permohonan maaf terindsh

​[7/7 11.13 AM] Yahya Kepsek: *PERMOHONAN MAAF TERINDAH SEPANJANG SEJARAH DAN SAYA INGIN MENYONTOHNYA*
Para Sahabat r.a. tengah berkumpul di sebuah majlis tanpa Rasulullah s.a.w. bersama mereka. Di sana ada Khalid bin Walid, Abdurrahman ibnu ‘Auf, Bilal dan Abu Dzar. Mereka sedang terlibat dalam sebuah pembicaraan. 
Abu Dzar mengemukakan pendapatnya dan berkata: _”Menurutku, seluruh pasukan mestinya begini dan begitu.”_
Bilal menyanggah: _”Tidak begitu. Itu usulan yang keliru.”_
Abu Dzar membalas: _”Engkau juga, wahai anak orang berkulit hitam, engkau menyalahkanku?!”_
Bilal lalu berdiri, marah dan menyesalkan perkataan sahabatnya, dia lalu berkata: _”Demi Allah, aku akan mengadukanmu kepada Rasulullah s.a.w.”_
Bilal tiba di hadapan Rasulullah s.a.w. sambil mengadu: _”Wahai Rasulullah, tidakkah engkau mendengar apa yang dikatakan Abu Dzar kepadaku?”_
Rasulullah s.a.w. bertanya: _”Apa yang dia katakan kepadamu?”_
Bilal menjawab: _”Dia mengatakan begini dan begitu.”_
Wajah Rasulullah s.a.w. kemudian berubah pertanda sangat marah.
Abu Dzar mendengar hal itu. Maka dia bergegas ke masjid dan menyapa Rasulullah s.a.w. seraya memberi salam kepada beliau: _”Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, ya Rasulallah!”_
Rasulullah menjawab: _”Wahai Aba Dzar, apa dengan ibunya engkau menta’yirnya (menjelek-njelekkannya)? Sungguh pada dirimu ada kejahiliyaan!”_
Abu Dzar sontak menangis, lalu mendekat kepada Rasulullah dan berkata: _”Wahai Rasulullah, mintakanlah kepada Allah agar mengampuniku!”_
Sambil menangis Abu Dzar lalu berlari keluar dari masjid menemui Bilal yang sedang berjalan. Dia lalu membaringkan kepalanya sampai pipinya menempel ketanah dan berkata: *_Wahai Bilal, demi Allah, aku tak akan mengangkat kepalaku sampai engkau menginjaknya dengan kakimu. Engkau adalah orang yang mulia dan aku orang yang hina.”_*
Hal ini membuat Bilal menangis. Dia lalu mendekati sahabatnya, mencium pipinya dan berkata: *_Demi Allah, aku tak akan menginjak wajah orang yang pernah bersujud  kepada Allah.”_*
Mereka berdua lalu berdiri dan berpelukan sambil menangis bersama.
Adapun di hari ini, sebagian di antara kita menyakiti saudaranya hingga 10 kali dan enggan mengatakan:  _”Maafkan aku, wahai saudaraku!”_
Sebagian di antara kita mencela saudaranya, melukai prinsip dan hal yang paling berharga pada dirinya, tapi tak pernah mau mengatakan: *_”Maafkan aku!”_*
Sebagian lainnya lagi melanggar kehormatan saudaranya dan mendzhaliminya tapi malu mengatakan: _”Sungguh aku menyesalinya.”
Sungguh, bahwa *MEMINTA MAAF* merupakan tradisi orang-orang mulia dan terhormat, meski sebagian menganggapnya sebagai penghinaan diri. 
*Maka dengan segenap rasa nan tulus karena Allah semata, maafkanlah dosa, kesalahan, dan kekhilafan saya sekeluarga.*
*Semoga Allah memaafkan kita semua.* Aamiin ..
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صَالِحَ النِّيَّاتِ وَالْأَعْمَالِ ..

فِى كُلِّ عَامٍ وَأَنْتُمْ فِى خَيْرٍ ..

[9/7 9.15 AM] Yahya Kepsek: Copy  paste .. 

*Assalaamu’alaikum,wrwb*
Hari Raya ‘Idul Fitri 1437 H tahun ini trending topiknya adalah Brexit (Brebes Exit). Pelajaran atas kondisi ini adalah mengingatkan pada *Kemacetan di Padang Mahsyar*.
Kemacetan di Pejagan mencapai 30 km dan Brebes 6 km, cukup melelahkan, menelangsakan dan konon sampai menelan korban jiwa. Tidak kebayang betapa lelahnya berada di tengah kemacetan berjam-jam, maju tidak bisa mundur tidak bisa, sulit memperoleh supply air dan makanan, minimnya oksigen untuk bernafas. Kondisi Brexit ini memberi ilham keakhiratan : begitu takut jika mengalami kemacetan di Padang Mahsyar…!! Walaupun tidak imbang jika dibandingkan.
Coba hadirkan suasana Yaumil Mahsyar kelak, saat Allah SWT menghimpun puluhan bahkan ratusan milyar manusia dalam satu lokasi. Saat kaki tidak bisa bergerak kesana kemari kecuali hanya bisa menunggu dan menunggu giliran, saat amalnya dihisab (dikalkulasi). Saat itulah gambaran macet total milyaran manusia dalam ketakutan yang hebat, tak berpakaian, tak beralasan kaki yang dipastikan terjadi. Subhaanallaah….
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
*«لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ»*
“Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan kemana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya”. (HR Tirmidzi dan ad Darimi)
Ingatlah dan berwaspadalah saat hari mengerikan itu tiba : *peradilan yang adil tanpa suap dan gratifikasi, hari di mana seluruh wajah tertunduk, berhadapan hanya sang hamba dengan Rabb-nya saja*. 
Contoh dua pertanyaan seputar harta yang tidak akan meleset perhitungannya : Apakah yakin didapat dan dibelanjakan dengan cara yang halal dan baik ? Adakah garansi ia bebas dari riba, maisir, menipu, korupsi, dusta, mark up anggaran, mengurangi timbangan dan bentuk bentuk kezaliman lainnya..?
Mengurai pertanyaan hadist tersebut tentang umur, ilmu dan harta tentu butuh kajian yang komprehensif dan kontribusi.  *Jangan pernah lelah dan bosan untuk terus belajar dan menghadiri majlis-majlis ilmu Al Quran dan Sunnah*.
_Ya Allah ampunilah dosa-dosa hamba, atas kelalaian menghabiskan umur, kelalaian mengamalkan ilmu, kelalaian memperoleh dan membelanjakan harta, dan kelalaian menggunakan tubuh ini… Bimbinglah hamba di dunia dengan hidayahMu, mudahkanlah hamba dari ketatnya hisab yaumil mahsyar, selamatkan hamba dari fitnah dunia dan fitnah dajjal, selamatkanlah hamba dari siksa kubur dan siksa api neraka._
Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin

Tentang ridwansyah

Guru hoby membaca, berkebun.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s