Android

” Android NU yang Sensitif ”

PCNU di sebuah Kota menetapkan bahwa seluruh pengurus diwajibkan memiliki HP Andorid. Hal ini dimaksudkan agar komunikasi antar-pengurus lebih efektif dan efisien. Karena dengan HP Android, pengurus tidak hanya bisa telepon atau SMS saja, tetapi juga bisa posting gambar, mengirim file hingga broadcast hal-hal penting yang harus segera diketahui bersama.

Karena sudah menjadi suatu keharusan dan demi kelancaran tugas tugas organisasi  Pak Samad  akhirnya meminta anaknya untuk membelikannya HP Android.

Suatu hari menjelang tidur siang, Pak Samad terganggu oleh bunyi pesan HP barunya. Berkali-kali bunyi itu terdengar, maklum saja Pak Samad sudah masuk dalam grup Telegram PCNU yang beranggotakan puluhan orang. 

Aplikasi telegram pun dibukanya dan tampillah beberapa pesan dari rekan-rekan pengurus. Dari sekedar menulis “ wkwkwkwkwk”, “He he he he”, “Astaghfirullah.., Pak Samad…”,  hingga pertanyaan menggoda lainnya. Pertanyaan serius datang dari Rais Syuriyahnya

“Foto apa itu Pak Samad..?”.

Dalam keadaan malu campur bingung pak Samad menjawab sekenanya dengan menulis pesan;

“Itu Android NU…”

Pak Samad teringat ketika melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah di Masjid tadi. Selesai shalat, ia mengambil HP-nya dan alangkah kagetnya saat melihat sebuah foto muncul di layar HP Androidnya. Pak Samad pun bermaksud menghapus foto itu dengan mengklik dialog-dialog yang tampil. Padahal ia sendiri belum menguasai seluk beluk HP Android.

Apa yang dilakukan Pak Samad tersebut bukannya menghapus foto itu tetapi justru membuat sang fototer kirim ke grup Telegram PCNU-nya dan dilihat oleh seluruh anggota.

Rupanya karena terburu-buru mengejar raka’at pertama waktu shalat berjamaah tadi, Pak Samad secara tidak sengaja meletakkan HP Androidnya di antara dua kakinya yang kebetulan hanya menggunakan kain sarung dengan posisi kamera menghadap ke atas.

Karena saking sensitifnya HP sehingga tanpa disadari oleh si empunya, kamera HP Android itu bekerja dengan sendirinya, kamera super canggih itu mengabadikan obyek dalam sarung. (Salam satu jiwa)

Iklan

Tentang ridwansyah

Guru hoby membaca, berkebun.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s