mengkapling ustad

​[14/8 6.07 AM] Ibnu Suroso: Majelis Ilmu Farid Nu’man:

🍃🌺Maaf .. Dia Bukan Ustadz Sunnah🌺🍃
💦💥💦💥💦💥💦💥
Sangat menarik melihat perkembangan da’wah Islam di Indonesia. Semarak dan sangat massif. Banyak sekali perkembangan termasuk perkembangan media da’wahnya. Di antaranya penggunaaan medsos. Tapi, ada yang unik jika kita perhatikan, yaitu polarisasi dan kubu-kubuan antar harakah, jamaah, dan majelis ta’lim semakin terasa. Sehingga tipis perbedaan antara aset positif ataukah bahaya laten. Barang kali ini sisi lain dari maraknya da’wah medsos tersebut. Sangat nampak jelas dan telanjang.
Termasuk di antaranya, penggunaan istilah-istilah untuk menunjukkan identifikasi, misalnya sebutan “ustadz sunnah, pengajian sunnah, radio sunnah,” dan semisalnya. Ini identifikasi yang bagus jika untuk menyemangati para penuntut ilmu agar mencintai, mempelajari, dan menjalankan sunnah Nabi ﷺ dan tidak salah dalam mengambil ilmu agama. Tapi, kenyataan yang berkembang istilah ini menjadi sebuah sandi atau kode hizbiyyah (fanatisme) segolongan umat Islam atas kelompoknya, dan peremehan atas yang lainnya. Ustadz mana pun yang sudah masuk lingkup “Ustadz Sunnah”  -entah apa baromaternya istilah ini- maka posisinya aman; nasihatnya akan didengar, kajiannya akan dihadiri, faidah darinya akan diapresiasi, walau kapasitas ilmiyahnya biasa saja.
Ada pun yang tidak masuk dalam lingkup “Ustadz Sunnah” dalam ukuran mereka, maka dia tereliminasi, dipandang sebelah mata, ditinggalkan, padahal dulunya bisa jadi dia begitu diminati, walau dia termasuk seorang ustadz yang memiliki kafa’ah syar’iyah yang luar biasa. Kenapa bisa begitu? Ya itu tadi, dia bukan (lagi) “Ustadz Sunnah,” barang kali dia  ustadz mubah, bahkan ustadz makruh …
Semoga Allah ﷻ lindungi kita dari fanatisme tercela ini .., dan mampu memandang sesama muslim, Ahlus Sunnah wal Jama’ah, sebagai saudara dan teman seperjuangan.
Wallahu A’lam
🍃🌾🌸🌴🌺🌷☘🌻
✏ Farid Nu’man Hasan

📡 Join:  bit.ly/1Tu7OaC

[14/8 7.33 AM] Yudi Smada: Meskipun sudah puluhan kali membaca ini, saya ndak bosen bacanya … 
*WAKTU KITA*
*🕯Waktu sedang  “Jaya*”,  kita merasa banyak teman di sekeliling kita
*🕯Waktu sedang  “Berkuasa*”,  kita percaya diri melakukan apa saja
*🕯Waktu sedang  “Tak Berdaya*”,  barulah kita sadar siapa saja sahabat sejati yang ada
*🕯Waktu sedang  “Jatuh*”,  kita baru sadar selama ini siapa saja teman yang memperalat dan memanfaatkan kita
*🕯Waktu sedang  “Sakit*”,  kita baru tahu bahwa sehat itu sangat penting,  jauh melebihi harta
*🕯Manakala  “Miskin*”,  kita baru tahu jadi orang harus banyak memberi/menderma dan saling membantu
*🕯Masuk  “Usia Tua*”,  kita baru tahu kalau masih banyak yang belum dikerjakan
*🕯Saat  “di Ambang Ajal*”,  kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia sia
*🕯Hidup tidaklah lama*.

Sudah saatnya kita bersama sama membuat

*HIDUP LEBIH BERHARGA* : 

Saling menghargai, 

Saling membantu,

Saling memberi,

Saling mendukung, dan

Saling mencintai
*🕯Jadilah teman setia tanpa syarat*

Tunjukkanlah bahwa kita masih mempunyai Hati Nurani yang tulus 

Apa yang ditabur itulah yang akan dituai
*🕯Allah tidak pernah menjanjikan*

bahwa : langit itu selalu biru,  bunga selalu mekar,  dan mentari selalu bersinar
*🕯Tapi ketahuilah bahwa Allah* : 

Selalu memberi pelangi di setiap badai. 

Memberi senyum di setiap air mata.

Memberi kasih sayang dan berkah di setiap cobaan,  dan

 Jawaban di setiap doa.
*🕯Jangan pernah menyerah*, 

Terus berjuanglah,  Life is so beautiful and colourful.
*🕯Hidup*

Bukanlah suatu tujuan,  melainkan sebuah perjalanan
*🕯Saudaraku*

Indahnya hidup bukan karena banyak orang mengenal kita,  namun berapa banyak orang yang bahagia karena kita.
Semoga bermanfaat..

Tentang ridwansyah

Guru hoby membaca, berkebun.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s