Gaya Siswa saat ujian

Salah satu rutinitas “wajib” bagi setiap siswa adalah mengikuti ujian. Baik itu ujian tengah semester (MID semester), ujian semester maupun ujian sekolah dan UN (Ujian Nasional). Ujian dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam menyerap suatu ilmu (baca mata pelajaran). Ujian juga dijadikan sebagai salah satu instrumen untuk menelurkan nilai; bagi pendidik maupun siswa sendiri diharapkan dengan adanya ujian dapat saling evaluasi atau bahasa pondoknya dikenal dengan istilah muhasabah. Secara pribadi, saya lebih suka memandang ujian sebagai sebuah momentum evaluasi, yaitu evaluasi hasil belajar bagi siswa dan evaluasi metodologi mengajar bagi pendidik. Tetapi, kenyataan dilapangan ternyata bicara lain. Misalnya siswa melakukan berbagai macam cara yang berseberangan dengan tata tertib ujian untuk mendapatkan nilai. Dalam tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman seputar perilaku siswa pada saat ujian, yang perlu digaris bawahi adalah perilaku siswa disini mungkin tidak sama dengan perilaku siswa disekolah lain karena masing-masing sekolah dan daerah mempunyai cerita sendiri-sendiri seputar pelaksanaan ujian. Saya tidak perlu mencantumkan daerah, sekolah apalagi siswa yang menjadi subjek ujian. Berikut adalah perilaku siswa saat ujian yang pernah saya lihat dan amati selama bertugas menjadi pengawas ujian:

Terlambat masuk ruang ujian

Meskipun jadwal masuk ujian pada umumnya lebih siang dibanding dengan jadwal hari-hari masuk sekolah, tetapi tetap saja masih ada sejumlah siswa yang terlambat. Dan faktanya yang terlambat adalah siswa itu-itu saja. Ini berarti siswa tersebut memang sudah “hobi” terlambat dan mungkin lebih parah lagi adalah sudah menjadi “tradisi”. Masalah terlambat masuk adalah salah satu pekerjaan rumah yang harus segera dipecahkan oleh semua stakeholder pendidikan (guru, sekolah, orang tua dan siswa itu sendiri).

Nyontek

Salah satu cara tidak halal yang paling sering dipraktikkan siswa adalah membawa catatan kedalam ruang ujian. Catatan bisa berupa selembar kertas, meskipun ada juga beberapa siswa yang “croboh” membawa buku catatan atau LKS keruang ujian. Fakta yang menggelikan terkait nyontek atau membuat dan membawa catatan keruang ujian adalah siswa semakin kreatif dalam membuat contekan, misalnya ada siswa yang membawa contekan berupa selembar daun yang berisi catatan materi ujian; bahkan ada juga siswa yang membuat contekan dalam bahasa arab, padahal pelajaran yang diujikan adalah Biologi, hal tersebut dilakukan untuk mengelabuhi pengawas yang kurang paham bahasa Arab.

Kerja sama dengan peserta lain

Dengan berbagai macam dalih para siswa membenarkan modus yang satu ini. Saling membantu, saling memperlihatkan lembar jawab padalah diawal pelaksanaan ujian sudah dibacakan tata tertib pelaksanaan ujian; yang salah satu hal yang dilarang adalah memperlihatkan jawaban keperserta ujian lain. Banyak trik untuk mencari bantuan dan untuk membantu peserta ujian lain. Ada yang menggunakan kode tertentu (misalnya jari telunjuk berarti jawaban A, jari tengah jawaban B dan seterusnya), ada yang melemparkan secarik kertas yang berisi jawaban, ada yang pura-pura pinjam alat tulis, sampai ada yang bisik-bisik membacakan jawaban nomor tertentu.

Ucapan permintaan maaf

Saya pernah menemui tulisan pada lembar jawab siswa yang isinya bukan jawaban atas pertanyaan ujian, tetapi berisi permintaan maaf karena siswa tersebut merasa tidak bisa menjawab soal-soal ujian dengan baik. Ya….harapan saya: semoga dengan minta maaf siswa tersebut dapat merubah dirinya menjadi lebih baik lagi. Bukan sekedar maaf tapi tanpa ada usaha-usaha untuk lebih giat lagi belajar.

Kocok pilahan jawaban

Cermin siswa bermental “penjudi”, menjawab soal bukan dengan pikiran tapi malah menyerahkan nasib jawaban pada kancing baju dan atau kocokan beberapa sobekan kertas. Modus yang satu ini biasanya untuk menentukan jawaban soal-soal pilihan ganda. Bahkan pernah saya mengamati salah seorang peserta ujian yang belum membuka (apalagi membaca) soal ujian, padahal waktu sudah berjalan 30 menit lebih. Setelah saya periksa lembar jawabnya, ternyata sudah penuh dengan jawaban. Usut punya usut ternyata peserta ujian tersebut membuat sobekan kertas yang bertuliskan huruf A, B, C, D dan huruf E.

Mengawasi pengawas

Salah satu ciri peserta ujian yang patut dicurigai adalah peserta ujian yang kerjaannya sering mengawasi pengawas. Peserta ujian tersebut biasanya akan menunggu saat-saat pengawas lengah, makanya dia sering mengamati situasi dengan mengawasi geliat pengawas ruang ujian.

Tulisan ala SMS

Ternyata kebiasaan para siswa kirim SMS terbawa keruang ujian. Jawaban pada soal uraian sering saya baca jawaban dengan bahasa yang tidak baku (bahasa dan istilah SMS), mulai dari membuat singkatan “yg” untuk yang, “tdk” untuk tidak, “coz” untuk karena, “aq” untuk aku, “klo” untuk kalau dan masih banyak lagi istilah dan bahasa SMS yang digunakan para siswa dalam menjawab soal uraian.

Melamun

Ada sejumlah siswa peserta ujian yang sering melamun diruang ujian. Melamun untuk menghabiskan sisa waktu ujian, padahal sisa waktunya masih sangat lama. Apa sebenarnya yang mereka pikirkan dalam lamunan mereka????? Tentunya tiap siswa mempunyai lamunan yang berbeda-beda.

Menggambar dan menulis kata-kata puitis

Saya heran dengan beberapa peserta ujian yang masuk ruang ujian, tetapi tidak segera mengerjakan soal. Selain melamun, untuk menghabiskan waktu ujian beberapa peserta ujian ada yang menggambar dan ada pula yang iseng-iseng menulis puisi atau kata-kata yang mungkin mencerminkan kondisi jiwa mereka pada saat itu. Puisi atau tulisan puitis biasanya dituliskan pada lembar soal, tetapi untuk menggambar media yang digunakan lebih variatif. Ada yang menggambar diatas meja, dilembar soal ada juga yang menggambar dicelana dan bahkan dibagian sepatu mereka. Jenis gambar yang paling populer adalah simbol hati yang dipanah, model motor harley, gambar kartun dan masih banyak jenis gambar lainnya.

Tidur diruang ujian

Untuk mengusir kejenuhan karena tidak bisa mengerjakan soal dan harus menunggu waktu ujian selesai, ada satu dua siswa yang ketiduran diruang ujian.

Keluar ruang ujian sebelum waktu habis

Kemungkinan siswa yang keluar ruang ujian lebih awal diantaranya karena siswa tersebut sudah selesai mengerjakan tapi ada juga yang keluar ruang ujian karena suntuk dan bosan karena tidak bisa mengerjakan soal ujian.

Iklan

Tentang ridwansyah

Guru hoby membaca, berkebun.
Pos ini dipublikasikan di Bebas, Mimbar Pendidikan, wajah kita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s