Sokarno

Saat Bung Karno Dinasehati Syaikh Ahmad Kuftaro
Hikmah – Suara NU
Suara-NU.com~ Pada tahun 60-an Presiden RI Ir. Soekarno atau Bung Karno, mengundang Mufti Agung Syiria, Syaikh Ahmad Kuftaro untuk berkunjung ke Indonesia. Pada kesempatan bertemu dengan ulama besar Syiria tersebut, Presiden Soekarno bertanya tentang pendapat beliau terhadap ummat Islam di Indonesia yang sering dipuji dengan semangat beragamanya. Kemudian Syaikh Ahmad Kuftaro menjawab,

“Saya sedih melihat ummat Islam di Indonesia,”

Presiden Soekarno benar-benar terkejut mendengar jawaban yang tak terduga ini, lalu Presiden Soekarno bertanya, “bagaimana bisa? padahal semua yang datang ke Indonesia memuji ummat Islam di sini sangat bersemangat dalam beragama dan dikenal mempunyai akhlak yang luhur?”

Lalu Syaikh Ahmad Kuftaro menjawab, “saya memang melihat semangat dan akhlak pada Muslim Indonesia, tapi seandainya di samping setiap Masjid ada cerobong asap…”

Yang beliau maksud dengan cerobong asap adalah pabrik, Syaikh Ahmad Kuftaro ingin Presiden Soekarno membagun lapangan kerja di Indonesia, melihat banyaknya orang miskin di Indonesia. Karena menurut beliau, Islam tidak melulu soal ritual ibadah mahdloh, tapi juga tentang ‘ibadah ekonomi’. Ummat akan kuat jika ekonomi kuat. Beliau sering mengatakan kalau di dalam al Qur’an ada surat al Hadid yang berarti besi. Besi selalu identik dengan pabrik dan kekuatan. Beliau ingin ummat Islam yang BERDIKARI (Berdiri di atas Kaki Sendiri) secara ekonomi. Bahkan sejarah negara Rasulullah SAW di Madinah dimulai dengan membangun pasar, menunjukan begitu pentingnya pembangunan ekonomi bagi agama kita.

Setelah mendengar nasehat Syaikh Ahmad Kuftaro, Presiden Soekarno begitu kagum melihat tokoh agama satu ini, karena jawaban beliau itu tidak melulu soal ritual ibadah, tapi beliau begitu memperhatikan permasalahan yang sedang dihadapi umat. Lalu Presiden Soekarno berkata,

“saya terlambat mengenal anda, anda adalah tokoh agama dan ulama yang selama ini saya cari untuk membimbing saya.”

Dai yang seperti inilah yang dibutuhkan ummat, dai yang memahami masalah ummat sehingga manfaat dakwah bisa dirasakan lebih mendalam oleh ummat. Wallohu A’lam.

Tentang ridwansyah

Guru hoby membaca, berkebun.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s