Pelajaran dr rajawali

Renungan pagi: 
“JENGIS KHAN”
Setelah lelah krn habis berperang, Jengis Khan, Raja Mongol yg termasyhur itu memutuskan untuk berburu ke hutan bersama pejabat kerajaannya. 
Selain membawa anjing pemburu, raja juga membawa burung rajawalinya yg sdh terlatih untuk berburu & dpt menuntun raja pulang ke istana bila mereka tersesat di tengah hutan.
Saat perjalanan pulang, raja kehausan,Ia menemukan tetesan air bening di bebatuan. 

Raja kemudian menampung tetesan air itu dalam sebuah mangkuk.
Ketika ia hendak minum tiba2 datang burung rajawalinya menukik & memukul tangan raja shg air dlm gelas itu tumpah. Bbrp kali hal itu terulang kembali.
Hal ini membuat raja marah, maka ketika terakhir kali sang rajawali hendak menumpahkan air yg diminumnya, raja kemudian menebas leher rajawali dgn pedangnya sampai rajawali tergeletak di kakinya & mati seketika.
Rasa hausnya hilang seketika & dgn rasa penasaran yg sgt membuat raja ingin mendaki ke atas lagi untuk mencari sumber air dari bebatuan itu. 
Ketika sampai di sumber tetesan air itu yaitu sebuah telaga kecil, sang raja terkejut karena ia melihat seekor ular berbisa mati dgn luka terganga di pinggiran telaga yg air & ‘bisa’nya mencemari air telaga yg mengalir ke arah batu tsb itu.
Hati raja seketika sesak mengingat kematian rajawali yg berusaha keras menyelamatkannya.
Raja menuruni bukit & menggendong burung rajawalinya yg sdh mati, hati kecilnya menjerit.
“Hari ini aku mendapat pelajaran berharga yg sgt menyedihkan, di kemudian hari aku tdk akan melakukan sesuatu apapun jika sdg marah!”
Kemudian ia memanggil seluruh pasukannya. Dan dilakukanlah upacara penguburan sang rajawali. Burung rajawali yg sdh tewas ini dibungkus dgn baju perang milik Jengis Khan.
Kemudian Jengis Khan berpidato di hadapan para pasukannya:

“Hari ini kita bisa memenangkan satu pertempuran yg besar. Kita bisa mengalahkan musuh. Tapi pada saat ini saya tdk bisa mengalahkan diri saya sendiri. Dan saya baru belajar dari seekor rajawali.”

Kemudian dia memerintahkan seorg seniman membuatkan patung emas burung itu.

Di salah satu sayap patung tersebut tertulis:

Saat seseorang sahabat melakukan hal yg tdk berkenan di hatimu sekalipun, dia tetaplah sahabatmu.

Sementara di sayap satunya tertulis:

Tindakan apapun yg dilakukan dlm angkara murka hanya akan membuahkan kegagalan.

Sahabatku, 

Dlm keadaan marah biasanya semua tindakan tdk bisa terkontrol sepenuhnya, lbh baik redakan dulu amarah anda atau tundalah dulu keputusan2 penting yg hrs anda ambil bila anda tak ingin menyesalinya di kemudian hari…..
Selamat berpuasa ….

Tentang ridwansyah

Guru hoby membaca, berkebun.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s