Proses Pembuatan Animasi

Animasi, atau lebih akrab disebut dengan film animasi, adalah film yang merupakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Pada awal penemuannya, film animasi dibuat dari berlembar-lembar kertas gambar yang kemudian di-“putar” sehingga muncul efek gambar bergerak. Dengan bantuan komputer dan grafika komputer, pembuatan film animasi menjadi sangat mudah dan cepat. Bahkan akhir-akhir ini lebih banyak bermunculan film animasi 3 dimensi daripada film animasi 2 dimensi.

PROSES PEMBUATAN ANIMASI.

a. Naskah

Pembuatan tema, cerita, Sinopsis, dan rincian adegan yang siap untuk diproduksi.

b. Storyboard

Proses pembuatan Naskah menjadi lebih detil dalam bentuk gambar serta membaginya menjadi sub bagian (cut) serta memberikan pewaktuan per Cut.

c. Drawing (Key animation dan In Between) dan Background

Proses pembuatan Storyboard menjadi bagian-bagian film.

d. Animation dan Coloring

Proses pengurutan gambar-gambar menjadi gambar bergerak serta pewarnaan.

e. Editing

Proses pembuatan animasi-animasi dan background menjadi sequences dan menyesuaikan dengan waktu yang sudah ada di dalam storyboard serta penambahan efek visual.

f. Voice editing dan Music Composing

Proses pemberian Suara (Dubbing), efek suara serta musik yang sesuai dengan gambar.

g. Packaging

Proses penyelesaian akhir dari semua proses di atas menjadi 1 film

SKENARIO

Skenario adalah Sebuah cerita yang nantinya dapat dibuat menjadi media Audio Visual.

beberapa istilah terkait Skenario.

a. Breaking The Rules

Menulis adalah salah satu bidang seni, kita sebagai penulis harus melihat sesuatu dengan sudut pandang yang berbeda dengan orang lain atau menemukan cara pandang yang sama sekali baru akan suatu hal.

Tapi sebelumnya kita harus mengetahui mengapa “sesuatu” yang kita ingin ubah itu ada dan mengapa “Sesuatu” itu harus ada.

Jadi “Breaking rules” untuk mengubah suatu aturan tidak akan menciptakan seni tetapi akan menciptakan anarki.

Selain “Breaking rules” Kemampuan yang harus kita punyai sebagai penulis naskah animasi (komik, film dsb) adalah berpikir visual. Film animasi yang baik adalah keselarasan antara gambar, dialog, suara, dan music. Jadi biarkan seni penunjang lainnya (Gambar, Suara dan Music) yang membawa elemen penting dalam cerita dalam hal ini Plot dan Karakter.

Kemampuan Berpikir visual dapat kita latih misalkan dengan membuat cerita dengan merangkai gambar-gambar yang kita ambil dari kamera, handycam dsb. Latihan ini membuat kita berpikir dan membuat cerita dalam rangkaian gambar, dan akan menolong kita untuk memberikan konsep akan beberapa informasi yang kita dapat dalam 1 gambar dan juga menolong kita dalam menggambarkan ide yang dalam benak kita kepada drawing artist.

b. Tema, Cerita dan Plot

Tema adalah suatu pesan yang akan kita sampaikan kepada audiens ketika mereka nanti menonton atau membaca karya kita.

Sebuah cerita tanpa tema maka akan menjadi “tong kosong”.

Cerita secara umum dapat kita artikan sebagai suatu informasi tentang suatu kejadian atau peristiwa.

Sedangkan Plot adalah bagaimana jalannya cerita yang ingin kita sampaikan.

Setelah menentukan tema dan cerita maka kita harus menentukan 5 W+H antara lain :

Where,When,Who,Why,What,How.

b.1 Where and When

Dimana dan Kapan ceritamu terjadi atau berlangsung, dalam pembuatan animasi harus diceritakan secara lengkap agar memudahkan Background dan Character design dalam membuat Latar belakang atau lingkungan serta karakter (busana, senjata, peralatan dsb) nantinya.

b.2 Who

Karakter-karakter yang kita buat dalam cerita, baik karakter utama maupun pendukung.

b.3 What

Apa yang terjadi di dalam cerita dan karakter-karakter dalam cerita yang kita buat? (Plot cerita).  Apa tujuan karakter kita (terutama karakter utama) dalam cerita itu? gunanya untuk membangun motivasi sang tokoh yang nantinya akan mengembangkan kepribadian karakter tersebut.

b.4 Why

Mengapa semuanya terjadi? Mengapa Karakter mengingin- kan apa yang mereka mau? Dan yang paling penting bagi kita para penulis adalah “Mengapa audiens atau penonton mau menonton Program kita?”

b.5 How

Bagaimana Karakter kita mendapatkan apa yang mereka inginkan? Bagaimana mereka bereaksi terhadap kegagalan atau keberhasilan.

Setiap Scene yang nanti kita buat setidaknya harus mempunyai salah satu pertanyaan di atas, gunanya untuk membuat penonton mengerti setiap peristiwa yang belum terkumpul.

Iklan

Tentang ridwansyah

Guru hoby membaca, berkebun.
Pos ini dipublikasikan di TIK. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s