaderisasi plus TV Corong yang secara militan mendukung kepentingan politiknya adalah kekuatan partai ini. Dengan mencalonkan di depan, setidaknya Nasdem memiliki kartu bagus dalam lobby-lobby selanjutnya dengan RK nanti, sebagaimana PBB Yusril ketika mendukung SBY dulu.

| Meninggalkan komentar

utk ajoker

A. Hasan:

Untuk Para Ahokers
Kalian itu tidak perlu lah protes atau keberatan segala terhadap spanduk-spanduk penolakan mensholati dan mengurusi bangkai para pembela Kâfir Terdakwa Penista Kitabullah.
Iya, bukankah kalian ketika hidup merasa kuat dan banyak, lalu kalau sudah mati, kenapa kalian jadi takut mati sendirian ? Takut tidak diurusi, tidak disholatkan ? Jangan cemen dong ah…!?!
Kalau jadi orang itu jangan nanggung-nanggung. Kalau saat hidup nekad meninggalkan syari‘at, kenapa saat sudah mati dan jadi bangkai mendadak syar‘i ? Yang kâffah dong ah….
Padahal, kalau memang tetangga atau pengurus Masjid tidak mau mengurusi bangkai kalian, ya kalian pergi saja ke sesama pembela si Kâfir Terdakwa Penista Kitabullah itu ?
Atau kalau tidak, coba dong kalian pergi ke tempat ibadah agama lain. Barangkali pemuka agama lain mau mengurusi bangkainya. Bukankah itu adalah bentuk “toleransi” dan itu kebhinekaan banget…?
Jadi nggak usah lah memaksa-maksa Muslim lain untuk mengurusi bangkai kalian, sebab selama hidup kalian maunya menyampur-nyampur agama, milih-milih syari‘at agama ala hidangan prasmanan. Jadi pas giliran mati, ngga masalah dong dicampur-campur juga ??
Bangkainya dimandikan seperti biasa, lalu dibajuin pakai jas ala agama lain, dan kemudian dibakar ala agama lainnya juga.
Atau mau dibakar ala Nusantara juga boleh… dioles saus kecap manis, atau pakai sambal kacang… kalau suka saus tiram, atau mau pakai saus Padang, juga boleh… terus dikalengin dan dibuang di kawah di puncak gunung Bromo sana. Nusantara banget kan…?
Adapun untuk upacara dan do’a kematiannya, maka bisa pakai MP3. Kalau kebetulan duitnya banyak, maka bisa adakan live concert “Salam Kematian 2 Jari” dengan mengundang artis papan atas, papan tengah, sampai ke artis papan bawah, dan dari semua genre. Keren banget secara standard kalian, kan?
Liberalisasi kematian juga perlu dilakukan agar benar-benar saat hidup jadi “orang bebas” yang tidak nanggung-nanggung, dan saat sudah mati dan jadi bangkai pun tidak nanggung-nanggung?
Kalian juga jangan jadi pengecut gitu lah? Masa baru diancam tidak dishôlati saja sudah pada cengeng begitu? Ayo dong tunjukkan kenyolotan, kengeyelan, kegarangan, dan kenekatan yang biasa kalian tampilkan di Sosmed itu?
Oh iya, kalian kan pernah bilang hormati orang yang tidak puasa? Nah, sekarang fair dong dengan MENGHORMATI MUSLIM YANG TAK MAU MENSHOLATI BANGKAI MUNAFIQUN ? Adil kan…?
Lagian, kalian harusnya konsisten dong kalau memang benci sama budaya ‘Arab ? Jangan nanggung nangung ah…
Iya, sebab kalau kalian mati, terus dimandikan, dikafani, disholatkan, lalu dikuburkan di pekuburan Muslim, maka yang seperti itu adalah budayanya orang ‘Arab. Padahal kalian katanya anti banget sama yg bau-bau ‘Arab ?
Lagian kalian kan sering banget mengatakan: “jangan bawa-bawa agama” Lalu kenapa pas sudah mati dan jadi bangkai, harus diurus secara syari‘at agama ? Urusi saja sama keluarga masing-masing suka-suka sendiri. Jangan jadikan bangkai kalian jadi urusan masyarakat Muslim. Bukankah kalian sering bilang: “agama itu urusan pribadi”?
Adapun kalau kami sangat takut urusan kematian dan Hari Akhir, maka kalian tak perlu takut sama cerita-cerita Alam Barzakh dan Hari Qiamat. Karena toh kalian anggap itu cerita dongengan yang belum tentu benar, ‘coz nobody has ever come back from death, kan?
Stay cool and keep calm. 
Udeh Gitu Aja….

| Meninggalkan komentar

tulisan mengenang kh hasyim muzadi

PakKom:

🗣🗣🗣
Pidato KH. Hasyim Muzadi yang disampaikan pada tahun 2012 lalu patut untuk menjadi renungan kita semua..
“Selaku Presiden WCRP dan Sekjen ICIS, saya sangat menyayangkan tuduhan intoleransi agama di Indonesia. Pembahasan di forum dunia itu, pasti karena laporan dari dalam negeri Indonesia. Selama berkeliling dunia, saya belum menemukan negara Muslim mana pun yang setoleran Indonesia. 
Kalau yang dipakai ukuran adalah masalah Ahmadiyah, memang karena Ahmadiyah menyimpang dari pokok ajaran Islam, namun selalu menggunakan stempel Islam dan berorientasi Politik Barat. Seandainya Ahmadiyah merupakan agama tersendiri, pasti tidak dipersoalkan oleh umat Islam. 
Kalau yang jadi ukuran adalah GKI Yasmin Bogor, saya berkali-kali kesana, namun tampaknya mereka tidak ingin selesai. Mereka lebih senang Yasmin menjadi masalah nasional dan dunia untuk kepentingan lain daripada masalahnya selesai. 

Kalau ukurannya pendirian gereja, faktornya adalah lingkungan. Di Jawa pendirian gereja sulit, tapi di Kupang (Batuplat) pendirian masjid juga sangat sulit. Belum lagi pendirian masjid di Papua. ICIS selalu melakukan mediasi. 
Kalau ukurannya Lady Gaga & Irshad Manji, bangsa mana yang ingin tata nilainya dirusak, kecuali mereka yang ingin menjual bangsanya sendiri untuk kebanggaan intelektualisme kosong? Kalau ukurannya HAM, lalu di Papua kenapa TNI/Polri/Imam Masjid berguguran tidak ada yang bicara HAM?
Indonesia lebih baik toleransinya dari Swiss yang sampai sekarang tidak memperbolehkan Menara Masjid, lebih baik dari Perancis yang masih mempersoalkan jilbab, lebih baik dari Denmark, Swedia dan Norwegia, yang tidak menghormati agama, karena di sana ada UU Perkawinan Sejenis. Agama mana yang memperkenankan perkawinan sejenis?! 
Akhirnya kembali kepada bangsa Indonesia, kaum Muslimin sendiri yang harus sadar dan tegas, membedakan mana HAM yang benar (humanisme) dan mana yang sekadar westernisme”.🙏

| Meninggalkan komentar

kutipan yusril 

#SejarahIndonesia
Latar Belakang Istilah “orang Indonesia asli” atau pribumi
By Yusril Ihza Mahendra
Dilihat dari sudut sejarah ketatanegaraan, negara RI bukanlah penerus Majapahit, Sriwijaya atau lainnya, melainkan meneruskan “semi negara” Hindia Belanda. Karena itu aturan peralihan UUD 45 (sblm amandemen) mengatakan segala bhw segala badan negara dan peraturan yg ada masih langsung berlaku seblm diadakan yg baru menurut UUD ini. Yang dimaksud peraturan yg ada dan langsung berlaku itu, baik dalam konsepsi maupun dalam kenyataan, bukanlah badan negara dan peraturan zaman Majapahit, Sriwijaya atau warisan penguasa militer Jepang, melainkan badan dan peraturan yg diwariskan oleh Pemerintah Hindia Belanda. Adapun mengenai penduduk Indonesia, peraturan yg ada dan lembaga yg mengurus/menanganinya yg berlaku dan dipahami orang sejak zaman Hindia Belanda adalah peraturan dalam Pasal 163 IS (Indische Staatsregeling) yang membagi penduduk Indonesia (Hindia Belanda) dalam tiga golongan, yakni Golongan Eropa, Golongan Timur Asing (terutama Tionghoa dan Arab) dan Golongan “Inlander” atau pribumi atau “orang Indonesia asli” yang pada umumnya beragama Islam dan sebagian menganut agama Hindu, Buddha dan lainnya. Orang Inlander atau pribumi yang beragama Kristen status mereka sama dengan golongan Eropa. Dalam hal kelahiran dan perkawinan, golongan Eropa dan Inlander (Pribumi) Kristen mereka tunduk pada Hukum Eropa (Burgerlijk Wetboek) dan lembaga yg mengurusijya adalah Burgerlijk Stand (Catatan Sipil). Orang Tionghoa Kristen juga sama. Sementara bagi Inlander Muslim atau Hindu/Buddha tunduk pada hukum adat masing2 dan tidak ada lembaga negara jajahan Hindia Belanda yg mengurusinya.
Status sosial, ekonomi dan hukum bagi ketiga golongan ini berbeda. Tiga golongan ini dapat dikatakan seperti urutan dari atas ke bawah. Tempat tinggal mereka dimana2 juga beda. Kalau di Jakarta Golongan Eropah tinggal di Weltevreden (sekitar lap. banteng), Mester Cornelis (Jatinegara, Polonia), Sementara Gol Timur Asing Tionghoa mendominasi daerah Pecinan Glodok. Sedangkan Inlander ya tinggal di pinggiran, Krukut, Klender, Condet, Cengkareng dsb. Ekonomi ketiga golongan ini jelas, Gol Eropa paling makmur, Gol Timur Asing lumayan kaya. Golongan Inlander atau pribumi adalah yg paling miskin di antara semua. Maka tak heran, jika golongan Inlander inilah yg ngotot ingin merdeka karena ketidakadilan dan diskriminasi yg mereka alami di zaman penjajahan. Dengan latar belakang sejarah ketatanegaraan itu, kita dapat memahami maksud kata2 dalam draf UUD 45 yang pasal 6 ayat (1) mengatakan “Presiden Indonesia adalah orang Indonesia asli dan beragama Islam”. Kata “beragama Islam” dihapuskan pada tanggal 18 Agustus 45. Jadi syarat jadi Presiden adalah “orang Indonesia asli” yakni “Inlander” atau pribumi dengan merujuk kepada Ps 163 IS, jadi bukan orang dari Gol Eropa dan bukan pula dari Gol Timur Asing. Demikian pula pasal2 mengenai kewarganegaraan dalam draf pasal 26 yg mengatakan bahwa yang menjadi warganegara Indonesia adalah orang Indonesia asli dan orang2 dari bangsa lain yang disahkan oleh UU menjadi warganegara.
Aturan2 yg diskriminatif yang dibuat oleh Pemerintah kolonial itulah yg menjadi latar belakang istilah “orang Indonesia asli” atau pribumi. Saya hanya mengingatkan kita semua agar jangan sekali kali melupakan sejarah.

| Meninggalkan komentar

maxwell dan kwbahagiaan

🍀💕Margaret, istri John Maxwell (motivator top dunia) menjadi pembicara di seminar tentang “Kebahagiaan”. 
Maxwell, sang suami duduk mendengarkan di bangku paling depan. 
Selesai ceramah, pada sesi tanya jawab, seorang ibu mengacungkan tangannya & bertanya, “Mrs. Margaret, 
APAKAH suami Anda membuat Anda bahagia ???”
Seluruh ruangan langsung terdiam. Margaret tampak berpikir sejenak & kemudian menjawab, 
“Tidak…”

 

Seluruh hadirin terkejut.
 “Tidak…” katanya sekali lagi, “John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia”. 
Hadirin langsung menoleh ke arah Maxwell. Maxwell juga me-noleh2 mencari pintu keluar. 
Rasanya ingin cepat2 keluar. 
Kemudian, Margaret melanjutkan,
“John Maxwell adalah seorang suami yang sangat baik. Ia tidak pernah berjudi & mabuk. 
Ia seorang suami yang setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia.”
Seorang yang hadir bertanya, “Mengapa ???”
Jawabnya, “Karena TIDAK ADA SEORANG PUN DI DUNIA INI YG BERTANGGUNG JAWAB ATAS KEBAHAGIAANKU SELAIN DIRIKU SENDIRI.” 
Margaret menjelaskan, “Tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia. 
Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu. 

Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia, Yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri. 
Kamulah yang bertanggung jawab atas dirimu sendiri. 
Kalau kamu selalu bersyukur, tidak mengeluh, tidak pernah punya perasaan minder/rendah diri, tidak self pity / fokus mengasihi diri sendiri / merasa selalu benar, Tidak negatif thinking selalu berfikiran positif, selalu berbuat baik kepada semua orang dan tidak punya musuh, tidak mencari kambing hitam, kamu tidak akan merasa sedih. 
Pola pikir kitalah yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, BUKAN faktor luar. 
👉🏿Bahagia tidaknya hidupmu bukan ditentukan oleh seberapa kaya dirimu, cantik istrimu/gagah suamimu, atau sesukses apa hidupmu.

 

Bahagia itu PILIHANMU SENDIRI”. 

Always Happy and Happy always …👍
Hari ini kita mau bahagia atau tidak… adalah pilihan kita sendiri…. 👍BUKAN ORANG LAIN.

| Meninggalkan komentar

garry muller

Misionaris Kristen, Miller : Mencari Kesalahan Al Quran, Berakhir Seperti Ini…
Kisah Dr. Gary Miller (Misionaris Kristen), Sang Penantang Al Quran : “Melakukan Riset Panjang Untuk Mencari Kesalahan Al Qur’an !”
Gary Miller, adalah seorang ilmuwan matematika asal Kanada.
Selain menjadi anggota dewan ahli di universitas, Miller juga aktif sebagai misionaris Kristen. Miller adalah ilmuwan yang sangat meminati bidang logika dan hal-hal logis.
Pada awalnya, dia berpikir bahwa Al-Qur’an yang turun 14 abad yang lalu itu hanya membahas berbagai masalah di masa lalu.
Namun seiring dengan menguatnya arus Islam di Barat, Miller pun terdorong untuk mempelajari Al-Quran lebih mendalam dengan tujuan mencari celah-celah kesalahannya, sekaligus membuktikan ketidakotentikan kitab suci umat Muslim itu.
Miller mengatakan, “Mulai hari itu, saya membaca Al-Quran untuk mencari celah-celah kesalahan kitab ini. Melalui usaha ini, saya berharap dapat mengangkat derajat pemeluk agama Kristen di hadapan ummat Islam.”
Dikatakannya pula, “Karena Al-Quran diturunkan 14 Abad yang lalu di padang pasir, saya berpikir bahwa kitab ini sangat terbelakang serta dipenuhi dengan kekurangan. Namun semakin saya membaca Al-Quran, saya malah semakin menemukan kebenaran yang membuat saya terkesima. Saya menyadari bahwa Al-Quran ternyata membahas berbagai masalah yang sama sekali tak ditemukan di kitab samawi lainnya.
Kitab ini membuat saya semakin penasaran untuk mempelajari lebih mendalam lagi. Ketika membaca sura An-Nisa’, ayat 82, saya sangat terkejut. Ayat tersebut menyebutkan; “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran ? Kalau kiranya Al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.”
Tentunya, hal yang dialami oleh cendekiawan asal Kanada ini bukanlah yang pertama kali terjadi bagi seorang non-muslim. Al-Quran adalah samudera yang tak ada batasnya dan mengandung mutiara ilmu yang tak ada habis-habisnya untuk digali.
Sejak 14 abad lalu, para pemikir dan cendikiawan dalam berbagai bidang mengarungi lautan ilmu yang tertuang dalam kitab ini. Namun sedemikian luas dan dalamnya samudera Al Quran, membuat mereka belum mampu menemukan tepi atau akhir dari lautan ilmu ini.
Oleh karena itu, mereka hanya bisa pasrah sambil memuji keagungan dan kebesaran Allah Swt. Al-Quran dalam surat Furqon ayat 1 menyebutkan, : “Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.”
Sebagai seorang ilmuwan, Dr. Gary Miller memahami bahwa mengenali dan membandingkan berbagai pendapat adalah salah satu metode ilmiah dalam rangka membuktikan kebenaran. Dia juga mengatakan, “Al-Quran dengan ayat-ayat yang sangat lugas mengajak manusia untuk berpikir. Di dunia ini, tak ada seorang penulis pun yang menulis sebuah buku, kemudian dengan penuh keyakinan meminta semua pihak untuk membuktikan kesalahan-kesalahannya.”
Miller juga mengatakan, “Di saat mempelajari Al-Quran, saya menanti ayat yang menyinggung peristiwa-peristiwa yang dialami oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, seperti wafatnya Sayidah Khadijah atau kehidupan anak-anaknya. Namun, saya malah dikejutkan oleh surat yang bernama Maryam. Sedangkan dalam kitab Injil dan Taurat, tak ada satupun surat khusus dengan nama Maryam. Selain itu, Al-Quran menyebut nama Isa Al-Masih sebanyak 25 kali, sedangkan kitab ini hanya menyebut nama Rasulullah Muhammmad Shallallahu ‘alaihi wasallam sebanyak 5 kali. Bahkan, tak ada surat yang menyebutkan nama putri atau istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.”
Namun, cendekiawan Barat ini masih belum mantap dengan apa yang didapatkannya. Ia pun kembali melanjutkan mencari kesalahan-kesalahan Al-Quran. Kali ini, ia dikejutkan oleh ayat lainnya, yaitu Surat Al Anbiya ayat 30, yang berbunyi : “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup…”
Miller berkata, “Ayat ini menyinggung masalah ilmiah yang penemunya mendapatkan penghargaan Nobel pada tahun 1973. Ayat ini menjelaskan teori “Big Bang” yang menghasilkan penciptaan dunia, langit, dan bintang-bintang.”
Miller melanjutkan, “Bagian akhir ayat tersebut menyebutkan bahwa air adalah sumber kehidupan. Ini merupakan salah satu keajaiban penciptaan alam yang baru dipahami oleh sains modern. Ilmuwan modern membuktikan bahwa sel hidup terbentuk dari sitoplasma atau zat separuh cairan lekat, sedangkan bagian inti sitoplasma bersumber dari air. Dengan mempelajari ayat ini, saya sama sekali tidak lagi mempercayai klaim-klaim bohong yang menyebut Al-Quran sebagai buatan Muhammmad Shallallahu ‘alaihi wasallam semata. Bagaimana mungkin Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang tak bisa menulis dan membaca sebelum diturunkannya Al-Quran, 1400 tahun yang lalu, tiba-tiba dapat berbicara soal materi dan gas yang membentuk dunia?”
Akhirnya, riset panjang ini menyebabkan Dr. Gary Miller tunduk menerima Islam sebagai agama yang benar. Dia kini aktif menulis berbagai makalah terkait mukjizat-mukjizat sains yang tercantum dalam Al-Quran. Di antara karya-karya Miller berjudul “Al-Qur’an Yang Menakjubkan”, “Perbedaan Al-Quran dan Kitab Injil”, dan “Pandangan Islam tentang Metode-Metode Pemberian Kabar Gembira”.
Di samping berbicara mengenai mukjizat dan keagungan Al-Quran, Dr. Gary Miller juga membahas masalah lainnya. Dia mengatakan, “Di antara mukjizat Al Quran adalah menyampaikan ancaman-ancaman untuk manusia di masa mendatang yang tak bisa diprediksikan oleh manusia. Hal ini tak bisa diprediksi oleh manusia karena manusia seringkali menjadikan eksperimen sebagai tolak ukur kebenaran.
Al-Qur’an juga mengidentifikasi sahabat dan musuh ummat Islam. Selain itu, kitab ini juga memperingatkan persahabatan dengan orang-orang musyrik dan mengingatkan bahwa ummat kristiani adalah sahabat yang paling dekat dengan umat Islam. Lebih dari itu, Al Quran mengemukakan data yang konkrit dan ini adalah di antara metode Al-Quran yang luar biasa.”
Menurut Miller, “Al-Quran juga menarik perhatian para pembacanya pada hal-hal yang spesifik, bahkan kitab ini juga menyampaikan informasi-informasi baru. Informasi semacam ini tak pernah disinggung dalam kitab samawi lainnya. Sebagai contoh, surat Al-Imran ayat 44 menyampaikan peristiwa undian untuk mengasuh Sayidah Maryam as. Ayat tersebut menyebutkan, “Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.”
Dikatakannya pula, “Dalam Kitab Injil, jika kita ingin lebih mengetahui sebuah cerita atau mengkaji permasalahan, seringkali kita tidak mendapatkan jawabannya di kitab itu dan bahkan kita harus merujuk sumber-sumber referensi lainnya. Sementara Al-Quran menyatakan, jika seseorang ragu akan kebenaran yang disampaikannya, maka Al Quran sendiri yang akan menjawabnya. Namun, setelah saya mempelajari kitab ini secara detail, saya menyimpulkan bahwa tak seorangpun dapat menanggapi tantangan Al-Quran ini, karena pada prinsipnya, informasi-informasi dalam kitab ini Kitab ini mengungkap peristiwa masa lalu, masa kini, dan masa mendatang.”
Pada tahun 1977, Miller terlibat debat terbuka dengan penceramah Islam terkenal; Ahmad Deedat. Logikanya jelas dan pembenarannya tampak berdasarkan niat baik untuk mencapai kebenaran tanpa kebanggaan beragama atau prasangka buruk. Banyak orang yang kemudian memperkirakan bahwa ia akan segera memeluk Islam setelah debat itu.
Pada tahun 1978 Miller memutuskan memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Abdul Ahad Omar. Dia bekerja selama beberapa tahun di Universitas Minyak & Mineral di Saudi Arabia dan kemudian mengabdikan hidupnya untuk da’wah melalui program TV dan ceramah-ceramah umum tentang Islam.
Pesan Dr. Gary Miller kepada umat Muslim:
*“Wahai ummat Islam, kalian tak mengetahui betapa Allah Subhanahu wa ta’ala telah melimpahkan kemuliaan kepada kalian, yang tak dimiliki oleh agama-agama lain. Untuk itu, bersyukurlah karena kalian telah menjadi muslim. Berpikirlah secara mendalam untuk mengungkap kebenaran-kebenaran yang indah dalam Al-Quran. Saya mempelajari Al-Quran secara mendalam, dan kitab inilah yang menyebabkanku mendapatkan hidayah Ilahi.”*
*Renungkanlah, dan jangan biarkan prasangka mencegah Anda menemukan jalan untuk mendapatkan hidayahNYA.

| Meninggalkan komentar

pelacur dan kyai

Copast

*WANITA NAKAL YANG MENGGODA USTADZ*

(Kisah nyata)
Didalam sebuah mobil bersama Ustadz KH. Ali Yahya Lasem, beliau bercerita kepada saya..
Pada suatu hari, ketika beliau mau berceramah (Ngisi pengajian) di Jepara, tiba2 dalam perjalanan (pas berhenti di lampu merah) mobil beliau dihadang seorang cewek cantik dan sexy…

Maklumlah waktu itu beliau  duduk didepan disamping sopir, melepaskan kopyah dan serbannya. Dan karena Ustadz KH. Ali Yahya Lasem itu seperti seorang bule (mirip orang Australia),  mungkin cewek jalanan tersebut mengira bahwa beliau adalah seorang turis manca negara yg banyak duwit, he he….
Cwk : “Malam om..”(wiih.. yai dipanggil om)
Kyai : “Malam..”
Cwk : “Ikutan dong om.. boleh ya..”
Kyai : “Oo boleh boleh.. silahkan masuk..”

(Cewek bergegas masuk mobil..)
Cwk : “Om mau kemana..? butuh aku nggak..? aku temenin ampei pagi ya om..?” 

(cewek merayu yai.. wk kk kk) 
Kyai : “Oo ini lho mau ngaji di Jepara..

Nggak apa2 silahkan ikut saja”

(sambil pake lagi kopyah & sorbannya) 
Cwk : “Oo, jadi bapak ini kyai to?” (tadi dipanggil om, skrg panggil yai, he..he..) 

“maaf yai saya bener2 ngggak tau, skali lg maaf..”

(dgn ekspresi tegang & ketakutan)
Kyai : “Oo, nggak apa2.. santai saja mbak..

Sekali-kali ikut pengajian bagus itu..”

Cwk : “Nggak usah Yai, saya turun disini saja”
Kyai : “Nggak bisa, pokoknya hrs ikut. Tadi

kan sampeyan bilang mau ikut, jadi ya harus ikut..”
Cwk : “Tapi kan saya nggak pake jilbab yai..”
Kyai : “Gampang.. nanti tak pinjamkan jama’ah”

(Untung si cewek pake rok sopan)
Cwk : “Tapi saya malu yai..”
Kyai : “Loh, sampeyan jadi pelacur nggak malu…kok pengajian malah malu, piye to..?
Cwk : “Gimana ni yai..” (semakin salah tingkah)

“Saya takut yai..”

 (tadi malu skrg takut ….wk kk kk..)
Kyai : “Sudahlah… santai saja..”
Setelah sampai di tempat pengajian, yai langsung pinjam jilbab sama ibu² jama’ah ..
Kyai : “Maaf bu.. bisa pinjam jilbab..? ini lho bu Nyai lupa bawa jilbab”

(ha ha ha, masak bu nyai lupa jilbab)
Ibu² : (Sambil dikit agak bingung ibu² jawab)

“Oo bisa Yai.. bentar saya ambilkan..”
Setelah pake jilbab, bu Nyai cewek langsung turun dari mobil, he he..  Dan begitu turun dari mobil, masya Allah… bu nyai cewek langsung di serbu sama ibu² untuk bergantian cium tangan bu nyai cewek.. (ngalap berkah kali yee… he he..).
Mendapat penghormatan seperti itu seketika wajah bu nyai cewek langsung pucat, lisannya kelu diam sejuta bahasa dan tubuhnya pun serasa kiyu.. Ia begitu merasa terhormat dipersilahkan masuk lalu dijamu dan dilayani dgn sebaik baiknya selayaknya Bu Nyai sungguhan..

Setelah pengajian selesai, jamuan daharan dihidangkan (tempat hanya terpisah kiri dan kanan dgn tempat kyai, jadi masih tetep terlihat).. 

Dan sebelum acara makan² dimulai (di tempat jamuan bu nyai cewek) para ibu² jama’ah memohon berkah do’a dari bu nyai cewek..
Allahu Akbar..!! Bagaikan disambar petir saat ia dimintai berkah doa.. Untung masih hafal ROBBANA ATINA.. he he..
Seperti saat baru datang, bu nyai cewek kembali di kerumuni ibu² untuk bergantian cium tangan ketika berpamitan hendak pulang, sambil diantar bareng² ke mobil… (welehhh.. cik mulyone dadi bu nyai dadakan, he he he..)
Di dalam mobil (pulang) bu nyai cewek menangis sejadi jadinya, kayak orang yg baru terkena musibah besar.. 

Setelah agak reda nangisnya, Kyai mulai memberi nasehat..
“Apakah sampeyan tidak melihat dan berfikir, tentang bagaimana cara orang2 tadi memperlakukanmu, menghormatimu, mengerumunimu, mengantarkanmu dan mereka juga rela antri hanya untuk dapat menciumi tanganmu satu demi satu, bahkan meminta berkah doa darimu.. Padahal sebenarnya kamu itu siapa..??? Orang yg tidak lebih mahal dari harga sayuran kangkung, bayam, terong dan lain sebagainya..” (bu nyai cewek kembali menangis, tetapi yai tetep melanjutkan nasehatnya).
“Ketika sampeyan menjual sayuran kangkung, bayam dan terong, sampeyan masih memiliki harga diri tetapi ketika sampeyan menjual diri, sampeyan sudah tidak lagi memiliki harga dihadapan Allah Swt. Hari ini sampeyan mendapatkan pelajaran hidup & nasehat terbesar dalam hidup sampeyan, maka segeralah bertaubat dan memohon ampun kepada Allah Swt. Jangan sampai nyawa merenggut sebelum sampeyan bertaubat..”
Setelah mendengar nasehat yai, bu nyai cewek akhirnya berbicara walaupun masih sambil terisak..
“Terimakasih yai atas nasehatnya.. Dan berkah dari kejadian ini, mulai saat ini saya bertaubat dan akan berhenti dari pekerjaan laknat ini.. sekali lagi terima kasih yai..”
Alhamdulillah…Berkah tindakan bijaksana seorang kyai, bisa menyentuh hati seorang pelacur hingga bertaubat. Padahal 4 jam yang lalu, dia masih bergelimang dengan dosa.
Subhanalloh…..
*Allah Swt Maha Pemberi hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya dengan cara yang sangat tidak diduga*

| Meninggalkan komentar