Markrt in venus

Marketing In Venus

Rating : 

Anda tahu John Gray? Dia seorang mahaguru human relationship yang lagi ngetop dengan bestselling-nya, Men are from Mars, Women are from Venus. Di situ dia bicara banyak soal bagaimana membina relationship antara pria dan wanita. Di antaranya dia menyebut bahwa pria yang berasal dari planet Mars memiliki rasionalitas lebih tinggi daripada wanita yang berasal dari Venus. Mereka kemudian menetap di bumi di mana kerap terjadi perselisihan di antara keduanya. Dan sekarang yang terjadi, sang pria mengajak si wanita untuk kembali ke Venus ke tempat di mana emosi lebih dikedepankan daripada berpikir logis.

Bumi yang sekarang bukanlah bumi yang dulu. Venus identik dengan wanita. Bumi telah menjadi Venus. Intinya untuk memahami karakter konsumen di Venus setidaknya Anda harus tahu betul bagaimana memahami wanita. Begitulah yang ingin disampaikan buku ini dengan 18 Guiding Principles Marketing in Venus-nya.

Ini adalah sebuah riset yang cukup panjang dengan objek penelitian perusahaan besar dan ternama seperti Microsoft, McDonald, The Body Shop, General Electric dan sederet nama beken lainnya. Riset saya yakini keabsahannya karena didukung oleh para researcher handal di MarkPlus seperti Yuswohady, Dewi Madyani, dan Bembi Dwi Indrio. Team Markplus dipimpin Pak Hermawan kertajaya tampil mengesankan dengan buku yang sangat nikmat ini.

Teknologi informasi menuai keberhasilan bukan karena teknologi nya tetapi karena pesan emosional yang dibawa oleh produk bersangkutan. Lihat saja bagaimana Connecting People-nya Nokia mampu secara signifikan menggeser kedudukan Erricson yang lebih mengunggulkan sisi kemajuan teknologi canggih pada ponsel-nya. Kemudian Yahoo!Messenger yang kalau Anda lihat banyak menampilkan fitur emoticons yang didesain sedemikian rupa untuk mewakili perasaan hati si user. Produk-produk seperti inilah yang banyak membawa sukses karena si produsen tahu betul bagaimana memberikan treatment secara emosional pada pelanggan.

Perlu Anda tahu bahwa market share penduduk Venus telah terbagi menjadi 2, yaitu Women dan Wo-Men (Women Oriented Men). Ini berarti bahwa di Venus pun, para PRIA harus diperlakukan secara halus sebagaimana Anda memperlakukan wanita. Coba Anda lihat bagaimana saat ini pria pergi ke salon untuk manicure, pedicure, atau bahkan mandi uap. Produk ponsel pun dilengkapi dengan fitur MMS dimana pria dapat mengirimkan pesan bergambar daripada mengungkapkan perasaan hati dengan untaian kata panjang dan puitis. Produsen memahami betul bahwa pria tidak mampu memikirkan banyak hal secara simultan. Ini berbeda sekali dengan wanita.

Berikutnya Anda perlu perhatikan bahwa Mind tidak lagi mendominasi proses jualan produk. Lebih baik lagi kalau eMotion juga dipertimbangkan sebagai unsur yang diharapkan mampu mendongkrak angka penjualan. Keberhasilan iMac dalam mentarget pemasarannya pun tidak terlepas dari kepiawaiannya meneropong masa depan. iMac tahu betul bahwa functional side tidak melulu harus dinomorsatukan. Bentuk dan desain produk iMac yang ergonomis dan unik menjadikan para desainer grafis, mayoritas pengguna iMac begitu mengidolakan produk ini.

Untuk lebih sukses menjual, cari tahu hidden expectation dari si pelanggan dan gunakan intuisi dan bukan interpretasi dalam strategi Anda. Ini yang terjadi pada FedEx yang pada awal pendiriannya menuai banyak hinaan dan cibiran. Mengikuti intuisi seringkali membawa keberuntungan bagi Anda.

Di Venus, Anda juga harus lebih proaktif melihat peluang. Sampoerna A Mild dengan How Low Can You Go atau Bukan Basa Basi-nya membawa style yang kalau saya bilang sangat distinctive bila dibanding dengan yang lain. Fakta ironis-nya, produsen rokok lain juga ikut-ikutan bikin strategi pemasaran yang serupa untuk mengkomunikasikan produk mereka ke khalayak. Penting juga kalau produk Anda memiliki karisma. Kalau sudah punya karisma, pelanggan akan mati-matian membela produk Anda jika produk tersebut dihina orang lain. Anda pasti sering mengamati kasus seperti ini.

Bisnis bukanlah aktifitas yang kaku layaknya kertas semen yang susah untuk dilipat. Bukan pula hanya hitungan untung rugi yang jadi bagian penting dalam kegiatan ini. Bagaimana memberikan service yang baik bagi pelanggan saya pikir adalah yang terbaik yang untuk menjalin sebuah relationship bisnis yang lebih humanis. Tentu dengan tidak mengurangi spirit berbisnis Anda bahwa Bisnis adalah Bisnis.

Positioning berkaitan erat dengan janji. Reliabilitas berhubungan dengan keakuratan. Semuanya sama sama penting. Hasil kerja yang akurat dan terselesaikan sesuai dengan deadline akan sangat menggembirakan pelanggan. The Body Shop telah membuktikan hal ini. Dengan slogan Against Animal Testing, perusahaan yang dipimpin Anita Roddick ini mengusung misi penting soal lingkungan hidup di samping juga memberikan argument yang memang valid bahwa mereka tidak pernah menguji coba hasil produk terhadap binatang.

Marlboro juga bukanlah rokok yang enak betul dipandang dari segi citarasa. Biasa-biasa saja. Nggak banyak beda dengan yang lain. Saya memang bukan perokok, tapi saya pernah menanyakan hal itu ke beberapa penggemar rokok ini. Apa sih yang menarik dari Marlboro? ?Ada semacam petualangan khusus ketika kita mengisapnya,? begitu kata teman saya. Saya jadi bingung, merokok dalam kepetualangan? Sejurus kemudian saya berpikir dan memang ada benarnya. Strategi komunikasi pemasaran mereka dengan slogan Come to Where the Flavor Is dengan ikon tokoh Cowboy sangat mengilhami para pecinta rokok putih untuk turut berpetualang. Inilah yang disebut bahwa Context di Venus lebih penting dari Content. Imaginasi lebih penting dari kenyataan.

Anda penikmat kopi sejati, mungkin pernah mendapatkan pengalaman khusus di Starbucks Coffee. Rasa dan aroma kopi sama saja. Tidah lebih nikmat dari kopi tubruk bikinan warung di pinggir jalan mungkin. Namun hasil survey menunjukkan bahwa jutaan pelanggan Starbucks di seluruh dunia justru kerasan dengan suasana yang diciptakan restoran. Experiential Marketing Strategy inilah yang diakui sangat jitu membidik konsumen di Venus.

Louis Vitton dalam perjalanan bisnis barang mewahnya diprediksi bakal mengalami kejatuhan karena penentuan harga jual yang dianggap kaku. Ternyata ramalan ini salah besar karena justru dengan pricing yang konsisten inilah, pelanggan Venus tidak akan kebingungan. Harga barang di outlet manapun di seluruh dunia tetap sama.

Membangun komunitas di antara pelanggan adalah jurus pemasaran paling strategis di Venus. Lihat saja bagaimana komunitas Harley Davidson Owners Club (HDOC) yang memiliki sense of belonging sangat kuat terhadap produk motor besar ini. Vroom vroom suara motor dengan nilai jual luar biasa. Tongkrongan lebih penting dari kwalitas, kesan lebih penting dari produk.

Amazon.com berhasil menangguk sukses besar dari jualan bukunya. Bukan karena koleksinya yang lengkap. Juga bukan karena buku-buku tersebut berkelas. Amazon.com bisa berhasil karena para pecinta buku pengunjung situs bisa memberikan ulasan atau resensi buku-buku terbitan Amazon.com. Inilah kekuatan word of mouse.

Membina relationship dengan pelanggan tidak cukup hanya dengan treatment secara general. Di Venus, Anda harus membina relationship dengan konsep one to one. Da Vinci, produsen furniture kelas dunia tidak hanya jualan barangnya, tapi dia juga memberikan advice, mendesain produk bersama pelanggan, dan bahkan merancang interior rumah Anda.

Marketing in Venus juga sangat menarik karena pada bagian akhir disajikan Appendix yang mengulas khusus jualan di Venus ala Martha Tilaar, perusahaan kosmetik ternama di Indonesia. Anda mungkin pernah menonton Martha Tilaar Marketing in Venus di Metro TV? Program TV Magazine ini memang ditujukan untuk role model Marketing in Venus.

Nah, untuk para marketer, salesperson, dan para businessman, Marketing in Venus adalah bacaan wajib Anda saat ini. Team Markplus telah bekerja cemerlang. Saat sisi humanis pelanggan sangat mempengaruhi akseptabilitas sebuah produk, maka kinilah saatnya Anda bisa meraih keuntungan dengan mengaplikasikan 18 Prinsip Marketing in Venus. Selamat membaca.

Tentang ridwansyah

Guru hoby membaca, berkebun.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s