Ibuku

Ibu-ku menangis saat baca ini :

Aku mempunyai  pasangan hidup…
Aku mempunyai ibu…

Saat senang aku cari pasanganku…
Saat sedih aku baru cari ibuku…

Saat sukses aku ceritakan pada pasanganku…
Saat gagal aku ceritakan pada ibuku…

Saat bahagia aku peluk erat pasanganku…
Saat sedih aku peluk erat ibuku…

Saat liburan aku bawa pasanganku…
Saat aku BT aku mampir ke rumah ibuku…

Selalu aku ingat pasanganku…
Selalu ibuku yg ingat aku…

Setiap saat  aku akan telpon pasanganku…
Kalau lagi inget  baru aku akan telpon ibuku..

Selalu aku belikan hadiah untuk pasanganku…
Entah kapan aku akan belikan hadiah untuk ibuku…

Renungkan teman….!!!

“Anakku, kalau kau sudah habis belajar dan berkerja, bolehkah kau kirim uang untuk ibu? Ibu tdk minta banyak, lima puluh ribu sebulan pun cukuplah.

Berderai air mata jika kita mendengarnya…..

Tapi kalau ibu sudah tiada……….kita baru merasakan kasih sayangnya

IBU……
AKU RINDU……
AKU RIIINDDUU……
SANGAT RINDUUUU….

Berapa banyak yang sanggup menyuapkan ibunya….
Berapa banyak yang sanggup melap  muntah ibunya…..
Berapa banyak yang sanggup mengganti lampin ibunya…..
Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya…….
Berapa banyak yang sanggup membuang ulat dan membersihkan luka kudis ibunya….
Berapa banyak yang sanggup berhenti bekerja untuk menjaga ibunya….
Dan akhir sekali, berapa banyak yang mendoakan JENAZAH ibunya…

Jika kamu menyayangi ibumu “forward” kepada sahabat – sahabatmu…
Surga di telapak kaki Ibu…   Ingat…!!!

Ibu adalah bidadariku

| Meninggalkan komentar

Dibalik krtidaktahuan

DIBALIK KETIDAKTAHUAN

⛵Nabi NUH belum tahu Banjir akan datang ketika ia membuat Kapal dan ditertawai Kaumnya.

🐏 Nabi IBRAHIM belum tahu akan tersedia Domba ketika Pisau nyaris memenggal Buah hatinya.

🎋Nabi MUSA belum tahu Laut terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya.

💝Yg Mereka Tahu adalah bahwa Mereka harus Patuh pada Perintah ALLAH dan tanpa berhenti Berharap
yang Terbaik…

💝Ternyata dibalik KETIDAKTAHUAN kita, ALLAH telah menyiapkan Kejutan!

💝SERINGKALI Allah Berkehendak di-detik2 terakhir dalam pengharapan dan ketaatan hamba2NYA.

💝Jangan kita berkecil hati saat spertinya belum ada jawaban doa…
Karena kadang Allah mencintai kita dgn cara2 yg kita tidak duga dan kita tidak suka…

💝Allah memberikan apa yg kita butuhkan, bukan apa yg kita Inginkan!!

💝Lakukan bagianmu saja, dan biarkan
Allah akan mengerjakan bagianNYA…

Tetaplah Percaya.
Tetaplah Berdoa.
Tetaplah Istiqomah meraih Ridho-Nya.

| Meninggalkan komentar

Guru swasta

Sumber : Kompas

Oleh Doni Koesoema A
Persoalan nasib guru swasta yang merasa dianaktirikan dan diperlakukan tidak adil kian mencuat ke publik. Polarisasi antara guru swasta dan negeri sebenarnya bukan persoalan utama yang kita hadapi.

Masalah utama yang menjadi pangkal perdebatan adalah tidak adanya keseriusan pemerintah dalam menjaga dan melindungi martabat profesi guru, tidak peduli apakah itu guru negeri, swasta, tetap, maupun honorer.

Dua kekuatan

Sebenarnya, nasib guru lebih banyak ditentukan dua kekuatan, yaitu kekuatan negara dan kekuatan masyarakat. Kekuatan negara terhadap guru bersifat memaksa dan mengatur. Ini terjadi karena negara berkepentingan hanya mereka yang memiliki kompetensi dan layak mengajar di kelaslah yang boleh berdiri di depan kelas. Karena itu, negara mengatur berbagai macam kompetensi yang harus dimiliki guru sebelum mereka boleh mengajar di dalam kelas. Kualifikasi akademis, sertifikasi, kemampuan sosial, dan keterampilan pedagogis adalah hal-hal yang harus dikuasai guru. Berhadapan dengan aturan negara yang koersif ini, para guru tidak dapat berbuat apa-apa selain harus menyesuaikan diri. Sebab inilah satu-satunya cara agar profesi guru tetap berfungsi efektif dalam lembaga pendidikan.

Selain itu, masyarakat juga memiliki kekuatan kultur yang menentukan gambaran sosok guru. Guru harus memiliki sifat-sifat tertentu, yaitu ramah, terbuka, akrab, mau mengerti, dan pembelajar terus-menerus agar semakin menunjukkan jati diri keguruannya. Masyarakat telah menentukan pola perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan guru di dalam kelas dan di luar kelas. Bahkan, masyarakat dengan kekuatan kulturalnya mengatur bagaimana guru harus berpakaian. Guru tak bisa seenaknya memakai jenis pakaian tertentu selama mengajar. Pelanggaran atas harapan masyarakat ini membuat individu guru kehilangan integritas.

Berhadapan dengan dua kekuatan ini, guru tidak memiliki kekuatan penawaran, selain mengikuti apa yang ditetapkan instansi di luar dirinya. Tidak jarang, norma sosial yang harus dilaksanakan guru menjadi rambu-rambu yang sebenarnya menjaga martabat guru itu. Ketika ada pelanggaran kode etik yang dilakukan guru, masyarakat akan menilai pribadi itu sebagai kehilangan kualitas keguruan dan dia tidak akan dipercaya. Karena itu, sanksi sosial, baik dari masyarakat maupun negara, sebenarnya bukan bersifat punitif, tetapi juga reparatif, yang membuat status dan martabat guru tetap berharga di mata masyarakat dan negara.

Bagian hakiki

Kekuatan memaksa negara dan kekuatan kultural masyarakat sebenarnya menjadi bagian hakiki yang mewarnai status seorang guru. Karena itu, tiap orang yang ingin menjadi guru harus mempertimbangkan dua tuntutan itu. Guru tidak bisa mengklaim dirinya sebagai guru jika negara dan masyarakat tidak memaklumkan keberadaan individu itu sebagai guru.

Sayang, situasi sosial, politik, dan ekonomi kian membuat status guru terpencil dan terpinggir. Ini terjadi karena tuntutan tinggi yang dipaksakan pemerintah ternyata tidak dibarengi kesediaan pemerintah melindungi profesi guru. Bahkan, ada guru digaji di bawah upah minimum regional. Sedangkan masyarakat, terutama para pemilik yayasan pendidikan swasta, juga tidak dapat berbuat banyak karena alasan tak adanya dana untuk mengangkat guru-guru mereka menjadi guru tetap. Minimnya sumber daya yayasan sering menjadi alasan untuk tidak memerhatikan nasib guru, bahkan membebani masyarakat dengan cara menaikkan biaya pendidikan.

Entah berhadapan dengan kekuatan negara atau masyarakat, guru ada dalam posisi lemah dan selalu menjadi korban. Situasi ini tidak dapat diatasi dengan mengangkat seluruh guru honorer menjadi pegawai negeri, seperti tuntutan beberapa kelompok guru honorer maupun mengangkat guru tidak tetap menjadi guru tetap yayasan.

Masalah ini hanya bisa diatasi jika pemerintah dan masyarakat memberi prioritas untuk menjaga, melindungi, dan menghormati profesi guru. Secara khusus, pemerintah harus memberi jaminan finansial secara minimal kepada tiap guru agar mereka dapat hidup layak dan bermartabat sebagai guru. Jaminan seperti ini hanya bisa muncul jika ada perlindungan hukum berupa peraturan perundang-undangan yang benar-benar memihak dan berpihak kepada guru.

Sejauh ini, pemerintah hanya mampu menuntut guru untuk ikut sertifikasi, tetapi ia gagal memberi penghargaan dan perlindungan atas profesi guru (ada ketidakseimbangan kuota guru negeri dan swasta, sedangkan swasta dibatasi kesejahterannya dengan aturan alokasi jam mengajar dan status kepegawaian). Pemerintah memiliki tugas mulia dalam menyejahterakan nasib guru. Negara mampu melakukan itu jika ada keinginan politik yang kuat. Ongkos sosial dan politik pada masa depan akan lebih ringan jika pemerintah mampu memberi perlindungan dan kemartabatan profesi guru, terutama memberi jaminan ekonomi minimal agar para guru dapat hidup bermartabat, sehingga mereka dapat memberi pelayanan bermutu bagi masyarakat dan negara.

Dukungan bagi swasta

Ketidakmampuan sekolah swasta dalam membiayai para guru yang bekerja di lingkungannya juga harus menjadi keprihatinan utama pemerintah. Partisipasi masyarakat dalam mengembangkan dunia pendidikan patut didukung, tetapi pemerintah juga wajib menjamin bahwa masyarakat yang mengelola sekolah memenuhi persyaratan sesuai standar pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan. Jika banyak yayasan pendidikan tidak mampu memenuhi standar pelayanan pendidikan, yayasan seperti itu tidak layak melangsungkan pelayanan pendidikan karena akan merugikan masyarakat (menarik ongkos terlalu tinggi), tidak mampu menghargai kinerja guru, dan tidak mampu memberi layanan pendidikan yang terbaik bagi siswa karena keterbatasan sarana, fasilitas, dan mutu guru.

Di zaman persaingan ketat seperti sekarang, kinerja menjadi satu-satunya cara untuk mengukur mutu seorang guru. Karena itu, status pegawai negeri, swasta, tetap, atau honorer tidak terlalu relevan dikaitkan gagasan tentang profesionalisme kinerja seorang guru. Di banyak tempat, status pegawai tetap malah membuat lembaga pendidikan swasta tidak mampu mengembangkan gurunya secara profesional sebab mereka telah merasa mapan. Demikian juga yang menjadi pegawai negeri, banyak yang telah merasa nyaman sehingga lalai mengembangkan dirinya. Di Papua, ada fenomena, status menjadi guru pegawai negeri banyak diincar sebab tiap bulan mendapat gaji, sementara hadir di sekolah dianggap tidak wajib.

Guru yang berkualitas selalu mengembangkan profesionalismenya secara penuh. Dia tak akan merengek-rengek meminta diangkat sebagai pegawai negeri atau guru tetap sebab pekerjaannya telah membuktikan, kinerjanya layak dihargai. Mungkin ini salah satu alternatif yang bisa dilakukan guru untuk mengembangkan dan mempertahankan idealismenya pada masa sulit. Namun, idealisme ini akan kian tumbuh jika ada kebijakan politik pendidikan yang mengayomi, melindungi, dan menghargai profesi guru. Pemerintah sudah seharusnya menggagas peraturan perundang-undangan yang melindungi profesi guru, tidak peduli apakah itu guru negeri atau swasta, dengan memberi jaminan minimal yang diperlukan agar kesejahteraan dan martabat guru terjaga.

Doni Koesoema A Mahasiswa Pascasarjana Boston College Lynch School of Education, Boston

| Meninggalkan komentar

Padi polibag

| Meninggalkan komentar

Kenapa tanaman organik?

Menjalani hidup sehat itu sangat bisa dilakukan dari diri sendiri, lho, Agromate. Caranya dengan memanfaatkan lingkungan di sekitar rumah untuk bertanam sayuran atau buah secara organik.

Kenapa harus organik?
Sayur atau buah organik sudah pasti lebih sehat. Pasalnya, sayur atau buah organik tidak menggunakan pupuk atau pestisida kimia. Kalau pun menggunakan pupuk, tentu pupuk tersebut bersifat organik pula.
 
Pemilihan Jenis Tanaman
Bayam, kangkung, sawi, caisim, pakcoy, tomat, dan cabai adalah beberapa jenis tanaman yang bisa Agromate tanam secara organik. Selain biasa dikonsumsi oleh keluarga, jenis-jenis tanaman tadi relatif paling mudah ditanam dan didapat benihnya.

Penyemaian
Agromate sudah menentukan jenis sayuran yang akan ditanam? Kini saatnya melakukan penyemaian. Terlebih dahulu, persiapkan benih sayuran yang dipilih, wadah semai—bisa berupa tray semai, polybag, karton bekas susu, atau botol bekas air mineral—dan media semai secukupnya. Semua bahan dan peralatan ini bisa Agromate dapatkan di toko pertanian atau secara online.

Sebelum menyemai, pastikan benih sayuran yang akan ditanam tidak kadaluarsa, ya, Agromate. Sementara itu, media semai yang digunakan bisa berupa campuran tanah, pasir, dan kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1.

Nah, berikut adalah tahapan penyemaian yang bisa Agromate lakukan.
―    Masukkan media semai ke dalam wadah. 
―    Buat garitan atau alur menggunakan sumpit atau jari telunjuk.
―    Letakkan benih di dalam garitan. Beri jarak antarbenih secukupnya untuk memudahkan proses pindah tanam.
―    Tutup kembali garitan dengan tanah tipis hingga merata. Lapisi permukaan persemaian menggunakan tisu.
―    Semprot tisu menggunakan sprayer hingga lembap. Simpan persemaian di tempat yang ternaungi.

Setelah hari ke-4 atau ke-5, Agromate bisa membuka tisu penutup persemaian. Jika benih sudah berkecambah, pindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari langsung, tetapi tetap ternaungi.

Jangan lupa untuk selalu menyemprotkan air secukupnya agar kondisi media semai selalu lembap. Jika sudah memiliki 4—6 helai daun, Agromate bisa segera memindahkan bibit tanaman ke wadah yang lebih besar atau langsung ke tanah di halaman rumah.

Pindah Tanam dan Pemeliharaan
Pada tahap ini, Agromate perlu menyiapkan media tanam dan wadah sebelum memindahkan tanaman. Media tanam yang digunakan biasanya campuran tanah, kompos atau pupuk kandang, dan pasir atau sekam bakar dengan perbandingan 1 : 1 : 1.

Sedangkan wadah tanam bisa berupa apa saja. Yang terpenting, pastikan jenis wadah yang digunakan sesuai dengan jenis tanaman yang akan ditanam. Jika menanam sayuran daun, bisa menggunakan wadah yang dangkal, seperti botol bekas air mineral atau panci bekas. Sementara itu, jika menanam sayuran buah, sebaiknya menggunakan wadah yang dalam, seperti ember, baskom, pot, atau polybag ukuran 30.

Setelah semua siap, berikut cara pindah tanam yang sebaiknya dilakukan.
1.    Letakkan kerikil, styrofoam, atau pecahan bata merah di dasar wadah tanam.
2.    Masukkan media tanam ke dalam wadah hingga terisi tiga perempat wadah. 
3.    Buat lubang tanam di tengah wadah sedalam 10 cm.
4.    Keluarkan bibit dari wadah semai secara hati-hati. Usahakan media semai tidak pecah dan perakaran tidak putus.
5.    Masukkan bibit ke lubang tanam di wadah tanam, lalu timbun dengan media tanam.
6.    Siram media tanam hingga terasa lembap. Letakkan wadah tanam tersebut di tempat yang terkena sinar matahari langsung.

Untuk perawatan harian, Agromate bisa melakukan penyiraman 1—2 kali sehari untuk menjaga kelembapan media tanam. Cabut gulma yang tumbuh di media tanam dan lakukan pemupukan susulan menggunakan kompos atau pupuk kandang. Pupuk susulan bisa langsung ditaburkan di media tanam.

Waktunya Memanen
Saat memanen adalah saat yang ditunggu-tunggu. Agar tanaman tidak rusak, pastikan Agromate memanennya secara tepat. Biasanya, pemanenan sayuran daun relatif cukup mudah, yakni langsung cabut hingga ke akarnya. Sementara itu, untuk sayuran buah cukup petik buah yang dihasilkan.

Mudah ‘kan? Tertarik untuk mencoba? Yuk, kita mulai menanam sayuran dan buah dari pekarangan rumah.

| Meninggalkan komentar

Membuat pestisida nabati

Tahukah Anda, lebih dari 1.500 jenis tumbuhan di dunia dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Ya, selain pupuk organik dan agens hayati, pestisida nabati merupakan komponen pertanian organik yang dapat diterapkan dalam pertanian organik. Lantas, seperti apa ya, pembuatan pestisida organik ini.

Tosin Glio—salah satu petani teladan dan pendiri Pos Pengembangan Agensia Hayati (PPAH) Swadaya Pujon—membagi ilmunya kepada Anda. Berikut adalah tahapannya.

Bahan
2 kg daun pahitan (Tithonia diversifolia)
2 kg daun mindi (Melia azedarach)
2 kg daun mimba (Azadirachta indica)
100 g daun sirih merah (Piper crocatum)
1 kg daun pepaya (Carica papaya)
2 kg daun avokad (Parsea americana)
2 kg daun sirsak (Annona muricata)
100 g akar, batang, dan daun tuba (Derris elliptica)
100 g bawang merah
250 g bawang putih
2 kg empon-empon
1 kg lidah buaya
250 g sabun colek
1 liter alkohol 70%
1 kg kapur tohor
1 liter belerang cair
5 liter asap cair
150 liter air bersih

Alat
Blender
Lumpang atau alu
Kain saring
Drum plastik
Slang plastik kecil
Botol bekas air mineral
Pengaduk
Corong
Timba

Cara membuat
1.    Cuci bahan pestisida yang berupa daun hingga bersih.
2.    Potong atau iris tipis untuk bahan yang berupa empon-empon.
3.    Giling atau tumbuk bawang merah, bawang putih, dan lidah buaya hingga halus.
4.    Masukkan seluruh campuran ke dalam drum plastik.
5.    Tambahkan air bersih hingga tiga perempat bagian drum.
6.    Lakukan fermentasi bahan dengan cara menutup rapat drum plastik selama sekitar 10 hari.
7.    Saring dan peras bahan yang telah terfermentasi. Pisahkan air dan sisa perasan.
8.    Campurkan kapur tohor, belerang cair, alkohol 70%, dan asap cair. Tambahkan sisa perasan hasil fermentasi.
9.    Kemas cairan ke dalam wadah tertutup atau botol kemasan.

| Meninggalkan komentar

Unyung rugi polibag

Keuntungan Pemakaian Polybag 
Biaya lebih murah untuk pembelian Polybag bertanam dibandingkan PotMudah dalam perawatanPengontrolan / pengawasan per individu tanaman lebih jelas untuk pemeliharaan tanaman seperti serangan hama/penyakit, kekurangan unsure haraTanaman terhindar dari banjir, tertular hama / penyakit.Polybag mampu di tambahkan bahan organic / pupuk kandang sesuai takaranMenghemat ruang dan tempat penanamanKomposisi media tanam dapat diaturNutrisi yang diberikan dapat langsung diserap akar tanamanDapat dibudidayakan tidak mengenal musimSebagai Tanaman Obat dan Tanaman Hias di Pekarangan/Teras.

Kerugian

Polybag mempunyai daya tahan terbatas ( maksimal 2-3 tahun) atau 2 – 3 kali pemakaian untuk media tanamKurang cocok untuk usaha skala besarProduktivitas tidak maskimal dibandingkan pada lahanMedia tanam akan terkuras / berkurang unsure organic dan media lainnya. Pemilihan polybag sebagai wadah tanam untuk budidaya dipengaruhi oleh beberapa factor yang dimilikinya seperti, harga murah, tahan karat, tahan lama, ringan bentuk seragam, tidak cepat kotor dan mudah diperoleh pada toko Saprodi, toko Plastik.Selain itu sangat baik untuk drainage, aerasi sehingga tanaman dapat tumbuh subur seperti dilahan. Penentuan ukuran Polybag yang cocok untuk pertumbuhan tanaman diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam penggunaan media dan nutrisi.

| Meninggalkan komentar