dosa berguguran dg wudu

​Rehad (Renungan Hadits) 82

Dan Dosa-Dosa Pun Berguguran Dengan Menyempurnakan Wudhu
عن عُثْمَانَ بْن عَفَّانْ رضي الله عنه…قال إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَتَوَضَّأُ رَجُلٌ مُسْلِم فَيُحْسِنُ الْوُضُوءَ فَيُصَلِّي صَلَاة،ً إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الصَّلَاةِ الَّتِي تَلِيهَا (رواه مسلم)

Dari Utsman bin Affan ra berkata,  ‘Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Tidaklah seorang muslim berwudhu, lalu ia menyempurnakan wudhunya, kemudian ia melakukan shalat, melainkan pasti Allah mengampuni dosanya antaranya dan shalat sesudahnya’. (HR. Muslim, hadits no 333)
Hikmah Hadits ;

1. Bahwa berwudhu yaitu mensucikan diri dari hadats-hadats kecil adalah merupakan salah satu syarat sahnya shalat. Yang apabila seseorang melaksanakan shalat tanpa berwudhu terlebih dahulu dan ia telah berhadats, maka tidak akan sah shalatnya. Hadats kecil adalah kotoran kecil, seperti buang angin dari dubur, buang air kecil, dan buang air besar. Dan hadats kecil dapat disucikan melalui proses berwudhu saja. Sedangkan hadats besar adalah hadats yang disebabkan karena junub, haid dan nifas, yang proses pensuciannya harus dengan melakukan mandi besar atau terkadang disebut dengan mandi janabah/mandi junub.

2. Bahwa berwudhu, (selain merupakan salah satu syarat sahnya shalat), ia juga memiliki keutamaan tersendiri; yaitu akan menggugurkan dosa-dosa dan kesalahan yang dilakukan antara waktu shalatnya tersebut hingga waktu shalat yang berikutnya. Bahkan dalam hadits lainnya disebutkan bahwa dosa-dosanya akan berguguran, bersamaan dengan menetesnya air dari sela-sela jemarinya, dari garis wajahnya dan dari anggota tubuhnya yang terkena air wudhu. Dengan syarat; ia menyempurnakan wudhunya dan melakukannya secara baik dan benar, kemudian ia melaksanakan shalat dengan benar.

3. Yang juga perlu dicatat adalah bahwa dosa-dosa yang berguguran karena menyempurnakan wudhu tersebut, hanyalah dosa-dosa  yang kecil saja. Sedangkan dosa-dosa yang besar, dia tidak akan mendapatkan ampunan dari Allah Swt kecuali melalui proses taubatan nashuha, yaitu taubat dengan sebenar-benarnya taubat. Maka apabila kita berwudhu, sempurnakanlah wudhu kita dengan baik dan benar, jangan sampai ada bagian tubuh yang tidak terkena air wudhu, lalu sempurnakan dengan shalat sunnah dua rakaat, maka insya Allah kita akan mendapatkan keutamannya, yaitu digugurkannya dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan kita antara waktu shalat kita hingga waktu shalat sebelumnya ataupun waktu shakat sesudahnya.
Wallahu A’lam bis Shawab

By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag

Tentang ridwansyah

Guru hoby membaca, berkebun.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s