renungan

ā€‹*RENUNGAN DIRI UNTUK YANG MASIH PUNYA IBU*

[Adakah kita yang mengalami]
Di tengah pintu, ada seorang Ibu duduk terdiam, tetangganya bertanya:
*Tetangga:* Kamu lagi ngapain, Yu? _(panggilan untuk seorang wanita yang lebih tua atau seumuran)_, duduk menyendiri gitu?
*Ibu:*_”Nggak apa-apa. Lagi pengin menyendiri aja”_.
*Tetangga:*_”Sampeyan sudah enak, ya, anaknya pada sukses semua. Ada yang jadi pejabat. Ada yang jadi dokter. Dan, ada yang jadi manajer_.
_Jadi, kalo mau lebaran seperti ini ya tenang. Nggak khawatir tidak bisa berpakaian bagus._

_Beda sama aku ini, apalagi buat lebaran, puasa sampe kelar aja udah untung.”_
*Ibu :*_”Alhamdulillah Yu, sayang cuma sendirian begini,_

_Dulu waktu masih ada Bapaknya anak-anak, masih mending ada yang diajak ngobrol berkeluh kesah…_
Saat malam takbiran, Ibu tadi baru aja menyiapkan beras buat zakat fitrah dirinya, lalu tiba- ada keponakannya datang membawa HP.
*Keponakan:* _”Budhe,……. ini ada SMS dari Mas Draup_ (anak yang jadi Pejabat di Jakarta) _katanya, maaf pas lebaran nanti dia mau silaturahmi dulu ke pimpinan instansinya di Semarang. Kalo waktunya cukup ya mampir, kalo enggak ya langsung balik ke Jakarta karena liburnya cuma sebentar._

_Tadi sore Mas Drais_ (anak yang jadi dokter di Bandung) _juga telpon, katanya, mohon maaf juga pas lebaran nanti gak bisa langsung pulang kampung karena istri dan anaknya minta liburan dulu ke Bali._

_Lha ini malah Mas Dalban SMS lagi_(anak yang jadi manajer di Surabaya), _mau telpon Budhe nih, ini Budhe Mas Dalban mau ngomong…”_
*Dalban :* _”Assalamu’alaikum, Bu”_
*Ibu :*_”Wa’alaikumussalam warohmatullah, Dalban sehat?”_
*Dalban:* _”Alhamdulillah sehat Bu, Dalban mohon maaf sebesar-besarnya ya Bu, pas lebaran nanti Dalban harus silaturahmi ke tempat Bos dulu, setelah itu lanjut acara meeting di luar Kota, maaf ya Bu?”_

 

*Ibu:* _”Iya Dalban gak papa, Ibu minta maaf juga ya, yang penting kalian pada bahagia, Ibu juga ikut bahagia…_
Setelah keponakannya pergi, sambil membereskan beras untuk zakat fitrah tadi, tak terasa air mata si Ibu menetes, membasahi pipi tuanya yang mulai keriput. Seiring sayup suara takbir berkumandang dari kejauhan…
*Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar*

*Lailahaillallahu Allahu Akbar*

*Allahu Akbar Walillahil Hamd..*
Dalam hati si Ibu berdo’a: _”Ya Allah, mudah-mudahan anak-anakku semuanya diberikan kesehatan dan juga keselamatan dalam rangka bersilaturahmi tadi…”_
*Saudaraku,………!!!* 

_Orang tua yang berlumuran darah, sembilan bulan mengandung kita, merawat kita ketika demam waktu kecil, masih ngompol, masih buang air besar di celana, tapi ketika pingin kumpul dengan anaknya saat lebaran aja, terkadang tidak bisa._
*Anak-anaknya lebih mementingkam pimpinannya, bosnya, sama anak istrinya.*
*Orang tua hanya bisa menangis di pojokan rumah. Udah gitu, masih bisa mendoakan yang terbaik bagi anak-anaknya.*
_Semoga kita semua, bisa jadi anak-anak yang berbakti pada kedua orang tua. Khususnya Ibu_
*AyoMudik*. Bercengkrama dengan orangtua. Peluklah Ibumu. Bisikkan dengan pelan: Ibu, aku rindu padamu. Anakmu sangat mencintaimu. Semoga Ibu selalu sehat, nggih. Maafkan semua khilaf dan dosa anakmu yang jarang pulang kampung ini. Sekali lagi, kiranya Ibu berkenan memberi maaf. Matusembahnuwun Ibu…
*Tolong Dijaga, Saudaraku!!!* 

_Jangan sampai membuat sedih orangtua, dan sakit hati keduanya, terutama Ibu kita_ 

**

Tentang ridwansyah

Guru hoby membaca, berkebun.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s