puasa

​Bismillah…
Hitten Shah, seorang pakar bisnis asal Amerika pernah berkata:
Bisnis itu sebagian adalah masalah proses, dan sebagian lain adalah masalah manusia, sisanya hanya masalah-masalah pelengkap atau masalah kecil.
Dan bulan Ramadhan menurut saya mengajarkan kita melihat proses dan memperlakukan manusia dengan cara berbeda.
Dalam proses, kita mengubah banyak kebiasaan kita selama bulan Ramadhan. Dan dari sini kita belajar bahwa, untuk menjalankan sesuatu yang besar, kita ternyata hanya membutuhkan yang sedikit.
Sedikit makan, sedikit istirahat, sedikit tidur, sedikit berbicara, dll.
Jika kita melihat sejarah, banyak sekali pencapaian besar umat Islam terjadi di bulan Ramadhan, termasuk memenangkan beberapa peperangan besar. Semuanya dilakukan dengan yang sedikit ini dan terbatas ini.
Disinilah kita bisa belajar efisiensi, dan belajar bahwa keterbatasan justru melahirkan kreativitas dan cara-cara baru dalam bisnis. Tidak butuh sumber daya yang banyak untuk memulai bisnis dan membesarkannya.
Karenanya kita sering melihat, justru orang-orang yang ditengah keterbatasan yang biasanya giat dan bisnisnya besar dan stabil.
Dalam memperlakukan manusia, kita juga banyak mengubah pola di bulan Ramadhan. Bukan hanya kita harus membayar karyawan kita lebih banyak (THR), kita juga harus menyediakan ruang untuk mereka beribadah dan menjalankan puasanya. Ini membuat saya tidak mau terlalu mem-push goal terlalu berat di bulan Ramadhan ini.
Alhamdulillah kalau ada goal-goal yang tercapai, saya anggap itu bonus, dan malah biasanya disaat kitapasrah dan tidak berharap seperti ini justru hal-hal yang tidak terduga terjadi…
Saya sering sekali melihat pengusaha yang sudah berbisnis lebih dari 10 tahun, biasanya lebih memikirkan timnya, manusianya daripada proses dan produknya. Siang-malam mereka memikirkan orang-orang yang bekerja didalam bisnsinya tersebut diatas yang lain.
Karenanya adalah wajar kalau bisnisnya bertahan lama dan solid. Bukan hanya timnya bekerja dengan ikhlas, tapi juga mendoakan.
Saya pribadi beranggapan pengusaha adalah pejuang, dan setiap hari kita berjuang untuk mewujudkan mimpi-mimpi kita, berjuang untuk membesarkan usaha kita, dan berjuang untuk mensejahterakan tim kita, keluarga kita, dan akhirnya lingkungan.
Belajar sabar
Satu lagi kalau boleh saya tambahkan, Bulan Ramadhan mengajarkan kita sabar dalam menjalani proses.
Dan tidak ada guru bisnis yang akan bisa mengajarkan Anda untuk sabar, Anda harus belajar dan menjalaninya sendiri.
Jika sampai akhir Ramadhan ini Anda belum berhasil meraih mimpi-mimpi Anda, jangan bersedih, sabar.
Saya tinggalkan Anda dengan nasihat ustadz Abu Hamzah Yusuf berikut ini:
JANGAN BERSEDIH DAN BERPUTUS ASA
Jangan putus asa jika hari ini Allah menghalangi kita untuk dapat meraih apa yg kita inginkan…
Tak perlu bersedih hati jika kita justru dihadapkan pada kenyataan yang menyakitkan…
Tetaplah tersenyum, karena Allah dengan rahmatnya telah berfirman:
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
“Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal dia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal dia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui”.[QS Al-Baqarah: 216]
Ya Allah, 

Engkau tahu betapa diri ini lemah..
Tunjukilah aku jalan menuju ridha-Mu..
Jangan Engkau biarkan diri ini memilih jalan sendiri selain dari jalanMu..
Semoga setiap langkah kita diberkahi di bulan yang penuh barokah ini.
••• 

Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafidzahullah
Semoga kita diberikan kesehatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan selanjutnya… Aaamiin ya Allah…

Tentang ridwansyah

Guru hoby membaca, berkebun.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s