tax amnesty

​Ini info hasil resume tentang *TAX AMNESTY* yg saya ikuti, beberapa hari lalu
Pajak itu adalah pendapatan penerimaan Negara, setuju ataupun tidak, begitulah prinsip cara kerja *pajak.*
Teman2 boleh tidak setuju… 

Boleh juga tidak membayarnya, itu adalah hak.
Pajak, suka atau tidak suka, mau tidak mau, inilah Indonesia kita, negara kita, negara yg APBN nya berasal dari migas dan non migas(pajak).
“Mengenai Tax Amnesty”

 ini adalah pajak penghasilan dan Pajak PPn (pusat), yg belum kita laporkan/belum kita bayarkan, dg cara yg singkat dan ringkas, cara menghitungnya melalui harta kekayaan kita.
Ini sedikit penjelasan dari berbagai sumber, saya jelaskan dari sisi yg saya tau.
 Tax amnesty adalah *pengampunan* pajak.
Kenapa pajak harus diampuni?

Karena di Indonesia, orang yang bayar pajak itu sedikit sekali, terutama pajak penghasilan (sekitar 30% saja).

Lebih banyak yg tidak.

Tax amnesty memberikan kesempatan bagi siapapun untuk mendapatkan pengampunan, memulai babak baru, tertib bayar pajak.
Ibarat org yg banyak dosa oleh ulah org tsb, setiap tahunnya dg ber idul fitri, *_Kosong kosong_* seperti ketika lebaran tiba.
Anda mau marah, tidak akan menyelesaikan masalah apapun, bahkan tdk membayar sekalipun, atau mengesampingkan artikel ini, tdk masalah.
Pemerintah butuh dukungan secara kongkret agar mereka bisa menjalankan negara ini dengan baik.
Saya tahu, itu uang pajak dikorup, dan koruptornya malah dikasih remisi 50% lebih.

Tapi mau bagaimana lagi? Kita harus menyaksikan hal2 menyakitkan saat proses perubahan sedang berlangsung.

Besok lusa, semoga uang pajak itu tidak dikorup. Besok lusa, semoga presiden negara ini berani menembak mati koruptor, bukan malah ngasih diskon hukuman. Marah, tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Apa yang bisa? Bantulah pemerintah memperbaikinya, salah-satunya dengan membayar pajak”
“Cepat atau lambat, jika staf pajak diberikan kekuatan penuh mengejar/menghukum siapapun yg tidak bayar pajak, itu mudah sekali prosesnya.

Beda dengan pembuktian korupsi, mencuri, dll, itu susah.

Tapi pajak, simpel cara membuktikannya, tinggal datangi rumahnya, tanya situ mana SPT-nya, kami mau lihat.

Apalagi saat pemerintah memberikan akses staf pajak untuk melihat data perbankan, habis lah pengemplang yg masih punya tabungan/deposito.
Dulu perbankan sangat rahasia, sekarang??

UU terbaru (UU no brp lupa) akan memperbolehkan petugas mengakses perbankan demi kepentingan perpajakan.
Deposito, tabungan, KK, semua akan bisa diakses oleh instansi perpajakan.

Apalagi setelah berlakunya SIN (Single Identifity Number) berlaku, 9 instansi akan ngelink (online) dengan perbankan, kantor pajak.
Tidak ada yg bisa menutup data saat hukum memerintahkannya dibuka.

Cepat atau lambat, sekali staf pajak diberi kekuatan penuh menegakkan peraturan pajak, akan terlihat semua, itu serius sekali.
Nah, *tax amnesty* memberikan kesempatan kepada siapapun, yg selama ini lalai/lupa membayar pajak, benci bayar pajak, musuhan dengan pajak, atau menghindari pajak, untuk berdamai (kososng – kosong).

Hanya membayar 2 persen, atau 0,5 persen utk UMKN (omset max sampai 8M) akan dianggap clier semua masa lalu, mulai dari awal yg baru.

Tidak akan ada audit, pemeriksaan apapun, bahkan dengan kesalahan apapun akan dianggap tidak ada.
Barulah setelah ini kita di thn 2016 sukarela melapor, maka kita bisa mulai tertib berurusan dengan kantor pajak. Setiap tahun mulai tertib bikin SPT.

Apakah repot?

Memang repot, akan tetapi kita harus belajar, membiasakan diri, lama2 nanti terbiasa seperti beli token listrik, bayar PDAM, tranfer antar bank, mencairkan giro, dll.
Pemerintahan Jokowi ini butuh uang pajak untuk menjalankan roda negara, roda pemerintahan.
Jikalau semua orang Indonesia taat bayar pajak dengan 90% tertib (10% masih ada nakalnya), negara kita tidak perlu sampai mengemis2 berhutang ke LN, baik swasta maupun pemerintah.

Bunga hutang kita sdh mencapai 320T (itu baru bunga saja) kapan pokoknya akan berakhir ????
Tax amnesty adalah momen yg baik bagi siapapun untuk berdamai dgn pajak. Apakah saya harus ikut tax amnesty? Silahkan dipertimbangkan matang2. Ini anekdot (tapi serius), dari beberapa komentar pakar dan tokoh :

_di dunia ini ada dua hal yg kita tidak bisa lari, satu adalah kematian, yang kedua adalah pajak._ 

Sekali pemerintah serius soal pajak ini, siapapun tidak bisa menghindar. Karena utk membuktikan orang tidak bayar pajak itu mudaaaah sekali……
Berbangsa dan bernegara itu adalah soal bagaimana kita ikut serta membangun Indonesia ini.
Pada saat ini, pemerintah memanggil kita untuk membayar pajak, taat bayar pajak.

Namun dikembalikan ke masing2 orang, jika kita merasa memiliki negara ini, tunaikanlah pajak tersebut.

Cinta itu butuh pengorbanan, begitu juga cinta tanah air (hubbul wathon), bukan cuma omongan kosong di WA, facebook, di tweeter, di sosmed, setiap kali ada pilpres, pilkada, korupsi, selingkuh pejabat dll. 
Semoga ini membantu pemerintah menuju perubahan yang lebih baik.

Besok 2017 kedepan (laporan pajak  thn buku 2016), insya Allah, sungguh kita bisa menyaksikan, bahkan menikmati, negeri ini menjadi lebih baik, antara harapan dan ironi.
Demikian sekelumit cerita pajak, dan Tax Amnesty, yang saya dengar, saya ikuti di kajian beberapa hari lalu, dan yg saya dapatkan informasinya, dari beberapa artikel.

Ada kurang dan lebihnya, mhn maaf
Ihdinas shirothol mustaqiim.
Wallahu ‘alam bisshowab.
_Tamyis Sukses_

Tentang ridwansyah

Guru hoby membaca, berkebun.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s