Brramal

(Copas) RENUNGAN
Awal tahun 1437 H.
smoga tetap mengingat hal ini spanjang tahun dan selamanya

Jangan Bangga Diri dengan Amal Kebaikan yang Telah Kita Lakukan !

Ada 4 pria berbicara mengenai amal ibadah mereka dan kesuksesan yang didapatnya:

Pria 1 : Alhamdulillah, sejak sering shalat dhuha rejeki menjadi lancar. Bisnis sukses, sebentar lagi anak saya lulus smu rencananya akan sekolah ke luar negeri.

Pria 2 : Bukan main, hebat sekali, sejak naik haji ibadah semakin rajin, alhamdulillah anak juga sukses, rumahnya harganya milyaran, belum lagi kendaraannya. Sebagai orang tua
sangat bangga, berkat doa dan didikan saya.

Pria 3 : MasyaAllah, sungguh nikmat tak terkira sejak rajin puasa dan bersedekah, rezeki bagaikan sungai mengalir tidak ada putus-putusnya. Anak baru selesai kuliah di luar negeri sekarang jadi staff khusus
mentri.

Ketiga pria tersebut kemudian melirik pria 4 sejak tadi hanya terdiam. Salah satu bertanya pada pria 4. “Bagaimana dirimu? Mengapa diam saja?”.

Pria 4 : Saya tidak sehebat kalian, jangankan kesuksesan bahkan saya tidak tahu ibadah yang saya lakukan diterima oleh Allah SWT atau tidak. Saya mengetahui ibadah saya diterima dan sukses setelah saya meninggal nanti. Jadi saya merasa belum bisa menceritakan ibadah yang saya lakukan dan balasan yang
Allah berikan kepada saya.

Jangan Bersandar Pada Amal

Sebab dari ketertipuan ini adalah sikap bersandar kepada amal secara berlebih. Ini akan melahirkan kepuasan, kebanggaan, dan akhlak buruk kepada Allah Ta’ala. Orang
yang melakukan amal ibadah tidak tahu apakah amalnya diterima atau tidak. Mereka tidak tahu betapa besar dosa dan maksiatnya, juga mereka tidak tahu apakah amalnya bernilai keikhlasan atau tidak. Oleh karena itu, mereka dianjurkan untuk meminta rahmat Allah dan selalu mengucapkan istighfar karena Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radliyallah ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

ﻟَﻦْ ﻳُﺪْﺧِﻞَ ﺃَﺣَﺪًﺍ ﻋَﻤَﻠُﻪُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻭَﻟَﺎ ﺃَﻧْﺖَ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﻟَﺎ ﻭَﻟَﺎ
ﺃَﻧَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﺃَﻥْ ﻳَﺘَﻐَﻤَّﺪَﻧِﻲ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻔَﻀْﻞٍ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔٍ ﻓَﺴَﺪِّﺩُﻭﺍ ﻭَﻗَﺎﺭِﺑُﻮﺍ

“Sungguh amal seseorang tidak akan
memasukkannya ke dalam surga.”

Mereka bertanya, “Tidak pula engkau ya Rasulallah?” Beliau menjawab, “Tidak pula saya. Hanya saja Allah meliputiku dengan karunia dan rahmat-Nya. Karenanya berlakulah benar (beramal sesuai dengan sunnah) dan berlakulah sedang (tidak berlebihan dalam ibadah dan tidak kendor atau lemah)”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Sesungguhnya seseorang tidak akan masuk surga kecuali dengan rahmat Allah. Dan di antara rahmat-Nya adalah Dia memberikan taufiq untuk beramal dan hidayah untuk taat kepada-Nya. Karenanya, kita wajib bersyukur kepada Allah dan merendah diri kepada-Nya.

Tidak layak hamba bersandar kepada
amalnya untuk menggapai keselamatan dan mendapatkan derajat tinggi di surga. Karena tidaklah dia sanggup beramal kecuali dengan taufiq Allah, meninggalkan maksiat dengan perlindungan Allah, dan semua itu berkat rahmat dan karunia-Nya.

Seorang hamba tidak pantas membanggakan amal ibadahnya yang seolah-olah bisa terlaksana karena pilihan dan usahanya semata, apalagi ada perasaan telah memberikan kebaikan  untuk Allah. Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan amal ibadah hamba-hamba-Nya. Dia Maha Kaya, tidak butuh kepada makhluk-Nya. Wallahu Ta’ala A’lam.

Iklan

Tentang ridwansyah

Guru hoby membaca, berkebun.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s