sisi sanubari bisnis

​Assalaamu ‘alaykum wrwb.

Warga yang disayang ALLAAH..
Alhamdulillaah.. 

Ternyata hidup saya selalu ALLAAH anugerahi keberuntungan. Diantara keberutungan-keberuntungan yang selalu menghampiri saya itu adalah, sekarang saya kebanjiran permintaan untuk turut serta mentransformasi budaya atau bisnis model perusahaan-perusahaan besar pada bisnis online, digital atau mobile telecom business corporation.
Tidak tanggung-tanggung, perusahaan berbasis digital & mobile telecom terbesar ke-tujuh di dunia beserta anak-anak perusahaannya, yang berbisnis online, memakai jasa saya sebagai satu diantara beberapa vendor untuk melakukan transformasi Human Capital pada organisasinya.
Kenapa saya nyatakan ini sebagai keberuntungan? 

Karena latar belakang saya bukan pada industri digital. Saya belum pernah berkarir, atau memimpin apalagi memiliki perusahaan digital. 
Yang saya miliki dan ketahui hanyalah aplikasi hukum-hukum alam atau sunnaatullaah pada bisnis apapun, kapanpun dan di manapun agar bisnisnya terus berkembang dan menguntungkan, tidak lekang oleh perkembangan zaman yang semakin distruptive ini.
_BTW, ada yang bisa menjelaskan apa itu distruptive?_
Satu diantara beberapa sunnatullaah yang bisa kita semua aplikasikan pada bisnis adalah kemampuan seorang business leaders & team dalam menentukan ITM dan memberikan VALUE yang tepat bagi ITM tersebut.
_Lagi-lagi, istilah-istilah distruptive, ITM & Value ini, sudah sering kita diskusikan pada pertemuan-pertemuan tatap muka KSW atau MTR._
Secara tidak sengaja, ini juga suatu keberuntungan, Hari Jum’at kemarin, sepulang dari kelas Coaching Bumi Tentrem Property dan nDOYO PS. Dalam perjalanan pulang, saya menemukan tulisan Mas Himawan Wijanarko, senior partner pada The Jakarta Consulting Group.
Tulisan yang dimuat pada Majalah Sindo, NO. 26 Tahun V, 26 Agustus – 4 September 2016 itu, ternyata bisa menjelaskan bahwa pengetahuan akan ITM & Value, serta eksekusi yang tepat, Insyaa ALLAAH akan membuat bisnis berkembang pesat dengan laba yang terus meningkat pada era digital ini. Berikut ini tulisan lengkapnya:
>>>>>>>>>>>>>>>
*SISI SANUBARI BISNIS*

By Himawan Wijanarko, The Jakarta Consulting Group 

Majalah Sindo, NO. 26 Tahun V, 26 Agustus – 4 September 2016
Tahun 2007 merupakan tahun bersejarah bagi Apple. Perusahaan yang didirikan Steve Jobs itu untuk merupakan kalinya meluncurkan iPhone, produk andalan yang fenomenal. Peluncuran itu mendapatkan liputan luar biasa dari seluruh pelosok jagad. 
Namun tak banyak yang tahu bahwa pada tahun yang sama, di sebuah Negara Afrika yang jauh dari ingar bingar Silicon Vallley, telah diluncurkan teknologi transfer uang berbasis telepon genggam yang tak kalah revolusioner. Seperti halnya iPhone, teknologi baru itu telah mengobrak-abrik pemahaman yang terlanjur melekat tentang telepon genggam.
Produk itu mampu menggugah kesadaran banyak orang, yang sebelumnya tak terpikirkan. Produk itu pun mengubah aturan main yang selama ini telah mapan, bukan hanya di industri telekomunikasi sendiri melainkan industry lainnya. Perusahaan perintis teknologi itu kemudian mencapai popularitas dan permintaan yang belum pernah dialami produk sejenisnya.
M-Pesa adalah nama produk itu. M berasal dari mobile dan Pesa berarti ‘’Uang’’ dalam Bahasa Swahili, bahasa di Kenya, negeri asal produk itu. Produk itu di luncurkan oleh Vodofone untuk Safaricom dan Vadacom, operator jaringan telekomuniksi terbesar di kawasan timur Afrika. Saat ini, produknya telah merambah ke berbagai negara, khususnya negara berkembang di Asia dan Eropa,seperti Afrika Selatan, India, Rumania, dan Albania.
TAk seperti iPhone yang menyasar pasar kelas atas, M.Pesa justru sebaliknya. Pasar sasaran meraka adalah orang-orang yang berpenghasilan tak lebih dari USD. 2 per bulan.
Di Kenya, produsen M-Pesa melihat besarnya peluang untuk memecahkan masalah layanan keuangan yang kronis: sekitar tiga perempat penduduk negeri itu tidak dapat mengandalkan jasa perbankan untuk menyimpan dan mentransfer uang meraka. Pertumbuhan dan permintaan akan produk itu pun meledak. Saat ini, M-Pesa memiliki lebih dari 20 juta pelanggan dan menguasai 70% pangsa pasar. Transaksi yang melalui layanan M-Pesa berkontribusi tak kurang dari 40% PBD Kenya.
Dengan begitu M-Pesa mencatat dua keberhasilan sekaligus: Keberhasilan dalam hal profitabilitas dan sekaligus keberhasilan membantu mengatasi masalah social ekonomi masyarakat Kenya.
M-Pesa agaknya layak menjadi contoh produk yang bukan semat-mata ditunjuk untuk mengejar keuntungan finansial yang sebesar-besarnya, tetapi berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat. Meski telah kerap dikumandangkan, nyatanya masih banyak pelaku bisnis yang kurang mengindahkannya. Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan MIT Sloan Management Review, hanya sekitar 10% yang benar-benar peduli dalam berbisnis.
Mendiang  Steve Jobs, sang legenda pendiri Apple, pernah mengatakan bahwa menjadi orang terkaya di dunia tak pernah menjadi tujuan hidupnya. Bagi dia, yang terpenting adalah bila akan pergi tidur, ia merasa puas karena telah melakukan yang terbaik dalam bermanfaat bagi orang lain.
Prinsip semacam itulah yang dipegang teguh oleh mereka yang sukses menjalankan bisnisnya dan harum reputasinya. Dengan prinsip semacam itu,merka rela bersusah payah menjalni masa-masa sulit.
Dengan prinsip itulah,mereka juga tak kenal lelah memotivasi para karyawan dengan mendidik pelanggannya. Bahwa di balik segala tenaga dan pikiran yang meraka kerahkan, meraka mengemban misi mulia, bukan sekedar gaji dan bonus, pelanggan pun diingatkan bahwa dibalik kebiasaan –kebiasaan yang telah mapan, terdapat car-cara baru yang memungkinkan mereka hidup lebih sejahtera.
Namun, aspek bisnis tentu jangan dilupakan. Bagi perusahaan, keuntungan finansial dan kesejahteraan masyarakat ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan, kehidupan lebih sejahtera.
Maka, strategi pemasaran yang andal, sumber daya manusia mumpuni imbalan layak, sistem operasi unggul, dan pengelolaan keuangan yang sehat adalah harga mati. Tanpa hal tersebut, semulia apapun misi perusahaan, akan tetap sia-sia.
By Himawan Wijanarko, The Jakarta Consulting Group

Majalah Sindo, NO. 26 Tahun V, 26 Agustus – 4 September 2016
<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<
Warga yang cinta ALLAAH dan RosulNYA, mari kita berterima kasih kepada Mas Himawan yang telah menjelaskan secara gamblang, dan kepada Kang Maman yang telah bersedia mengetikkan ulang artikel tersebut.

Selanjutnya, bagaimana aplikasinya pada bisnis yang telah Anda geluti sekarang? 

Mari kita re-LEARN tentang mengembangkan usaha, terutama pada *ERA DIGITAL* atau INTERNET OF THINGS ini pada acara kita yaitu:
*TEMU NASIONAL WARGA KSW & MTR*
Yang In-syaa ALLAAH akan kita laksanakan pada:
Hari, Tanggal: Rabu, 7 September 2016

Waktu: Pkl. 08.00 – 18.00

Tempat: Lor In Hotel, Kawasan Sirkuit Sentul Bogor
Thema: 

*GOING ONLINE OR DYING*

_Merengkuh pasar digital yang sedang tumbuh pesat, jika kita tidak melakukannya, kompetitor sudah melakukannya_
Materi:

1. Smart Branding pada era digital

2. Praktek membuat foto produk dengan smartphone yang menarik perhatian calon pembeli.

3. Paraktek langkah-langkah mudah, simple, aplikatif dan langsung go online, tanpa perlu mengeluarkan biaya berlebihan.
_Penyampaian materi akan dibuat sangat simple, agar yang awam menjadi faham, dan yang sudah faham menjadi tahu bagaimana mengajarkan sesuatu dengan sangat sederhana.  Yang merasa sudah advance dan jago internet marketing, Anda bisa ikut serta untuk mengetahi proses pembelajarannya._
Syarat kehadiran:

1. Sudah punya (ada) produk dan jasanya

2. Membawa sample produk atau logo atau company profile sebagai bahan praktek langsung.

3. Membawa gawai smartphone yang bisa memotret produk dan mengapload gambar.
*Iuran penyelenggaraan Rp 490.000,-* _(empat ratus sembilan puluh ribu rupiah)_ per orang. Ditransfer ke Bank BNI Syariah, No. Rek. 0165-619-433 a.n. Samsul Arifin.
Fasilitas:

1. T-shirt KSW (MTR)

2. Makan Siang

3. Sertifikat
*Pendaftaran dan konfirmasi hanya melaui WA 0811-161-9696.* Paling lambat 5 September 2016 pukul 17.30. Silakan ajak anggota team dan mitra bisnis Anda.

Panitia tidak menerima pendaftaran di tempat. NO GO SHOW PLEASE.
*Sudah saatnya kita GO ONLINE. Raih pertumbuhan bisnis ketika trend digital sedang berlari kencang. Temukan cara mudahnya pada Temu Nasional Warga KSW & MTR*
_Wassalaamu ‘alaykum wrwb._

*Samsul Arifin SBC*

Founder *SyaREA World*

_Business & Leadership Coaching_

Tentang ridwansyah

Guru hoby membaca, berkebun.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s