Tadabbur

📆 Selasa, 07 Muharram 1437H / 20 Oktober 2015

📚 QURAN DAN TAFSIR

📝 Pemateri: Ust. AHMAD SAHAL Lc.

📋 TADABUR AL-QURAN (Bag-2)

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹 

📚 SEMAKIN JERNIH HATI, SEMAKIN BESAR PENGARUH TADABBUR BAGI KEIMANAN

Hal yang paling penting dari tadabbur Al-Quran adalah BERTAMBAHNYA KEIMANAN kita kepada Al-Quran dan rukun iman yang lain, dan itu amat terkait dengan kejernihan hati terutama saat melakukan tadabbur.

Tadabbur Al-Quran tidak harus menghasilkan kesimpulan baru atau pelajaran baru dari ayat-ayat yang direnungkan, apalagi sampai harus melahirkan kesimpulan hukum, tentu saja tidak harus demikian, karena yang mampu sampai pada level seperti itu adalah para ulama.

Oleh karena itu setiap muslim dan muslimah yang melakukan tadabbur Al-Quran wajib “TAHU DIRI” dengan tidak memaksakan diri dengan tadabburnya untuk sampai pada kesimpulan, pelajaran, apalagi hukum baru yang belum pernah dikenal oleh para ulama tafsir, karena dikhawatirkan apa yang ia hasilkan dari tadabbur yang mengandung unsur “takalluf”(pemaksaan) itu keluar dari kaidah bahasa Arab dan bertentangan dengan syariat Islam.

Asy-Syahid Hasan Al-Banna rahimahullah berkata dalam Risalah Ta’alim:

وَيُفْهَمُ الْقُرْآنُ طِبْقًا لِقَوَاعِدِ اللُّغَةِ الْعَرَبِيَّةِ مِنْ غَيْرِ تَكَلُّفٍ وَلاَ تَعَسُّفٍ

Dan Al-Quran dipahami sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Arab tanpa pemaksaan dan penyimpangan kecendrungan.

Setelah memastikan bahwa ia telah memahami makna ayat dengan benar, yang harus diupayakan dalam tadabburnya adalah menambah keyakinannya kepada kebenaran Al-Quran seperti arahan surat An-Nisa ayat 82 di atas, dan agar Allah subhanahu wata’ala memasukkannya ke dalam golongan orang-orang yang bersih hati sehingga dapat mengamalkannya.

Inilah alasan mengapa tadabbur merupakan kewajiban setiap muslim laki-laki dan perempuan, bahkan diperintahkan juga kepada orang kafir dan munafik untuk melakukannya, karena modal dasarnya adalah memahami arti ayat atau potongan ayat dengan benar kemudian membacanya atau menyimak bacaan orang lain dengan hati yang tidak dikuasai hawa nafsu.

وَمِمَّا يَدُلُّ عَلَى كَوْنِ هَذَا هُوَ الْمُرَادَ بِالتَّدَبُّرِ تَوْجِيْهُ الْخِطَابِ فِي الآيَاتِ الآمِرَةِ بِهِ لِلْكُفَّارِ وَالْمُنَافِقِيْنَ، وَالْمَقْصُوْدُ مِنْ ذَلِكَ اتِّعَاظُهُمْ بِمَا وَرَدَ فِي القُرْآنِ، وَاعْتِبَارُهُمْ الهَادِي إِلَى الإِيْمَانِ وَاتِّبَاعِ الشَّرْعِ. وَهَكَذَا يَكُوْنُ الْمَقْصُوْدُ عِنْدَ تَعْمِيْمِ الأَمْرِ لِيَشْمَلَ الْمُسْلِمِيْنَ، فَالتَّدَبُّرُ مُتَوَجِّهٌ إِلَى اتِّعَاظِ القَلْبِ وَاعْتِبَارِهِ مِمَّا يُثْمِرُ بَعْدَ ذَلِكَ آثَاراً دَالَّةً عَلَى الخُشُوْعِ: كَوَجَلِ القَلْبِ، وَالبُكَاءِ، وَالخَشْيَةِ، وَزِيَادَةِ الإِيْمَانِ…

Diantara dalil bahwa tujuan tadabbur adalah meraih keimanan:
Bahwa seruan dari ayat-ayat yang memerintahkan mentadabburi Al-Quran ditujukan kepada orang kafir dan munafik dengan maksud agar mereka terpengaruh dengan mauizhah yang ada di dalam Al-Quran, dan agar mereka mendapatkan ibrah yang menunjuki mereka kepada iman dan mengikuti syariat Islam.

Begitu pula tujuan perintah tadabbur yang bersifat umum ini berlaku atas kaum muslimin.

Jadi tadabbur mengarah kepada terpengaruhnya hati dengan mauizhah, dan diraihnya ibrah, yang selanjutnya membuahkan hal-hal yang menunjukkan kekhusyu’an, seperti: hati yang bergetar, menangis, rasa gentar dan bertambahnya iman… (Tahrir Ma’na At-Tadabbur ‘Indal Mufassirin)

Perhatikan firman Allah subhanahu wata’ala tentang para nabi dan orang-orang beriman yang membaca atau dibacakan ayat-ayat yang diturunkan untuk mereka:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Rabb merekalah, mereka bertawakkal. (QS. Al-Anfal: 2).

أُولَئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا

Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil (Ya’qub), dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih.

Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. (QS. Maryam: 58)

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ …

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi diulang-ulang (membacanya), gemetar (merinding) karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah… (QS. Az-Zumar: 23)

🔹🔹📚📚🔹📚📚🔹🔹

    Bersambung ke bag-3

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

🌼Dipersembahkan oleh grup WA – MANIS – MAJELIS IMAN ISLAM 🌼

– Twitter: @GrupMANIS
– Web: http://www.iman-islam.com

📝 Pendaftaran: Klik http://goo.gl/forms/Dx2XkQ0Jtb

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Tentang ridwansyah

Guru hoby membaca, berkebun.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s