membaca al quran

​Tulisan bagus dari Dr Amir Faishol Fath:
Mengapa Membaca Al-Qur’an itu Penting ?
Karena menurut survey yang dilakukan oleh dr. Al-Qodhi 

di Klinik Besar Florida, Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan ayat suci  al-Qur’an baik bagi  yg mengerti bahasa Arab atau tidak, ternyata memberikan perubahan fisiologis yang sangat besar. 

Termasuk salah satunya menangkal berbagai macam penyakit. 
Hal ini dikuatkan lagi oleh Penemuan Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. 
Lalu, mengapa di dalam Islam, ketika kita mengaji disarankan untuk bersuara ? Minimal untuk diri sendiri alias terdengar oleh telinga kita. 
Berikut penjelasan logisnya :
Setiap sel di dalam tubuh kita bergetar di dalam sebuah sistem yang seksama, dan perubahan sekecil apapun dalam getaran ini  akan menimbulkan potensi penyakit di berbagai bagian tubuh… 
Nah… Sel-sel yang rusak ini harus digetarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya. 
Hal tersebut artinya harus dengan suara. Maka muncullah TERAPI SUARA yang ditemukan oleh dr. Alfred Tomatis, seorang dokter di Prancis.
Sementara dr. Al-Qodhi menemukan, bahwa

MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN BERSUARA,  Memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap sel-sel otak untuk mengembalikan keseimbangannya.
Penelitian berikutnya membuktikan Sel Kanker dapat hancur dengan menggunakan FREKUENSI SUARA  saja.
Dan kembali terbukti bahwa, Membaca Al-Qur’an memiliki dampak hebat dalam proses penyembuhan penyakit sekaliber kanker. 
Virus dan kuman berhenti bergetar saat dibacakan ayat suci Al-Qur’an, dan disaat yang sama , Sel-sel sehat menjadi aktif. Mengembalikan keseimbangan program yang terganggu tadi. _*Silahkan dilihat QS. Al-Isro’ ayat 82.
Dan yang lebih menguatkan supaya diri ini semakin rajin dan giat membaca al-Qur’an adalah karena menurut survey : 

SUARA YANG PALING MEMILIKI PENGARUH KUAT TERHADAP SEL-SEL TUBUH, ADALAH SUARA SI PEMILIK TUBUH ITU SENDIRI. _*Lihat QS. 7 ayat 55 dan QS. 17 ayat 10.
Mengapa Sholat berjama’ah lebih di anjurkan?. 

Karena ada do’a yg dilantunkan dengan keras, sehingga terdengar oleh telinga, Dan ini bisa memgembalikan sistem yang seharian rusak.
Mengapa dalam Islam mendengarkan lagu hingar bingar tidak dianjurkan?.

Karena survey membuktikan, bahwa getaran suara hingar bingar MEMBUAT TUBUH TIDAK SEIMBANG.
Maka kesimpulannya adalah :
1. Bacalah Al-Qur’an di pagi hari dan malam hari sebelum tidur untuk mengembalikan sistem tubuh kembali normal.
2. Kurangi mendengarkan musik hingar bingar, ganti saja dengan murotal yang jelas-jelas memberikan efek menyembuhkan.

Siapa tau kita punya potensi terkena kanker, tapi karena rajin mendengarkan murotal, penyakit tersebut bisa hancur sebelum terdeteksi.
3. Benerkan baca al-Qur’an, karena efek suara kita sendirilah yang paling dasyat dalam penyembuhan.
 semoga bermanfaat

| Meninggalkan komentar

minoritas

​Dalam beberapa literatur, terdapat istilah creative minority (minoritas kteatif). Istilah ini dipakai untuk mendeskripsikan sekelompok orang yang minoritas dalam jumlah namun memiliki keteguhan sikap, keaktifan tindakan, dan kecerdasan menangkap tanda zaman dalam upaya untuk mendorong terciptanya perubahan.
Maka kita lihat misalnya, kelompok pemuda Hawariyyun yang selalu menyokong risalah Nabi Isa as. Para sahabat ra yang dengan istiqomah menemani Nabi sejak fase sirriyah di Makkah hingga kembali lagi ke Makkah dalam kemenangan gemilang Fathu Makkah. Quran menyebut: kam min fiatin qoliilatin gholabat fiatan katsiiratan. Kelompok minoritas mampu mengalahkan kelompok mayoritas.
Si negeri kita, apa yang kita syukuri sebagai nikmat kemerdekaan sejak 71 tahun lalu, terwujud berkat minoriraa kreatif yang menjalani hidupnya untuk tidak tunduk terhadap kekejian penjajah dan dengan sabat berjuang dengan dimata-matai, dibui, dan diasingkan. Kelompok elit terdidik yang minoritas mampu menjadi penggerak mayoritas rakyat yang diam untul bangkit berjuang melawan penindasan penjajah.
Sejarah Muhammadiyah pun tak lepas dari kaidah ini. Ahmad Dahlan, pada awalnya berjuang hanya demgan ditemani dan disokong oleh sejumlah minoritas pemuda belasan tahun dalam mewujudkan cita-cita keagamaan dan praksis-sosial.
Semua ceritera sejarah tersebut menampilkan fakta keras yang sulit dibantah: jangan pernah memandang remeh kelompok minoritas kreatif yang cerdas, teguh, dan proaktif.
Apa lantas jumlah mayoritas tidak penting? Jawabnya tentu saja penting.
Perjumpan dan kolaborasi minoriras kreatif dengan sejumlah mayoritad massa banyak akan melahirkan ledakan perubahan fenomenal.
Elit terpelajar  minoritas penggerak kemerdekaan berjuang bersama mayoritas rakyat menghasilkan catatan sejarah menggembirakan: kemerdekaan.
Minoritas kreatif bernama mahasiswa berkolaborasi dengan mayoritas diam (silent majority) yang dibungkam Orde Baru  bertahun-tahun mampu meledakkan Reformasi di akhir millenium pertama. 
Pelajaran penting: jangan mermehkan jumlah. Minoritas namun kreatif itu lebih penting daripada mayoritas tapi diam. Namun yang lebih penting lagi, kolaborasi dari minoriras kreatif dan mayoritas diam pasti akan terjadi. It is a matter of time. Dan jika itu terjadi, kezaliman dan kebobrokan akan menemui ajalnya.
Oleh: *Syauqi Fuady*

| Meninggalkan komentar

dasar negara

​Info:
Banyak Yang Tak Tahu, Ternyata Dasar Negara Indonesia Bukan Pancasila Tapi Allah SWT .
Sejarah
Banyak Yang Tak Tahu, Ternyata Dasar Negara Indonesia Bukan Pancasila Tapi Allah,  Apa yang disampaikan oleh Dr Eggi Sudjana SH MSi dalam talkshow di TV swasta malam itu sangat mengejutkan banyak pihak. Beliau menyebutkan bahwa jika dicermati, ternyata justru negara Indonesia ini secara hukum bukanlah berdasarkan Pancasila. Sebaliknya, di dalam UUD 45 malah ditegaskan bahwa dasar negara kita adalah Ketuhanan Yang Maha Esa.
Dan sesuai dengan Pembukaan UUD 1945, Tuhan yang dimaksud tidak lain adalah Allah subhanahu wata’ala. Sehingga secara hukum jelas sekali bahwa dasar negara kita ini sebenarnya adalah Islam.
Pernyataan itu muncul saat berdebat dengan Abdul Muqsith yang mewakili kalangan AKK-BB. Saat itu Abdul Muqsith menyatakan bahwa Indonesia bukan negara Islam, bukan berdasarkan Al Qura’n dan Al Hadits, namun berdasarkan Pancasila dan UUD 45.
Mungkin Abdul Muqsith ingin menegaskan bahwa Ahmadiyah boleh saja melakukan kegiatan yang bertentangan dengan ajaran Islam, toh negara kita kan bukan negara Islam, bukan berdasarkan Quran dan Hadits.
Tetapi tiba-tiba Mas Eggi balik bertanya tentang siapa yang bilang bahwa dasar negara kita ini Pancasila? Mana dasar hukumnya kita mengatakan itu?
Abdul Muqsith cukup bingung diserang dengan pertanyaan seperti itu. Rupanya dia tidak siap ketika diminta untuk menyebutkan dasar ungkapan bahwa negara kita ini berdasarkan Pancasila dan UUD 45.
Ketika itulah mas Eggi langsung menyebutkan bahwa yang adalah UUD 45 menyebutkan tentang dasar negara kita adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, bukan Pancasila. Sebagaimana yang disebutkan dalam UUD 45 pasal 29 ayat 1.
Jika dipikir-pikir, ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh Eggi Sujana itu. Mana teks resmi yang menyebutkan bahwa dasar negara kita ini Pancasila. Kita yang awam ini agak kaget juga mendengar jawaban Eggi.
Entahlah apa ada ahli hukum lain yang bisa menjawabnya. Yang jelas si Abdul Muasith itu hanya bisa diam saja, tanpa bisa menjawab apa yang ditegaskan oleh Eggi Sujana.
Dan rasanya kita memang tidak atau belum menemukan teks resmi yang menyebutkan bahwa dasar negara kita ini Pancasila.
Diskusi itu menjadi menarik, lantaran kita baru saja tersadar bahwa dasar negara kita menurut UUD 45 ternyata bukan Pancasila sebagaimana yang sering kita hafal selama ini sejak SD. Pasal 29 UUD 45 ayat 1 memang menyebutkan begini:
1. Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa
Lalu siapakah Tuhan yang dimaksud dalam pasal tersebut, jawabannya menurut Eggi adalah Allah SWT. Karena di pembukaan UUD 45 memang telah disebutkan secara tegas tentang kemerdekaan Indonesia yang merupakan berkat rahmat Allah SWT.
Dalam argumentasi mas Eggi, yang namanya batang tubuh dengan pembukaan tidak boleh terpisah-pisah atau berlawanan. Jika dalam batang tubuh yaitu pasal 29 ayat 1 disebutkan bahwa negara Indonesia berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, maka Tuhan itu bukan sekedar Maha Esa, juga bukan berarti tuhannya semua agama. Namun tuhannnya umat Islam, yaitu Allah SWT.
Hal itu lantaran secara tegas Pembukaan UUD 45 menyebutkan lafadz Allah SWT. Dan hal itu tidak boleh ditafsirkan menjadi segala macam Tuhan, bukan asal Tuhan dan bukan tuhan-tuhan buat agama lain. Tuhan Yang Maha Esa di pasal 29 ayat 1 itu harus dipahami oleh rakyat Indonesia sebagai Allah SWT, bukan Yesus, bukan Bunda Maria, bukan Sidharta Gautama, bukan dewa atau pun tuhan-tuhan dalam nama yang lain.
Terlepas apakah nanti ada ahli hukum tata negara yang bisa membantah pemikiran Eggi Sujana itu, yang pasti Abdul Muqsith tidak bisa menjawabnya. Dan pandangan bahwa negara kita ini bukan negara Islam serta tidak berdasarkan Quran dan Sunah, secara jujur harus kita akui harus dikoreksi kembali.
Sebab jika kita lihat latar belakang semangat dan juga sejarah terbentuknya UUD 45 oleh para pendiri negeri ini, nuansa Islam sangat kental. Bahkan ada opsi yang cukup lama untuk menjadikan negara Indonesia ini sebagai negara Islam yang formal.

Bahkan awalnya, sila pertama dari Pancasila itu masih ada tambahan 7 kata, yaitu: dengan menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya.
Namun lewat tipu muslihat dan kebohongan para penguasa, dan tentunya melewati perdebatan yang sangat panjang, 7 kata itu harus dihapuskan. Sekedar memperhatikan kepentingan kalangan Kristen yang merasa keberatan dan main ancam mau memisahkan diri dari NKRI.
Padahal 7 kata itu sama sekali tidak mengusik kepentingan agama dan ibadah mereka. Toh Indonesia ini memang mayoritas muslim, namun betapa lucunya tingkah mereka, tatkala pihak mayoritas mau menetapkan hukum di dalam lingkungan mereka sendiri lewat Pancasila, kok bisa-bisanya orang-orang di luar agama Islam pakai acara protes segala. Padahal apa urusannya mereka dengan 7 kata itu.
Jika dipikir lebih mendalam, betapa tidak etisnya kalangan Kristen saat awal kita mendirikan negara, di mana mereka sudah ikut campur urusan agama lain, yang mayoritas pula. Sampai mereka berani nekat mau memisahkan diri sambil berdusta bahwa Indonesia bagian timur akan segera memisahkan diri kalau 7 kata itu tidak dihapus.
Akhirnya dengan legowo para ulama dan pendiri negara ini menghapus 7 kata itu, demi persatuan dan kesatuan. Tapi apa lacur, air susu dibalas air tuba. Alih-alih bisa duduk rukun dan akur, kalangan Ekstrem Kristen yang didukung kalangan sekuler itu tidak pernah berhenti ingin menyingkirkan Islam dari negara ini.
Dan semangat penyingkiran Islam dari negara semakin menjadi-jadi dengan adanya penekanan asas tunggal di zaman Soeharto. Semua ormas apalagi orsospol wajib berasas Pancasila.
Sesuatu yang di dalam UUD 45 tidak pernah disebut-sebut. Malah yang disebut justru negara ini berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. Dan Tuhan yang dimaksud itu adalah Allah SWT sesuai dengan yang tercantum di dalam Pembukaan UUD 45.
Jadi sangat tepat jika kalangan sekuler harus sibuk membuka-buka kembali literatur untuk cari-cari argumen yang sekiranya bisa membuat Islam jauh dari negara ini.
Namanya perjuangan, pasti mereka akan terus mencari dan mencari argumen-argumen yang sekiranya bisa dijadikan bahan untuk dijadikan alibi untuk menjauhkan Islam dari negara. Sebab mereka memang sangat alergi dengan Islam. Seolah-olah ajaran Islam itu harus diberantas, atau merupakan bahaya laten yang harus diwaspadai.
Kita harus mengakui bahwa kalangan sekuler anti Islam itu di negeri ini sangat banyak. Dalam kepala mereka, mungkin lebih baik negara ini menjadi komunis dari pada jadi negara Islam.
Wallahu A’lam. (Ahmad Sarwat, Lc).

| Meninggalkan komentar

7 macam persahabatan

​*7 (tujuh) MACAM PERSAHABATAN, tapi hanya 1 tersisa sampai di akhirat*
1. *”Ta’aruffan”*, Adalah persahabatan yang terjalin karena pernah berkenalan secara kebetulan, seperti pernah bertemu di kereta api, halte, rumah sakit, kantor pos, ATM, bioskop dan lainnya.
2. *”Taariiihan”* Adalah persahabatan yang terjalin karena faktor sejarah, misalnya teman sekampung, satu almamater, pernah kost bersama, diklat bersama dan sebagainya.
3. *”Ahammiyyatan”* Adalah persahabatan yang terjalin karena faktor kepentingan tertentu, seperti bisnis, politik, boleh jadi juga karena ada maunya dan sebagainya.
4. *”Faarihan”* Adalah persahabatan yang terjalin karena faktor hobi, seperti teman futsal, badminton, tenis, berburu, memancing, dan sebagainya.
5. *”Amalan”* Adalah persahabatan yang terjalin karena satu profesi, misalnya sama-sama dokter, guru, dan sebagainya.
6. *”Aduwwan”* Adalah seolah sahabat tetapi musuh, di depan seolah baik tetapi sebenarnya hatinya penuh benci, menunggu, mengincar kejatuhan sahabatnya, *Bila engkau memeroleh nikmat, ia benci, bila engkau tertimpa musibah, ia senang”*

(QS. 3 : 120).

Rasulullah SAW mengajarkan doa,

*“Allahumma ya ALLAH Selamatkanlah hamba dari sahabat yang bila melihat kebaikanku ia sembunyikan, tetapi bila melihat keburukanku ia sebarkan.”*
7. *”Hubban Iimaanan”* Adalah sebuah ikatan persahabatan yang lahir batin, tulus saling cinta dan sayang karena ALLAH, saling menolong, menasehati, menutupi aib sahabatnya, memberi hadiah, bahkan diam-diam dipenghujung malam, ia doakan sahabatnya.

Boleh jadi ia tidak bertemu tetapi ia cinta sahabatnya karena ALLAH Ta’ala.
Dari ke 7 macam persahabatan di atas, 1–6 akan sirna di akhirat, yang tersisa hanya ikatan persahabatan yang ke 7,

 yaitu *Persahabatan yang dilakukan karena ALLAH.*

(QS. 49 : 10).
*”Teman-teman akrab pada hari itu (kiamat) menjadi musuh bagi yang lain, kecuali persahabatan karena ketakwaan”*

(QS. 43 : 67).
Di riwayatkan, bahwa:  *Apabila penghuni surga telah masuk ke dalam surga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia, mereka bertanya tentang sahabat mereka itu kepada ALLAH Subhaanahu wa Ta’ala … *Yaa Rabb… kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia, shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami.”*

Maka ALLAH Subhanahu wa Ta’ala berfirman: *”Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabatmu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar dzarrah”*

*(HR. Ibnul Mubarak dalam kitab “Az-Zuhd)
Al-Hasan Al-Bashri Rhm berkata:

*”Perbanyaklah sahabat-sahabat mukminmu, karena Mereka memiliki syafa’at pada hari kiamat”*
*”Karuniakanlah kepadaku sahabat-sahabat yang selalu mengajakku untuk tunduk, patuh dan taat kepada syariat-Mu, kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di akhirat nanti dengan-Mu*.

*Jangan tumbuhkan di hati kami untuk mencintai musuh-musuh-Mu dan musuh-musuh Rasul-Mu. Aamiin..*
Semoga ALLAH mengumpulkan kita diakhirat di dalam Jannah Firdaus-Nya :
آَمِيـٍـِـنْ … آَمِيـٍـِـنْ … آَمِيـٍـِـنْ يَآرَبْ آلٌعَآلَمِِيِنْ*_
*Aamiin… Yaa Robbal ‘aalamiin.._*

| Meninggalkan komentar

adilkah?? mengapa hanya media islam

​Dari group sebelah: _*situs Islam diblokir karena dianggap radikal, provokatif, dsb*_
*Mengapa situs NASRANI RADIKAL provokatif* berikut 👇tidak diblokir :
silahkan dibuka satu per satu, silahkan baca n seksama, *tahan diri jangan emosi*
http://raymondibrahim.com/2013/08/18/muhammad-sang-superman-sex/
https://buktidansaksi.com/blogs/1293/2013/09/Air-Zam-Zam-Adalah-Akal-Akalan-Konyol-Islam-
http://murtadinkafirun.forumotion.net/t14891-muhammad-adalah-seorang-maniak-seks
http://www.mantanmuslim.com/2009/01/pembantaian-oleh-muhammad.html
http://www.bersatulahdalamgerejakatolik.com/2016/12/ketika-tuhan-yesus-dihina-habis-habisan.html
http://www.qureta.com/post/tuhannya-dihina-orang-kristen-kok-diam-saja
http://www.jendelakristen.com/2016/05/menghadapi-ejekan-dan-hinaan-menurut.html
http://reformata.com/news/view/6232/misi-terselubung-islamisasi-papua
https://www.hrw.org/id/news/2013/02/25/248933

Indonesia: Minoritas Agama Sasaran Kekerasan. “Ketidaktegasan Pemerintah, Hukum Diskriminatif, Membuat Kelompok Militan Main Hakim Sendiri”
https://id.gatestoneinstitute.org/7109/satu-orang-kristen-dibantai-tiap-lima-menit
https://id.gatestoneinstitute.org/9200/gadis-kristen-pria-muslim
http://www.dw.com/id/kebebasan-berkeyakinan-indonesia-salah-satu-terburuk-di-dunia/a-19466239
http://katoliknews.com/2016/12/06/ormas-islam-bubarkan-acara-kebaktian-jemaat-protestan-di-bandung/
http://www.satuharapan.com/read-detail/read/anies-akan-jadikan-monas-tempat-syiar-agama
http://www.satuharapan.com/read-detail/read/editorial-wsj-ingatkan-jokowi-akan-bahaya-korbankan-ahok
*situs2 diatas sangat provokatif, mengapa dibiarkan saja ?*
*koq hanya situs Islam yg diblokir? ADiLkah?
_*monggo kita perjuangkan spy mendapat perlakuan yg sama*_
sebenarnya masih buanyak lagi, paling tidak yg diatas adalah _*mainstream*_nya

| Meninggalkan komentar

gugatan

​Guruh Sesetya:

Undangan

*Putusan sengketa data Pengelolaan Sumbangan Antara Mustolih Siradj (Konsumen/Donatur) Alfamart melawan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart)* 

Akan dilaksanakan pada 

_*Senin, 19 Desember 2016 pkl. 15.00*_ 

oleh Majelis Komisioner di Komisi Informasi Pusat Gedung ITC jl. Abd Muis Jakarta Pusat (Samping Mahkamah Konstitusi).
Pemohon sebagai konsumen dan donatur meminta data sumbangan uang kembalian yg selama ini dihimpun oleh minimarket Alfamart ( Rp. 33 milyar utk tahun 2015 saja) dibuka ke publik a.l. _*izin penyelengaraan, laporan  keuangan yg telah diaudit akuntan publik, susunan panitia, data penerima penyaluran sumbangan, mekanisme pengelolaan dana sumbangan,  dlsb.*_
Semua donasi/uang yg diambil dari publik/masyarakat maka harus dipertanggungjawabkan kepada publik sesuai dg _*UU No. 9/1961 jo UU Perlindungan Konsumen dan asas good corporate governance*_ karena Alfamaret adalah emiten/perusahaan yang tercatat di bursa efek dan sahamnya dimiliki publik.
#SalamKonsumenCerdas&Kritis

| Meninggalkan komentar

siapa kita

​*[Sekumpulan orang Buta dan Amnesia]*
Kita itu…

sering larut membahas prediksi dan ‘penerawangan’ akan hancurnya bangsa ini.

Lantas lupa seolah disana tak ada lagi Allah -Jalla Jalaaluhu- yang menjadi sebaik-baik Penjaga.

Kita itu…

Sering ‘habisi’ dan menjelek-jelekan pemimpin bangsa ini, menyebarkan keburukannya.

Tapi kita tidak pernah mendoakan beliau, mendadak kita lupa bahwa Allah Ta’ala Maha Membolak-balikkan hati, teramat mudah bagi Allah memperbaiki keadaan hambaNya.
Bahkan seolah kita hilang ingatan, bahwa Allah jualah yang menyelamatkan kita dari kesesatan, Allah juga yang melembutkan hati kita hingga sekarang kita bisa lebih mengenal agama ini dengan baik.

Allah juga yang menarik kita dari kubangan kemaksiatan menuju terangnya hidayah.

Lalu sekarang, untuk pemimpin kita sendiri, kita dengan hebat dan lancangnya memvonis bahwa beliau tidak ada harapan lagi untuk menjadi lebih baik???

Siapa kita??? Pemilik hidayah???

-Allahul Musta’an-
Kita itu…

Panik dengan berbagai fitnah, dan kerusakan yang ditimbulkan syi’ah, komunis dll.

Menggambarkan dengan sempurna kesesatan mereka, bahaya mereka, sangat tahu akan dahsyatnya serangan mereka
Tapi anehnya…

Benteng ilmu tidak kita siapkan

Padahal saat terjadi badai fitnah -dengan izin Allah- hanya orang yang teguh dan kokoh agamanya saja yang akan selamat, dan semua butuh ilmu.

Dan lagi-lagi kita hilang ingatan, hilang harapan bahwa Teramat mudah bagi Allah membalas setiap makar musuh-musuhNya.
Alih-alih menulis sesuatu atau memposting sesuatu yang bermanfaat, nasehat yang melembutkan hati atau kata-kata semangat penuh motivasi.

Kita justru sibuk menebar ‘teror’ ketakutan, kepanikan untuk diri kita sendiri.
Alih-alih memperbaiki kelemahan kita agar memenangkan pertempuran di tengah badai fitnah.

Kita malah sibuk hanya membahas dahsyatnya kekuatan lawan.
Kita itu… entahlah 

Semangat kita rupa-rupanya membuat kita lupa bahwa disana masih ada Allah Dzat Yang Maha Kuasa.

Dan membuat kita buta, tak mampu melihat Rohmat Allah yang Maha Luas.

Kita itu…

Sekumpulan orang amnesia dan buta.

Semoga Allah ampuni kita dan memperbaiki keadaan kita.
Sebuah refleksi ,  siapa kita ? ????????

22 Desember 2016

*Ummu Qonita*.

🌾🌸🌾🌸🌾🌸🌾🌸🌾🌸🌾

| Meninggalkan komentar