demo 4 nop

Seseorang rekan kepsek menasehati saya “Ahhhh… mas Ridwan.. mending mas hendra perbaiki dulu ibadahnya.. “. Rekan kepsek yg lain berkata dalam bahasa jawa ”
mas hendra udah dikenal sbg pebisnis properti, ngapain ikut demo2an segala…apa gak malu mas”wes to gak usah neko2 urusan depan mata aja belom kelar”. . Kemudian sahabat saya juga wa “bro, jg jadi sumbu  pendek ahh.. brokan dikenal pendidik, ketua ikatan guru. Mending dirumah doakan saja”.

Sengaja sedikit catatan ini saya buat, sekedar meneriakan gelora didada yg butuh saluran sebelum meledak. Saya kalau jadi berangkat ke Jakarta tgl 3 nop bukan untuk demo. Saya datang untuk membela Al qur’an. Saya malu, karena sangat jarang menyempatkan diri untuk membaca Al qur’an. Dan ini membuat saya jauh lebih Malu… kalo hanya diam dan cuek saja ketika kitab suci yang diturunkan dari lahful mahfud dilecehkan. Makanya saudaraku, saya memutuskan dimanapun saya berada jumat besok, saya akan bergabung dengan saudara saudara  muslim yang lain dalam perjuangan membela Al Qur’an.  

Kalau kemudian karena ini saya  dibilang tidak berjiwa pendidik, perusuh, dibilang orang bodoh karena dimanfaatkan sama parpol, dibilang intoleransi. Its ok. Tidak apa apa. Tapi saya percaya, HATI KECIL teman2 juga sangat ingin membela Al qur’an. Saya percaya, serendah rendah IMAN adalah ada rasa amarah ketika symbol Islam, apalagi Al qur’an dilecehkan. Saya takut  ucapan syekh al jubaer ‘hanya orang munafiq yg tidak tersinggung ketika kitab sucinya dihina’, saya takut hati saya mati, tidak ada rasa ghiroh pada agama ini. Seperti pesan sang buya, kalau tidak ada rasa amarah ketika agamamu dihina, maka gantilah bajumu dengan kaffan. Membiarkan Al quran dihina berarti membela pencela agama. Ini kesempatan yang jarang ada. Kelak ketika saya meninggal, saya berharap Al quran bisa menjadi pembela saya di alam barzah, menjadi penerang saya di alam kubur, ini yang saya yakini. 

Saya terharu ketika beberapa teman saya mneyumbangkan 1500 kotak nasi bungkus, menyediakan rukonya di jakarta untuk teman2 dsri Balikpapan. Dan bahkan ada yang mengatakan ‘uang saya hanya ada ini, diatm ini. Tolong gunakan untuk membiayai saudara2 saya yang ke jakarta. Karena saya tidak mampu berangkat’.menangis hati ini. Perih. Apa yang bisa saya lakukan, membacanyapun saya kadang saya lalai. Makanya saya putuskan, saya harus berteriak keras. SIAPAPUN TIDAK BOLEH MENGHINA KITAB SUCI SESEORANG. APAPUN AGAMANYA.

Saya punya 3 anak, mungkin 10 atau 20 tahun lagi, saya punya cucu. Saya takut ketika anak atau cucu mengetahui kebenarannya dan bertanya ‘Apa yang Ayah lakukan ketika jutaan umat Islam datang dari penjuru tanah air untuk mrmbela Al quran’. Atau kakek, coba ceritakan bagaimana perjuangan kakek ketika Alquran dilecehkan tgl 4 Nop 2016′. TIDAK. TIDAK. Demi Allah saya tidak ingin menjawab dengan kalimat ‘Ayah hanya dirumah karena banyak pekerjaan atau dengan jawaban ” ha itu demo ndak ada gunanya”. Saya ingin punya cerita, saya ingin anak saya dan calon cucu saya bangga, bahwa mereka memiliki Ayah dan Kakek yang tersinggung ketika agamanya di hina, yang Marah ketika Nabinya dihujat. Saya ingin kelak berbangga dengan cerita cerita itu.

Bagi Teman2 saya yg non muslim, baik komunitas guru dan lainnya…. ini bukan soal RAS, ini bukan karena POLITIK, ini bukan karena kita beda agama. ini tentang Kitab Suci Pedoman Hidup saya Al quran  yang diremehkan. Dan kelak, kalau ada orang lain yang meremehkan kitab suci anda, dan ANDA MARAH, MAKA SAYA ORANG PERTAMA YANG MENGANGKAT JEMPOL UNTUK ANDA.

: Saya berharap gerakan ini ngga berhenti di sini saja, tp berlanjut pd pemilihan presiden, pemilihan gubernur, pemilihan dpr, penuntasan kasus2 korupsi , menuntut pembakar hutan dll. Sudah terlalu lama umat islam bungkam dan di nina bobokan dg kata2  udah ngaji aja, doa aja, sabar aja, tp gak ada action. Akibatnya negara amburadul dipimpin para begajul

Tentang ridwansyah

Guru hoby membaca, berkebun.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s