sultan turki murad 4

​[28/4 4.44 PM] Mansidar Smada: CERITA INSPIRATIF.

Assalamualaikum Wr.Wb.

JANGAN MUDAH MENGHAKIMI ORANG
Di dalam buku hariannya Sultan Turki Murad IV mengisahkan, bahwa suatu malam dia merasakan kekalutan yang sangat, ia ingin tahu apa penyebabnya. Maka ia memanggil kepala pengawalnya dan memberitahu apa yang dirasakannya.
Sultan berkata kepada kepala pengawal: “Mari kita keluar sejenak”.
Di antara kebiasaan sang Sultan adalah melakukan blusukan di malam hari dengan cara  menyamar.
Mereka pun pergi, hingga tibalah mereka di sebuah lorong yang sempit. 
Tiba-tiba, mereka menemukan seorang laki-laki tergeletak di atas tanah. Sang Sultan menggerak-gerakkan lelaki itu, ternyata ia telah meninggal. Namun orang-orang yang lalu lalang di sekitarnya tak sedikitpun mempedulikannya.
Sultan pun memanggil mereka, mereka tak menyadari kalau orang tersebut adalah Sultan. Mereka bertanya: “Apa yang kau inginkan?.

Sultan menjawab: “Mengapa orang ini meninggal tapi tidak ada satu pun di antara kalian yang mau mengangkat jenazahnya? Siapa dia? Di mana keluarganya?”
Mereka berkata: “Orang ini Zindiq, suka menenggak minuman keras dan berzinah”.
Sultan menimpali: “Tapi . . bukankah ia termasuk umat Muhammad shollallohu alaihi wasallam? Ayo angkat jenazahnya, kita bawa ke rumahnya”.
Mereka pun membawa jenazah laki-laki itu ke rumahnya.
Melihat suaminya meninggal, sang istripun pun menangis. Orang-orang yang membawa jenazahnya langsung pergi, tinggallah sang Sultan dan kepala pengawalnya.
Dalam tangisnya sang istri berucap kepada jenazah suaminya: “Semoga Alloh merohmatimu wahai wali Alloh.. Aku bersaksi bahwa engkau termasuk orang yang sholeh”.
Mendengar ucapan itu Sultan Murad kaget.. Bagaimana mungkin dia termasuk wali Alloh sementara orang-orang membicarakan tentang dia begini dan begitu, sampai-sampai mereka tidak peduli dengan kematiannya”.
Sang istri menjawab: “Sudah kuduga pasti akan begini…” 
“Setiap malam suamiku keluar rumah pergi ke toko-toko minuman keras, dia membeli minuman keras dari para penjual sejauh yang ia mampu. Kemudian minuman-minuman itu di bawa ke rumah lalu ditumpahkannya ke dalam toilet, sambil berkata: “Aku telah meringankan dosa kaum muslimin”.
“Dia juga selalu pergi menemui para pelacur, memberi mereka uang dan berkata: “Malam ini kalian sudah dalam bayaranku, jadi tutup pintu rumahmu sampai pagi”.
“Kemudian ia pulang ke rumah, dan berkata kepadaku: “Alhamdulillah, malam ini aku telah meringankan dosa para pelacur itu dan pemuda-pemuda Islam”.
” Orang-orangpun hanya menyaksikan bahwa ia selalu membeli khamar dan menemui pelacur, lalu mereka menuduhnya dengan berbagai tuduhan dan menjadikannya buah bibir.”
Suatu kali aku pernah berkata kepada suamiku: “Kalau kamu mati nanti, tidak akan ada kaum muslimin yang mau memandikan jenazahmu, mensholatimu dan menguburkan jenazahmu”.
Ia hanya tertawa, dan berkata: “Jangan takut, bila aku mati, aku akan disholati oleh Sultannya kaum muslimin, para Ulama dan para Auliya”.
Maka, Sultan Murad pun menangis, dan berkata: “Benar! Demi Alloh, akulah Sultan Murad, dan besok pagi kita akan memandikannya, mensholatkannya dan menguburkannya”.
Demikianlah, akhirnya prosesi penyelenggaraan jenazah laki-laki itu dihadiri oleh Sultan, para ulama, para masyaikh dan seluruh masyarakat.
(Kisah ini diceritakan kembali oleh Syaikh Al Musnid Hamid Akram Al Bukhory dari Mudzakkiraat Sultan Murad IV)
Wallohu a’lam bish showwab. 

 

*****

Saudara-riku tercinta… 
Jangan suka menilai orang lain dari sisi lahiriahnya saja.

Atau menilainya berdasarkan ucapan orang lain.

Terlalu banyak yang tidak kita ketahui tentang seseorang. 

Apalagi soal yang tersimpan di tepian paling jauh di dalam hatinya.
Kedepankan prasangka baik terhadap saudaramu. 

Boleh jadi orang yang selama ini kita anggap sebagai calon penduduk neraka, ternyata penghuni Firdaus yang masih melangkah di bumi. 
Jadi… 

Jangan pernah menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya saja.
Semoga Alloh ampunkan khilaf kita semua…. Allohumma…Aamiin

[28/4 8.51 PM] Nani Sigit Smada: Kami sdg memprogramkan Nusantara Mengaji, yaitu program khataman Al-Qur’an secara serentak sebanyak 300.000 kali khatam dlm wkt yg sama tgl 7-8 Mei 2016, diikuti oleh pembaca Al-Qur’an dari Sabang sampai Merauke. 

Tujuannya berdoa bersama, bermunajat utk kebaikan bangsa dan negara. Siapa saja bisa berpartisipasi mjd bagian dari khataman ini. Minimal membaca 1 juz Al-Qur’an sesuai kemampuan jumlah juz yg akan dibaca. Boleh dibaca di mana saja tp dlm wkt yg sama: 7-8 Mei 2016. Jika berminat mjd bagian dari 300.000 pengkhatam Al-Qur’an secara serentak, silakan daftar di http://www.nusantaramengaji.com

Nanti akan disms oleh panitia, juz berapa yg akan Anda baca.

Jika tdk berminat, lupakan saja. Makasih sdh membaca pesan ini.

WATA’AWANU ALAL BIRRI WATTAQWA..!!
Demikian, trima kasih. 
Silakan daftar di: 
http://reg.nusantaramengaji.com/node/add/formulir-pendaftaran
Sebarkan jika berminat.

Terima kasih.

Tentang ridwansyah

Guru hoby membaca, berkebun.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s