Pribahasa jawa

“Sugih tanpa bandha, Digdaya tanpa aji, Nglurug tanpa bala, dan Menang tanpa ngasorake.”
1. Sugih tanpa bandha.

“Sugih itu mempunyai arti kaya, sedangkan “bandha” itu berarti harta. Jika dirangkai maka menjadi kaya tanpa harta, itulah arti harfiah kalimat ini.
Bagi orang jawa harta itu bersifat duniawi saja atau mudah lenyap. Harta hanyalah titipan dari yang maha kuasa. Jadi belum tentu akan abadi, bahkan bisa musnah kapan saja. Demikian juga jika suatu saat harta itu hilang makan kita tidak akan kecewa atau merasa kehilangan.
2. Digdaya tanpa aji

Digdaya mempunyai arti sakti, aji berarti dimaknai azimat. Jika digabungkan adalah sakti tanpa azimat.
Menurut KP Winarnokusumo, kalimat ini mempunyai makna sebuah nasihat untuk semua manusia. Bahwa kesaktian, kekuatan apapun hanya milik Alloh.SWT. Manusia tidak boleh mengandalkan kekuatannya sendiri, sesakti apapun dia, semua akan kembali dan hanya milik yang Maha Kuasa.
Falsafah tersebut juga melekat pada diri pemimpin, sifat yang tegas dan tidak takut pada siapapun. Yang benar akan dikatakan benar, begitu juga sebaliknya jika salah maka akan dikatakan salah.
3. Nglurug tanpa bala

Kalimat ini terdiri dari kata “nglurug, yang berarti menyerang, tanpa bala artinya tanpa membawa pasukan. Bagi orang Jawa kata-kata tersebut merupakan falsafah atau ajaran yang sangat akurat untuk dilaksanakan. Dalam falsafah Jawa, ngluruk tanpa bala mempunyai makna bahwa untuk mencapai sesuatu tidak harus dengan kekuatan yang luar biasa atau dengan kelengkapan fasilitas yang serba cukup.
Menurut KP Winarso, berbuat sesuatu dengan penuh kehati-hatian, kebijaksanaan serta tidak gegabah. Kita mestinya lebih mengedepankan pendekatan kepada orang lain dari hati ke hati. Dengan pendekatan tersebut orang lain merasa diuwongke (dianggap) atau dihormati pendapatnya.
4. Menang tanpa ngasorake

Kalimat ini bermakna mencapai kemenangan tanpa harus merendahkan orang lain.

Peribahasa ini merupakan ajaran dari R.M. Pandji Sosrokartono (1877-1952) kakak kandung dari pahlawan nasional R.A. Kartini.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

*Robbana Taqobbal Minna*

Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

😊❤👍

Tentang ridwansyah

Guru hoby membaca, berkebun.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s