haji

HAJI (4)
Oleh HANIF KRISTIANTO

25/08/2017 Vol.167
Bersua bersama saudara

Lintas benua dan samudera

Berbeda ragam warna dan bahasa

Kebiasaan dan geografis tentunya
Kami sempatkan tanya

Pada pertemuan akbar ini di Makkah

Haji tak lagi bernilai politis

Pertemuan ini pun tak membuat musuh Islam kegentaran
Sering kami mengigau

Seandainya umat Islam bersatu padu

Seandainya umat Islam bersama melawan penjajah

Seandainya umat Islam menzakatkan hartanya

Seandainya umat Islam membebaskan Palestina dan Rohingnya

Seandainya umat Islam mengusir penjajah dari negerinya

Andai seandainya tinggal andai

Lantas siapa yang akan mengomandoi persatuan itu?
Seruan-seruan persatuan sering terbentur tembok negeri

Bias di tapal batas

Melayang di pusaran awang-awang

Seruan tinggal dalam isapan
Berjumpa saudara Palestina, tanya kami sederhana

“Mengapa Al Aqsho dijaga tentara Israel dan mereka terus mengusir Anda?”

“Di mana tentara umat Islam jika mengklaim memiliki alutsista canggih dunia?”

Saudara kami Palestina cuma diam dan menggeleng
Berjumpa saudara dari China, tanya kami sederhana

“Mengapa rezim Cina melarang puasa dan memaksa berbuka?”

“Penderitaan di Xinjiang kian memuncak dan konflik berdarah. Di mana rasa adil manusia Cina jika merasa masih punya nurani jiwa?”

Saudara kami Cina cuma tertegun sambil berkulum
Berjumpa saudara dari Suriah, tanya kami masih sederhana

“Mengapa rezim Suriah brutal pada rakyatnya dan konflik bercampur kepentingan Amerika?”

“Kota-kota klasik Suriah hancur dan warganya terusik. Mengapa tiada tentara muslim yang datang gagah membela dan penguasa arab justru sibuk dalam diplomasi?”

Saudara kami Suriah merasa kecewa dan meneteskan air mata
Berjumpa saudara dari Afrika, kami beranikan bertanya

“Negerimu sesungguhnya kaya, mengapa pasukan asing mengacak-acak negerimu?”

“Kelaparan, kepapaan, dan ketragisan mengisi hidupmu. Mengapa mereka begitu bangga melihat penderitaanmu? Di mana keadilan dunia?”

Saudara kami Afrika merasa tak kuasa menahan sedih dan luka
Ya Allah Ya Rabb….

Di depan ka’bah-Mu kami merasa malu

Di tanah-Mu kami baru tahu kabar saudara sesama

Di tanah-Mu kami baru sadar akan peduli sesama

Sementara di negeri asal kami

Sibuk sendiri, apatis, tak mau tahu, bahkan acuh pada kondisi saudara muslim di belahan bumi
Ya Rabbi Ya Allah…

Labbaik… Labbaik Ya Allah

Jadikan diri mampu membela saudara muslim di seluruh dunia

Bersama harta, raga, dan jiwa

=================
#haji2017

#puisiindonesia

#yukngaji

#yukhaji

#yukdakwah

#sastranusantara
đźš©Supported by

PT ARMINA SARI MADANI

Biro Tour Travel, Haji, dan Umroh

*_Silahkan Hubungi Kami_*

call / sms: 085606989416

wa: 08970461318

Tentang ridwansyah

Guru hoby membaca, berkebun.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s