anakisa kang emil gabung ke naddem

Ust Sirod Gnpf Jkt:

Analisa sedikit soal deklarasi Kang Emil oleh Nasdem… 
Pak M Ridwan Kamil adalah salah satu contoh baik bahwa demokrasi one man one vote Bisa menghasilkan tokoh dengan segudang prestasi. Persoalan RK mengambil dukungan Nasdem mari kita lihat hitung-hitungan politik berikut ini: 
1. Parpol hanya bisa mengeluarkan pasangan calon dengan minimal perolehan 20% kursi di DPRD. Artinya PDIP(20) sebagai pemenang pemilukada di Jabar sangat punya kekuatan dan daya tawar paling tinggi terhadap paslon.
https://m.detik.com/news/berita/d-3449636/hanya-pdip-yang-bisa-usung-calon-sendiri-di-pilgub-jabar-2018
2. Golkar sebagai runner up, 17 kursi jelas akan memprioritaskan Kang Dedi Mulyadi di mana beliau telah menunjukkan kekuatannya dengan menjadi ketua DPD Golkar Jabar secara aklamasi. 
http://regional.kompas.com/read/2016/04/23/18230711/Dedi.Mulyadi.Terpilih.Jadi.Ketua.DPD.Golkar.Jabar.secara.Aklamasi
Kang Dedi bupati Purwakarta ini juga memiliki kemampuan personal branding yg tak kalah dengan Kang RK, artinya jika keduanya maju sebagai cagub, rakyat jabar punya pilihan yang semakin variatif dan sama-sama bagus ditilik dari popularitas dan gebrakan kepemimpinan mereka berdua. 
3. Gerindra(11) – PKS(12), adalah parpol pengusung RK dahulu, tapi ingat politik adalah saat ini, kita tidak akan bicarakan masa lalu, kalkulasi politik saat ini yang akan dipertimbangkan. Dengan total kursi keduanya yang dijumlahkan 23 kursi, maka keduanya dapat mengulang aliansi strategis dengan mengusung paslon baru atau mendukung salah satu kalau gak RK ya DM. 
4. Demokrat (12), kepindahan Kang Saan Mustopa  (karawang) dari partai ini ke Nasdem jelas kini telah memunculkan akibatnya. Kekuatan lobby Kang Saan mengajak Nasdem mendukung RK ke Jabar 1 jelas menunjukkan kerugian bagi Demokrat. Mungkin Demokrat dapat sekali lagi reunian dengan partai-partai pendukungnya PPP(9) dan PAN(4) untuk membuat “partai tambahan” seperti munculnya Agus-Silvy di DKI kemarin,  sehingga tetap dapat eksis dan memunculkan pesan-pesan politik baik pada rakyat pemilih atau “para sponsor”. 
5. Nah Nasdem yang cuma dapat 5 kursi ini sebenarnya gak terlalu ngaruh dalam konstalasi politik di Jabar. Tetapi Nasdem buat saya adalah PKS-nya kelompok sekuler liberal. Militansi, kaderisasi plus TV Corong yang secara militan mendukung kepentingan politiknya adalah kekuatan partai ini. Dengan mencalonkan di depan, setidaknya Nasdem memiliki kartu bagus dalam lobby-lobby selanjutnya dengan RK nanti, sebagaimana PBB Yusril ketika mendukung SBY dulu.

Tentang ridwansyah

Guru hoby membaca, berkebun.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s