Muhasabah

๐Ÿ“MUHASABAH
Jangan merasa diri kita “Baik” walaupun kita sholat 5 waktu sehari semalam serta tepat pada waktunya.
Jangan merasa diri kita “Baik” walaupun kita bersedekah setiap hari malah lebih banyak nilai disedekahkan.
Jangan merasa diri kita “Baik” walaupun hari-hari kita banyak memberikan nasehat dan menegur orang lain yang berbuat hilaf.
Jangan merasa diri kita “Baik” walaupun kita sudah pakai jubah, bersorban, berhijab menutup aurat dengan sempurna.
Jangan merasa diri kita “Baik” walaupun setiap malam kita melakukan sholat Tahajjud, Witir, Hajat dan amalan sunat lain.
Jangan merasa diri kita “Baik” walaupun hari-hari kita ke masjid atau surau untuk beribadah dan menambah ilmu.
Jangan merasa diri kita “Baik” walaupun setiap saat kita update status motivas nasehat dan dakwah.
Jangan merasa diri kita “Baik” walaupun setiap saat kita menolong orang lain.
Allah berfirman didalam al-Quran, surah an-Najm ayat 32:
ูู„ุง ุชูุฒู“ูƒู‘ููˆู’ุง ุงู“ู†ู’ููุณู“ูƒูู…ู’ ู‡ููˆู“ ุงู“ุนู’ู„ู“ู…ู ุจูู…ู“ู†ู’ ุงุชู‘ู“ู‚ู“ู‰
“Janganlah kamu menganggap diri kamu suci (orang baik) karena Allah-lah yang lebih mengetahui siapa yang benar-benar bertaqwa
Sitti Aisyah (ra) berkata “Siapakah orang yang buruk?” dijawab olehnya “yaitu orang yang merasa dirinya baik”. Beliau ditanya lagi “Siapakah orang yang baik?”, maka dijawab “yaitu orang yang merasa dirinya buruk”.
JANGAN MERASA DIRI KITA LEBIH BAIK DARIPADA ORANG LAIN.
Karena kita takkan pernah tahu dimanakah dan bilakah saat HATI kita IKHLAS melakukan amalan-amalan soleh, menasehati orang serta beramal ibadah lain yang bakal diterima oleh Allah Swt.
Kita tak tahu amal manakah yang Allah terima.
Selalu letakan diri kita dalam keadaan;
“Aku banyak kekurangan dan kelemahan, semua orang lain lebih baik dari aku karena hati manusia masing-masing hanya diketahui Allah”.
“Akulah yang paling buruk dikalangan manusia. Aku sedang perbaiki diriku dan mencoba bantu orang lain untuk menjadi lebih baik”.
Karena Allah hanya memandang isi HATI hambaNya. Tidak merasa diri sebagai orang baik hendaklah ada sehingga dia menghembuskan nafas yang terakhir.
Wujud KEIKHLASAN atau sekedar penuh RIYA’ dan HASAD. Jadi, laksanakanlah sesuatu kebaikan hanya karena mengharapkan RIDHA ALLAH. Karena orang yang terus beramal sambil memperbaiki dan memeriksa niatnya akan ditarbiah oleh Allah akan hatinya.
Dengan cara ini, seseorang itu akan melatih dirinya untuk bersifat TAWADHU’ dan menjauhkan dirinya dari penyakit UJUB (merasa kagum terhadap diri sendiri) dan TAKABBUR.
Di samping itu, kita sentiasa berusaha memperbaiki diri sendiri serta orang lain dengan kelembutan dan kasih sayang.
Hanya Allah yang akan 

memberi kita PETUNJUK di  JALAN YANG LURUS
AAMIIN,,….

Tentang ridwansyah

Guru hoby membaca, berkebun.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s